Musik relaksasi memiliki beragam manfaat. Selain mampu meningkatkan kesehatan mental, terapi musik dengan musik relaksasi juga diyakini dapat memperbaiki kualitas hidup seseorang yang memiliki masalah kesehatan fisik. Musik relaksasi umumnya merupakan musik dengan tempo yang lambat dan instrumen melodik, misalnya piano. Akan tetapi, ada juga jenis-jenis musik lain yang digunakan untuk musik relaksasi.
Manfaat Musik Relaksasi
Musik relaksasi memiliki efek yang beragam pada tubuh dan pikiran, seperti mempengaruhi pernapasan dan detak jantung, memicu pelepasan hormon, merangsang sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan pusat kognitif dan emosional otak.
Mendengarkan musik relaksasi sebelum tidur dapat membantu Anda menyetel tubuh ke “mode tidur” baik secara fisik maupun psikologis. Sebagai alat untuk memperbaiki tidur, musik relaksasi dapat membuat kondisi tubuh rileks dengan:
- Memperlambat pernapasan
- Menurunkan detak jantung
- Menurunkan tekanan darah
- Menenangkan sistem saraf
- Meredakan ketegangan otot
- Memicu pelepasan hormon untuk tidur, termasuk serotonin dan oksitosin
- Mengurangi hormon-hormon penghalang tidur, seperti kortisol
Menurut penelitian, mendengarkan musik relaksasi menjadi tindakan yang efektif dalam mengurangi masalah tidur. Salah satu jenis musik relaksasi adalah musik klasik. Di samping itu, musik relaksasi juga dapat mengurangi stres dan kecemasan. Akan tetapi, jangan memakai earphone ketika mendengarkan musik saat akan tidur karena bisa membuat tidak nyaman dan melukai saluran telinga jika Anda sedang berguling.
Hal yang harus dilakukan sebelum mendengarkan musik relaksasi
Sebelum mendengarkan musik relaksasi, Anda dapat menenangkan pikiran dan membuat tubuh lebih rileks dengan mandi air hangat. Selanjutnya, matikan tv, laptop atau hal lain yang membuat pikiran Anda sulit tenang.
Selain itu, Anda juga harus menciptakan suasana tidur yang nyaman. Pastikan tempat tidur bersih dan rapi, serta gunakan lampu tidur dengan cahaya yang remang-remang guna merangsang Anda agar mengantuk.
Saat mendengarkan musik relaksasi, ketika berbaring cobalah untuk bernapas dalam-dalam selama 4 detik, ulangi hingga Anda merasa detak jantung melambat dan pikiran mereda. Cocok banget buat kalian yang sering overthinking sebelum tidur. Lepaskan segala kekhawatiran dan beban pikiran yang Anda rasakan. Jangan sampai kemelut dalam pikiran Anda mempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur yang Anda miliki.
Beberapa Jenis Musik Relaksasi
Tentu saja tidak semua musik dan suara dapat membantu kalian mengatasi overthinking. Karena itu, ada beberapa jenis yang sebaiknya kalian dengar jika benar-benar ingin mencoba manfaatnya. Ini dia beberapa musik relaksasi yang bisa coba dengarkan.
-
Musik Relaksasi: Singing Bowl
Singing bowl bisa menjadi musik relaksasi andalan. Singkatnya, musik relaksasi ini adalah suara-suara yang datang mangkok-mangkok logam yang serupa dengan gong atau gamelan, tetapi tidak memiliki irama. Untuk mengeluarkan suaranya, singing bowl umumnya dibunyikan dengan mengelus ujung mangkok dan memukulnya. Hal ini biasa digunakan untuk meditasi karena memproduksi suasana yang tenang. Mengikuti suara yang dikeluarkan dari mangkok, getaran dan nadanya melambatkan pernapasan, gelombang otak serta detak jantung.
-
Musik Relaksasi: Musik Klasik
Para peneliti juga merekomendasikan musik klasik sebagai musik relaksasi. Salah satunya adalah lagu klasik dari komposer kenamaan, Mozart, Canzonetta Sull’aria. Lagu klasik sebagai musik relaksasi ini menyematkan vokal perempuan sebagai ambien dan komposisi musik matematis yang dirancang agar bisa dicerna oleh otak. Selain itu, lagu klasik ini juga menjadi salah satu lagu yang tidak rumit untuk didengarkan. Sehingga orang yang belum begitu suka musik klasik masih bisa mendengarkan lagu ini dengan baik.
-
Musik Relaksasi: Garpu Tala
Sejatinya, garpu tala lebih sering digunakan sebagai properti instrumen untuk mengatur nada, bahkan sebagai alat pendeteksi keretakan tulang oleh para ahli ortopedis. Kini, getaran yang dihasilkan oleh garpu tala tersebut dapat dipakai oleh para terapi suara untuk meningkatkan penghantaran energi kepada bagian tubuh yang sedang tahap pemulihan. Getarannya menghasilkan suasana yang cocok sebagai musik relaksasi, menyeimbangkan kembali sistem saraf serta meningkatkan energi fisik.
-
Musik Relaksasi: Enya - Watermark
Di samping lagu instrumental, musik relaksasi juga bisa didengarkan dari ranah lagu pop balada. Lagu Watermark dari Enya misalnya, bisa menjadi pilihan yang oke banget. Enya merupakan penyanyi asal Irlandia yang punya karakteristik vokal mezzo-soprano. Vokal dari penyanyi ini sendiri dianggap punya elemen musik relaksasi yang kuat karena terdengar lembut.
Dalam melengkapi vokalnya, musik yang ditulis pun arus bisa memberi keseimbangan. Maka hal tersebut yang jadi alasan kuat bagi para peneliti memilih musik relaksasi ini. Selain itu, lagu dari Enya tersebut juga punya elemen chorus dari synthesizer yang menyerupai white noise, sebuah elemen suara yang dapat memberi ketenangan, untuk relaksasi hingga membantu orang untuk tidur dengan lelap.
-
Musik Relaksasi: Electra - Airstream
Pilihan musik relaksasi selanjutnya juga datang dari ranah ambient atau instrumental lainnya. Lagu Airstream dari Electra. Komposisi musik relaksasi ini sangat tepat karena digarap dengan tempo 60 hingga 65 BPM. Tempo tersebut dinilai membantu menurunkan kecepatan detak jantung seseorang untuk mengurangi kadar stres dalam menjalankan tugas yang diberikan.
Selain itu, lagu Airstream ini juga dipilih karena memiliki elemen musik hiphop yang cukup umum didengar banyak orang. Konsep suara yang familiar jadi salah satu faktor pemilihan musik relaksasi agar para partisipan tidak perlu beradaptasi dengan musik relaksasi baru yang mereka dengarkan, Superfriends.
Image source: Shutterstock
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 28/03/2022
6 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Agus Sungkawa
20/09/2024 at 18:37 PM
O Heni
08/11/2024 at 18:51 PM
Vivi
17/05/2025 at 11:49 AM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
13/09/2025 at 00:17 AM
Muhamad Saifudin
05/11/2025 at 17:37 PM
Yogi Putra Pratama
19/02/2026 at 21:24 PM