Masih ingat dengan band rock asal Kanada, Nickelback? Well, band yang sudah aktif sejak 1995 tersebut secara mengejutkan memberikan kabar terbaru soal proyek musik mereka.
Sang bassist sekaligus salah satu founder dari Nickelback, Mike Kroeger, mengabarkan bahwa mereka sedang dalam proses pengerjaan album baru. Kabar ini mengejutkan karena selama beberapa tahun terakhir ini mereka sama sekali tak melepas karya baru.
Terlebih selama pandemi melanda yang bikin pertunjukan musik banyak gagal terselenggara, nama Nickelback seolah tenggelam dalam pusaran. Namun kali ini Kroeger menegaskan bahwa dia bersama kawan-kawannya sedang dalam proses menggarap album baru.
“Itu (album baru) sedang dalam proses sekarang. Musik sedang disusun dan direkam di Kanada. Kami berada di luar sana, dan sesuatu muncul dan produser kami harus mengambil cuti," katanya tentang album yang akan datang kepada Tulsa Music Stream.
"Jadi saya mengambil kesempatan itu untuk [pulang] ke Los Angeles bersama keluarga dan menghabiskan sedikit waktu di rumah. Tapi saya akan kembali ke sana dalam beberapa minggu untuk mengerjakannya lagi,” jelasnya.
Meski sudah mengonfirmasi bahwa Nickelback sedang menggarap album baru, Kroeger tidak memberitahu kapan karya baru ini bakal dilepas. Dia menyebutkan bahwa para personel Nickelback tak membatasi atau membuat deadline terkait proses penggarapan album karena takut membuat rekaman yang tak berkualitas.
“Tanggal rilis terutama ditentukan oleh kepentingan bisnis, seperti label rekaman dan apa pun. Kami tidak memiliki salah satunya," katanya.
“Kami sudah mengelola diri selama sekitar satu tahun. Jadi, jawabannya adalah tidak. Kami melakukannya sesuai jadwal kami, dengan kecepatan kami sendiri, dan itu akan dilakukan ketika selesai. Karena kami telah meledakkan tenggat waktu di masa lalu berkali-kali. Karena kami merasa bahwa Anda dapat membuat rekaman yang bagus dan terlambat, tetapi Anda tidak dapat, atau tidak seharusnya, membuat rekaman yang buruk agar tepat waktu. Jadi kita tidak akan dikejar waktu," jelasnya.
“Dan dalam hal ini, kami tidak perlu khawatir tentang itu, karena kami memiliki jadwal kami sendiri. Kami melakukan apa yang ingin kami lakukan ketika kami ingin melakukannya. Kami membayar semuanya. Tidak ada yang bisa memberitahu kami apa yang harus dilakukan.”
Meskipun tidak ada tanggal yang ditentukan, Mike mengatakan bahwa band ini sudah membuat jadwal tur untuk musim panas mendatang.
Sebetulnya bukan kali ini Nickelback dikait-kaitkan dengan album baru. Ambil contoh pada Agustus tahun lalu ketika mereka membuat sebuah caption bertuliskan "FRIDAY 8/14". Awalnya ini dianggap kode bahwa mereka akan melepas album baru pada 14 Agustus 2020.
Namun alih-alih kegembiraan yang meluas, pengumuman itu membuat Nickelback banjir hujtan di internet. Nickelback memang kerap dipakai sebagai bahan lelucon para haters-nya. Bahkan Nickelback pun dianggap sebagai salah satu band rock paling dibenci di penjuru dunia.
Koar-koar album baru Nickelback sudah diberikan oleh sang vokalis, Chad Kroeger sejak awal 2019. Namun demikian, kabar itu tak berujung dengan progres yang dikabarkan oleh band asal Kanada tersebut.
Album terakhir yang dilepas oleh Nickelback hadir pada 2018 bertajuk Feed the Machine. Meski kerap dihujat, Nickelback menunjukkan hasil karya yang ciamik. Ini dibuktikan dengan album kesembilan mereka itu debut di posisi kelima US Billboard 200.
Single pertama dari album ini dirilis pada Februari 2017 dengan judul yang sama seperti albumnya. Kemudian single kedua Song on Fire dilepas pada 28 April. Secara umum, album ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
Di luar proses bermusik, kontroversi sempat terjadi pada Nickelback. Salah satunya perseteruan antara Chad Kroeger dengan vokalis Slipknot, Corey Taylor. Kroeger menyebut Stone Sour sebagai peniru Nickelback, kini giliran sang vokalis Stone Sour itu menyebut Chad Kroeger sebagai seorang “idiot yang berwajah seperti kaki”.
Taylor membalas pernyataan vokalis Nickelback itu lewat wawancara di Radio KPUD, Arizona (19/6). Taylor juga juga menjabat sebagai vokalis Slipknot itu membahas komentar Kroeger satu-persatu. Ia menanggapi klaim Kroeger yang menyatakan bahwa Taylor dapat menulis lagu hits dengan mudah.
“Saya tidak pernah bilang menulis lagu hits adalah hal yang mudah dilakukan. Saya juga tidak tahu (Kroeger) hidup di planet mana, sepertinya ia hidup di Planet Kroeger, dan tempat itu pasti dipenuhi ganja, karena ia adalah seorang idiot,” ucap Taylor.
Baca juga: Slipknot Akan Hadirkan Konsep Album Berbeda
Taylor berkata ia tadinya sudah siap mengomentari Kroeger, tapi ia justru berhenti ketika mulai membaca komentar yang bertebaran di dunia maya.
“Saya tidak perlu berkomentar lagi, banyak yang tidak suka padanya. Itu saja komentar saya,” ujar Taylor.
Masalah yang tersisa bagi Taylor adalah pernyataan Kroeger soal topeng yang dipakai Slipknot. Kroeger menyebut pilihan tersebut sebagai gimmick atau pencitraan untuk pemasaran album dan penjualan tiket konser Slipknot.
“Dia bebas bicara berkomentar apa saja, yang pasti saya sudah pernah dipilih sebagai ‘Sexiest Dude In Rock’ walau memakai topeng. Sementara dia sudah dua kali terpilih sebagai 'Ugliest Dude In Rock' walau tidak memakai topeng,” tegas Taylor.
Walau demikian, Taylor mengatakan ia tak punya masalah dengan personel Nickelback yang lain. Ia mengaku berteman dengan bassis Nickelback sekaligus adik Chad, Mike Kroeger.
“Inilah yang membuat saya sulit berkomentar tentang Nickelback, karena tak ada satupun dari mereka yang bermasalah dengan Stoner Sour. Masalahnya adalah dia (Kroeger). Jadi, lebih baik Anda (Kroeger) diam dan meringkuk di kasur dengan bantal Hello Kitty”, ucap Taylor.
Image source: Shutterstock
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 24/08/2021
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Charlie Hutabarat
02/05/2025 at 17:34 PM