Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Enam Label Rekaman Independen Indonesia Pilihan SUPERMUSIC

Bagi kalian pendengar rilisan dan album-album musisi independen lokal, ada satu fenomena tersembunyi yang kelamaan mencolok mata: labelnya kok ganti-ganti terus?! Dari sejumput masalah, keuntungan dan benang merah di kancah musik Indonesia, elemen yang satu ini memang sering terlupakan. Tapi, kalau mereka-mereka ini enggak ada, yakin kita sebagai pendengar juga skip rilisan lokal yang oke punya.

Sementara era 2000 dipegang kuartet Fast Forward, Aksara, Rottrevore dan Demajors, di dekade 2010 makin banyak label rekaman independen yang muncul atau gulung lapak. Di artikel kali ini, SUPERMUSIC bakal kasih kalian contekan buat ngulik album-album dan label lokal jagoan selama sepuluh tahun kemarin. Lezgo!

1. Kolibri Rekords
Who: Sekelompok pemuda(i) dari suburban satelit Jakarta, banyak yang bilang ada di spektrum sound Captured Tracks. Singkatnya: musik tenang yang bikin gerak (dikit), buat kalian yang kupingnya nempel ke Beach Fossils, DIIV dan sebangsanya.

Essential Releases: Bedchamber - Perennial (2014), Grrl Gang - Not Sad, Not Fulfilled (2018), Low Pink - Phases (2016) & Jirapah - Planetatrium (2019)

2. Anoa Records
Who: Pendeknya: Peter Walaandouw. Panjangnya: kolase college rock, punk rock ramah, flannel, blogspot, playlist alternatif sore-sore atau pemanasan berangkat ke bar sempit. Buat kalian yang terlalu kecanduan Fugazi, Husker Du sambil tipis-tipis koleksi t-shirt shoegaze 90-an.

Essential Releases: Seaside - Undone (2013), Holy Noise - Indonesian Shoegazer Compilation (2015), Barefood - Milkbox (2017) & Damascus - Superblaster (2019)

3. Orange Cliff Records
Who: Musik-musik di tepian hasil kuratorial dari Bandung Utara: heavy rock berbumbu psikedelik/space rock, solois perempuan French Pop, elektronika berdecit sampai ke prog-rock instrumental dan jazz/New Age/noise. Lengkap bukan? Label ini cocok buat kalian yang suka Autechre tapi kadang (masih suka) nyetel Dead Meadow menjelang maghrib.

Essential Releases: Bin Idris - ST (2016) & Mahabharata (2012-2019), Sigmun - Cerebro (2013) & Crimson Eyes (2016), KUNTARI - Black Shirt Attracts More Feather (2020)

4. Lawless Jakarta Records
Who: Bagian paling seru dan underrated dari Lawless-Entertainment Complex di sebuah pengkolan Kemang, Jakarta Selatan. Heavy metal ngebut, post-punk kuburan, horror punk feat. pocong dan sludge sadis. Tentunya label ini buat kalian yang suka ke Lawless (duh!), dari belanja sambil ngemil sampai motor lupa parkir di sebelah mana. Kalau ada yang tanya rock dan metal Indonesia ke mana, coba suruh ke sini saja.

Essential Releases: Godplant - Turbulensi (2018), Kelelawar Malam - Jalan Gelap (2017), Hurt 'Em - Condolence (2017), Pelteras - Meranggas/Pusaran (2017)

5. Grimloc Records
Who: Slogan label ini adalah “Bring the Noise Like Its 88”, atau kode pos kandang hip-hop jeep beats dan boom bap paling garang sepuluh tahun belakangan di Indonesia. Kolektif/koperasi berbentuk label rekaman asal Bandung ini adalah garapan muka-muka lama (ingat Homicide dan D’Army?), jadi, segala rilisannya tentu old school cool atau sekaligus instant classic. Penasaran? Sudah seharusnya.

Essential Releases: Semua EP Homicide, Hark! It’s A Crawling Tar-Tar - Dorr Darr Gelap Communique (Rerelased), Flukeminimix - Between Spaces Into Space (2015) & Krowbar - Swagton Nirojim (2018)

6. Yes No Wave Music
Who: Save the best for the last. Netlabel paling menarik di pulau Jawa sejak 2007 yang bermarkas di Yogyakarta ini sukses menjodohkan pelantun vokal Rully Shabara dan multi-instrumentalis bambu Wukir Suryadi menjadi Senyawa, memberi ruang buat Zoo menyelesaikan epiknya, menggali arsip dan merekam ulang lagu-lagu Dialita, memperkenalkan Bvrtan ke telinga kita, melepas satu-satunya album duo dark folk Rabu, hingga berhasil merekam ulang materi proto-funkot Barakatak. Cara terbaik membuang waktu luang adalah dengan menggali katalog Yes No Wave.

Essential Releases: Kelelawar Malam - Desmodus Totundus (2009), Bvrtan - Pemuja Sawah Tebu (2011), semua rilisan Zoo dan Senyawa (dan semua proyek Rully Shabara dan Wukir Suryadi), Barakatak - Bergoyang Again (2019), Rabu - Renjana (2013), Frau - Starlit Carousel (2010), Dialita - Dunia Milik Kita, dan Gabber Modus Operandi.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#label rekaman independen #Indonesia #kolibri rekords #anoa records #Orange Cliff Records #Lawless Jakarta Records #grimloc records #yes no wave music #Feature

Article Category : Super Buzz

Article Date : 24/03/2020

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

14 Comments

Comment
Smard man

Smard man

20/01/2025 at 09:16 AM

Nice infonya...........
WARNO WARNO

WARNO WARNO

13/02/2025 at 10:43 AM

Essential Releases: Kelelawar Malam - Desmodus Totundus (2009), Bvrtan - Pemuja Sawah Tebu (2011), semua rilisan Zoo dan Senyawa (dan semua proyek Rully Shabara dan Wukir Suryadi), Barakatak - Bergoyang Again (2019), Rabu - Renjana (2013), Frau - Starlit Carousel (2010), Dialita - Dunia Milik Kita, dan Gabber Modus Operandi.
Agus Samanto

Agus Samanto

19/02/2025 at 00:01 AM

mantap
DEVI TRI HANDOKO

DEVI TRI HANDOKO

24/02/2025 at 17:07 PM

6 Label Rekaman Independen Berpengaruh di Indonesia
SRI YAYA ASTUTI

SRI YAYA ASTUTI

11/04/2025 at 13:15 PM

6 Label Rekaman Independen Berpengaruh di Indonesia
SEPTIAN DWI NUGROHO

SEPTIAN DWI NUGROHO

11/04/2025 at 16:44 PM

6 Label Rekaman Independen Berpengaruh di Indonesia
Budi Nurcahyo

Budi Nurcahyo

14/04/2025 at 08:19 AM

6 Label Rekaman Independen Berpengaruh di Indonesia
Sainuddin

Sainuddin

17/04/2025 at 15:42 PM

bagus sekali
Lukman Hakim

Lukman Hakim

19/04/2025 at 09:53 AM

6 Label Rekaman Independen Berpengaruh di Indonesia
Brawijaya Hutabarat

Brawijaya Hutabarat

05/05/2025 at 21:14 PM

Coll
AyuRL Ningtyas

AyuRL Ningtyas

27/07/2025 at 16:24 PM

Leli Mustika Krisliani

Leli Mustika Krisliani

27/08/2025 at 08:54 AM

6 Label Rekaman Independen Berpengaruh di Indonesia
GRACE JELIA PUTRI TADETE

GRACE JELIA PUTRI TADETE

01/09/2025 at 05:49 AM

Good
Nadine Syawalsa Primbisky Nanadd

Nadine Syawalsa Primbisky Nanadd

13/02/2026 at 12:31 PM

good article
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive