Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Prihatin Perang Ukraina-Rusia, Muse Rilis Single Compliance

Muse resmi melepas single barunya berjudul Compliance. Bersamaan dengan perilisan single baru itu, Muse juga telah mengumumkan detail album terbaru yang diberi judul Will Of The People. Pengumuman ini mengikuti jejak comeback-nya Muse pada awal tahun lalu yang muncul dengan lagu Won't Stand Down.

Setelah mantap untuk berkarya kembali, lagu Compliance disiapkan dengan matang untuk menjadi lagu kedua dari album ke-9 Muse nanti, Will Of The People.

Album Will Of The People rencananya akan dirilis pada 26 Agustus 2022 mendatang via Warner Records. Kelahiran album terbaru dari Muse ini dideskripsikan sebagai sebuah rilisan "reaksioner" dari Muse karena "keadaan dunia yang semakin nggak stabil," jelas frontman Matt Bellamy.

Berkaitan dengan deskripsi yang telah diutarakan oleh Matt Bellamy sebelumnya, Muse menilai bahwa mereka bertiga sangat prihatin dengan keadaan dunia saat ini yang sedang dilanda peperangan, khususnya Rusia-Ukraina.

"Pertama ada pandemi, lalu peperangan baru yang terjadi di Eropa, protes dan kekacuaan besar-bersaran, pemberontakan pemerintah, demokrasi a la Barat yang mulai meruntuh, dan meningkatnya tren otoritarian," papar Matt Bellamy kembali menjelaskan ide dasar album baru Muse mendatang.

"Belum lagi bencana alam dan kebakaran hutan. Ketidakstabilitasan ini akan ditumpahkan seluruhnya pada Will Of The People. Saat ini situasinya serba mengkhawatirkan dan menakutkan, sejak dominannya 'imperalisme' Barat yang selama ini melindungi kita telah terancam," tegas Matt tentang pendiriannya pada isu ini.

Di samping itu, memang cukup mengejutkan melihat bagaimana pandangan politik dan pendirian khusus yang diberikan oleh Matt Bellamy via album terbarunya ini. Matt Bellamy melanjutkan: "Album berikutnya adalah proses navigasi kami terhadap segala ketakutan tersebut, dan bagaimana kami menyiapkan hal yang dilakukan ke depannya."

Membuka pandangan soal detail album tersebut, single Compliance pun diberikan oleh Muse sebagai lajur pembuka untuk pengertian isi dan pesan yang dimaksud oleh Muse dalam album barunya.

"Lagu ini—Compliance—adalah sebuah gambaran gimana proses ketaatan yang harus dilakukan ketika otoritarian kembali lagi," jelas Matt.

"Sekte, gang, pemerintahan, algoritma media sosial, dan agama, sebelumnya telah membujuk kita untuk menuruti mereka, yang di saat bersamaan mereka juga memberikan sebuah aturan palsu yang merusak pemikiran manusia," paparnya lagi.

Pengerjaan album ini dikerjakan secara mandiri oleh Muse yang masing-masing dilakukan secara berkala dua kota berbeda yaitu di Los Angeles dan London. Single baru Compliance ini dilengkapi pula dengan sebuah video musik garapan Jeremi Durand yang dikemas dengan warna pesimisme, skeptisme, sekaligus ambisi yang penuh energi semakin diperlihatkan oleh Muse melalui video musik Compliance ini.

Sebelumnya, Muse akhirnya comeback dengan lagu metal baru berjudul Won’t Stand Down setelah hampir empat tahun vakum. Single powerful ini menjadi rilisan perdana Muse sejak meluncurkan album kedelapan Simulation Theory pada November 2018 silam.

Melalui lagu ini, Muse kembali ke akar musiknya. Penggunaan synth, drum yang keras, dan gitar terdistorsi membuat lagu ini menjadi bertenaga, ganas, dan menantang. Single Won’t Stand Down sendiri bisa dibilang merupakan salah satu musik Muse yang paling heavy selama beberapa tahun terakhir, menyusul sejumlah trek cadas lain seperti Stockholm Syndrome, Dead Star, Assassin, hingga Micro Cuts di rilisan-rilisan album sebelumnya.

Tak hanya keras dari segi musik, lagu Won’t Stand Down juga memiliki makna yang kuat. Matt Bellamy menjelaskan bahwa lagu ini berisi pesan untuk berani melawan bullying dengan kekuatan dan kepercayaan diri. 

Won't Stand Down adalah lagu tentang bagaimana kita harus berdiri tegak melawan perundung, baik itu di tempat main, tempat kerja, atau di mana saja. Lindungi diri kalian dari paksaan dan manipulasi sosiopat dan hadapi kesulitan dengan kekuatan, kepercayaan diri, dan agresi,” terang vokalis Muse tersebut dalam sebuah pernyataan.

Single Won't Stand Down hadir bersama dengan video musik resmi yang disutradarai oleh Jared Hogan dan difilmkan di Kyiv, Ukraina. Visual tersebut menampilkan Matt Bellamy sebagai sosok tua berambut putih yang duduk tak berdaya di sebuah kursi roda, dengan tangan terikat ke sebuah alat. Karakter yang tadinya lemah, mendadak menjadi kuat hingga mampu mengendalikan seluruh orang yang berada di ruangan. Perilisan single ini memang tidak diiringi dengan pengumuman album baru Muse. Namun, Matt Bellamy memastikan bahwa bandnya saat ini sedang mengerjakan lebih banyak musik baru.

Muse adalah band rock Inggris dari Teignmouth, Devon, dibentuk pada tahun 1994. Band ini terdiri dari Matt Bellamy (vokal, gitar, keyboard), Chris Wolstenholme (gitar bass, vokal latar), dan Dominic Howard (drum).

Muse merilis album debut mereka, Showbiz, pada tahun 1999, menampilkan falsetto Bellamy dan gaya rock alternatif melankolis. Album kedua mereka, Origin of Symmetry (2001), menggabungkan instrumentasi yang lebih luas dan pengaruh klasik romantis dan membuat mereka mendapatkan reputasi untuk pertunjukan live yang energik. Album selanjutnya, Absolution (2003) melihat pengaruh klasik lebih lanjut dan merupakan yang pertama dari enam album nomor satu Inggris berturut-turut.

Album Black Holes and Revelations (2006) menggabungkan elemen elektronik dan pop, ditampilkan dalam single seperti Supermassive Black Hole, dan membawa kesuksesan internasional yang lebih luas bagi Muse. Album The Resistance (2009) dan The 2nd Law (2012) mengeksplorasi tema penindasan pemerintah dan pemberontakan sipil dan mengukuhkan Muse sebagai salah satu aksi stadion utama dunia. 

Album ketujuh mereka, Drones (2015), adalah album konsep tentang perang drone dan kembali ke suara rock yang lebih keras. Album kedelapan mereka, Simulation Theory (2018), secara menonjol menampilkan synthesizer dan dipengaruhi oleh fiksi ilmiah dan hipotesis simulasi.

Image source: Kerrang

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Rock #muse #single baru #album baru #Compliance #Will Of The People

Article Category : Super Buzz

Article Date : 06/04/2022

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

6 Comments

Comment
Julia Margaret

Julia Margaret

10/08/2025 at 22:41 PM

.
Trisna Oen

Trisna Oen

10/08/2025 at 22:51 PM

Nice info
Muhamad Saifudin

Muhamad Saifudin

30/10/2025 at 19:22 PM

Nice news!
MA Roz

MA Roz

21/01/2026 at 04:05 AM

.
Heni Oen

Heni Oen

05/02/2026 at 23:45 PM

Ok
Alief Bachtiar

Alief Bachtiar

10/02/2026 at 14:52 PM

Nice
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive