Evanescence hadir untuk melepas kerinduan para penggemar mereka akan sebuah konser musik. Unit veteran rock asal Arkansas ini mengumumkan bakal menggelar konser virtual.
Ini akan menjadi konser virtual pertama bagi Evanescence sejak pandemi COVID-19 mewabah. Konser dengan tajuk Evanescence: A Live Session From Rock Falcon Studio akan tayang perdana pada Sabtu (5/12/2020) mulai pukul 16.00 waktu Amerika Serikat, kemudian pada Selasa (8/12) pukul 23:59 waktu setempat.
Evanescence sebelumnya dijadwalkan melangsungkan tur internasional pada awal 2020, namun rencananya tersebut harus ditunda lantaran pandemi. Oleh karena itu, untuk mengobati kerinduan para penggemarnya, Evanescence melangsungkan konser secara virtual seperti kebanyakan yang dilakukan band-band lain.
Konser virtual ini dilangsungkan dari tempat terpisah oleh masing-masing personel Evanescence mulai dari Nashville, Sacramento, hingga Jerman. Selain itu, konser virtual ini bertujuan untuk mempromosikan album Evanescence berikutnya dengan tajuk The Bitter Truth dan beberapa lagu lawas favorit para penggemarnya.
Evanescence sendiri telah merilis tiga single dari album The Bitter Truth yaitu "Wasted on You," "The Game Is Over," dan single radio mereka saat ini "Use My Voice." Sebagai preview diam-diam, Evanescence merilis video saat mereka memainkan "Use My Voice" di Rock Falcon Studio pertengahan November lalu.
Sementara itu, lagu "Wasted on You" mendapatkan nominasi MTV Video Music Awards dalam kategori Rock Terbaik. Adapun, untuk tanggal resmi perilisan dari album selanjutnya Evanescence belum diumumkan.
"Kami merekam sejumlah lagu pada bulan Februari dan Maret. Itulah mengapa ada beberapa lagu baru yang akhir-akhir ini ingin kami bahas. Tapi, album kami selanjutnya memang masih proses," kata sang vokalis Evanescence, Amy Lee, dilansir ABC.
Lee menambahkan bahwa dia merasa "lebih produktif" dengan pendekatan lagu demi lagu, yang juga membuatnya menulis lirik-lirik yang sesuai dengan apa yang terjadi dalam dirinya dan lingkungan sekitarnya.
"Ini pekerjaan yang berat. Saya merasa ada banyak pekerjaan di depan saya dan semua orang menunggu, tapi, saya tidak tahu, saya tidak ketakutan. Rasanya saya melakukan sesuatu yang benar," ujarnya.
Belum ada tanggal pasti tentang kapan album baru Evanescence. Namun, konsep melepas satu per satu single di dalam album barunya nanti, disebut Amy Lee memberi warna baru dalam perjalanan karier Evanescence.
“Kami masih menggarap pengerjaan album baru. Kami belum memiliki tanggal rilis, tapi saya ingin melihatnya seperti yang terjadi sekarang (merilis single satu per satu)," ujar Amy Lee.
“Ide di balik semua ini adalah selalu memutar satu lagu pada satu waktu, merilisnya secara real time dengan para penggemar saat masih berlangsung dan masih segar dan lebih hidup di momen lainnya. Jadi, album ini tetap akan dirilis. Konsep ini adalah bagian darinya."
"Kita hidup di dunia baru di mana tidak hanya tentang melepas setumpuk lagu sekaligus. Orang tidak selalu mengonsumsi musik seperti itu. Saya masih ingin membuat album, itu adalah bagian dari diri kami dan menurut saya itu penting bagi penggemar kami, jadi kami melakukannya," tegasnya.

Tentang Evanescence
Evanescence adalah band rock yang terbentuk di Little Rock, Arkansas pada 1995. Fondasi utama terbentuknya band ini adalah Amy Lee yang mengisis posisi vokal dan pinist serta Ben Moody sebagai gitaris.
Awalnya mereka bereksperimen untuk nama band seperti menggunakan nama Childish Intentions dan Stricken, sebelum akhirnya memilih Evanescence yang memiliki arti menghilang atau pergi secara perlahan. Untuk memulai kariernya, Evanescence merilis tiga mini album dalam kurun waktu 1998 hingga 2003.
Setelah 2003, formasi Evanescence semakin lengkap dengan beranggotakan Amy Lee dan kawan-kawan dari Ben Moody seperti John LeCompt, Rocky Gray, dan Will Boyd. Mereka semua ikut ambil bagian dalam pengerjaan lagu-lagu awal dari Evanescence dan dalam perilisan album perdana bertajuk Fallen pada 2003.
Dua lagu di album ini, My Immortal dan Bring Me to Life, menjadi hits pada saat itu. Album debut Evanescence pun mampu bertahan selama 43 minggu di Billboard Top 10 dan mendapat 7 sertifikat platinum di Amerika Serikat dan terjual lebih dari 17 juta kopi di seluruh dunia.
Prestasi album perdana Evanescence tak hanya itu. Fallen tercatat berada di Billboard 200 selama 104 minggu dan menjadi salah satu dari delapan album dalam sejarah yang bisa berada di Billboard Top 50 dalam kurun waktu satu tahun.
Setelah sukses besar di album perdananya, Evanescence baru kembali merilis album kedua tiga tahun setelahnya atau pada 2006 dengan tajuk The Open Door. Meski tak sesukses album pertama, album kedua Evanescence berhasil terjual lebih dari 5 juta kopi di seluruh dunia.
Cukup lama jeda waktu yang dibutuhkan Evanescence dalam melanjutkan karya mereka. Terhitung butuh lima tahun bagi mereka untuk merilis album studio ketiga dengan tajuk nama band sendiri (self-titled) pada 2011. Bahkan, untuk menuju album keempatnya, Synthesis, Evanescence menghabiskan waktu enam tahun setelah rilis pada 2017.
Lantas, The Bitter Truth tercatat akan menjadi album studio kelima Evanescence yang bakal dirilis ke pasaran. Menarik dinantikan, nuansa dan warna musik seperti apa yang bakal diberikan oleh band rock yang punya ciri khas suara vokal wanita ini.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 10/12/2020
4 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Agus Samanto
01/02/2025 at 08:15 AM
Agung Sutrisno
28/04/2025 at 19:52 PM
Alriz .
05/09/2025 at 12:44 PM
Maoreen Lokito
07/03/2026 at 18:14 PM