Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Equal Vision Records: Rumah untuk Musik Punk hingga Rock Psychedelic

Semangat did it yourself (DIY) telah membawa Ray Cappo menuju perjalanan yang luar biasa di industri musik. Berawal dari upaya merilis karya-karya musik dari band garapannya di tahun 1991, Ray Cappo akhirnya mendirikan sebuah label rekaman indie yang berbasis di New York Amerika Serikat dengan nama Equal Vision Records (EVR).

Kisah ini bermula ketika Ray Cappo hengkang dari band hardcore punk Youth of Today pada 1990. Sebagai bentuk perpisahan, Ray Cappo dan Youth of Today merilis mini album berisikan empat lagu. Ketika sudah tak lagi bersama Youth of Today, Ray Cappo mulai tertarik memperdalam kepercayaan Hindu.

Ray Cappo lantas memutuskan untuk membuat sebuah album sebagai bentuk ekspresi atas keyakinannya di bawah naungan band baru bernama Shelter. Karena pesan-pesan yang berorientasi pada agama Hindu dalam liriknya, subgenre Shelter telah dijuluki oleh beberapa orang sebagai krishnacore.

Dalam upayanya merilis karya-karya dari Shelter, Ray Cappo kemudian membentuk label rekaman Equal Vision Records. Di bawah naungan label rekamannya, Ray Cappo merilis beberapa single dan album Shelter seperti album keempat bertajuk Quest for Certainty pada 1992.

Seiring waktu Ray Cappo menjadi sangat sibuk dengan Shelter untuk menjalani serangkaian tur hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjual Equal Vision Records kepada koleganya. Tidak lain tidak bukan, orang yang melanjutkan tongkat estafet label ini adalah manajer Equal Vision Records saat itu, Steve Reddy.

Alasan lain Ray Cappo akhirnya memutuskan melepas tampuk kepemimpinannya. Saat itu, Equal Vision Records yang didanai sendiri olehnya mulai menemui kesulitan dalam menjalankan operasional perusahaan. Dari sana, Ray Cappo memutuskan Equal Vision akan lebih baik dijalankan oleh seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengabdikan 100 persen dari waktunya untuk label.

https://www.instagram.com/p/CMfoH6Xsy3J/

“Setelah tur Youth of Today terakhir, Ray pindah ke India untuk sementara waktu dan saya tinggal di kuil Krishna,” kenang Reddy yang dilansir dari laman resmi Equal Vision.

“Saya ingin menikah dan saya harus mencari cara untuk mencari nafkah bagi diri saya sendiri. Sementara itu, Ray memulai Shelter dan saat mereka membuat rekaman kedua, mereka muncul dengan ide agar saya menjalankan label sehingga mereka dapat fokus pada band, dan itulah cara saya terlibat," ujarnya.

Equal Vision yang pada awalnya dianggap sebagai rumah bagi album Ray Cappo bersama Shelter serta berbagai artis lain yang dipengaruhi oleh Krishna Conscious dalam dunia musik hardcore, mulai memperluas fokusnya dan variasi band yang lebih luas.

“Ide awal saya adalah kami akan berpegang teguh pada apa yang kami yakini. Kami adalah band yang beraliran Krishna, jadi apa? Kami akan menggelar pertunjukan dan mulai bernyanyi dan membagikan makanan. Itu saja. Tapi kemudian saya kehilangan Shelter yang menandatangani kontrak dengan (label rekaman) Roadrunner, jadi kami harus mengambil pendekatan yang berbeda karena tidak banyak band Krishna yang ada," jelas Reddy.

"Jika kami ingin bertahan, kami harus mencoba sesuatu yang berbeda. Saya akhirnya bertemu Josh Louka dari Shift dan sangat menyukai bandnya. Saya meyakinkan dia untuk mengizinkan kami mengeluarkan rekamannya. Mereka bergabung dengan kami dan rekaman itu membuat bola menggelinding dalam hal masuknya band-band non-Krishna (di Equal Vision),” ungkapnya.

Melalui tangan dingin Reddy membikin Equal Vision Records menjadi salah satu label hardcore utama di tahun 90-an dengan merilis band-band bawah tanah macam 108, Ten Yard Fight, One King Down, Bane, hingga Converge. Titik balik bagi Equal Vision Records ketika merilis album debut band melodic hardcore Save The Day pada 1998.

Rilisan itu membantu Equal Vision Records beranjak keluar dari skena hardcore underground dan masuk ke era emo dan post-hardocre yang di pertengahan 90-an sedang berkembang.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Equal Vision Records (@equalvision)

 

"Ketika saya pertama kali bekerja untuk Equal Vision Records pada 1998, album Save the Day pertama telah dirilis beberapa bulan sebelumnya dengan respons yang beragam,” kenang manajer EVR Dan Sandshrew.

“Sejak itu label ini telah berkembang keluar dari dunia hardcore menuju setiap genre musik. Keragaman yang ada di dalam label adalah kunci pertumbuhan EVR. Label apa pun yang berfungsi dalam satu genre tertentu sedang menyiapkan dirinya untuk menjadi sarang merpati (stagnan),” ujarnya.

Perkembangan signifikan Equal Vision Records memang didukung oleh keberanian mereka menaungi berbagai macam genre musik dan mengikuti perkembangan dan dinamika industri musik. Hal ini dibuktikan ketika mereka mengeluarkan album debut Coheed & Cambria "The Second Stage Turbine Blade pada tahun 2002.

Dari situ, EVR terus berkembang dengan merilis band-band macam Armor For Sleep, Fear Before the March of Flames, The Fall of Troy, Chiodos, Circa Survive, dan band-band populer tahun 2000-an lainnya, sambil tetap setia pada akar mereka dengan lebih banyak rilisan hardcore underground dan post-hardcore seperti American Nightmare, Boysetsfire, hingga Hot Cross.

Pada akhir 2000-an, Equal Vision Records semakin bercabang dan mulai memasuki ranah folk dan rock psychedelic dengan rilis dari The Snake The Cross The Crown, Portugal. The Man, hingga Dear and the Headlights.

Untuk terus mengikuti perkembangan arus musik, pada 2015 Equal Vision Records bekerja sama dengan produser Will Putney untuk meluncurkan Graphic Nature Records sebagai label imprint dari EVR. Langkah ini bikin EVR bisa merekrut band baru menjanjikan seperti All Get Out, Capsize, Glacier Veins, Lume. Selain itu, EVR membantu menghidupkan kembali karier band-band post-hardcore tahun 2000-an seperti Hopesfall dan As Cities Burn.

Kini Equal Vision Records sudah beroperasi selama 30 tahun. Bagi Reddy kunci sukses perjalanan label rekaman buatan Ray Cappo itu adalah mampu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman antara label dengan artis.

“Saya ingin band memiliki pengalaman yang baik dengan Equal Vision. Uang apa pun yang dihasilkan tidak cukup untuk menutupi kesan jika seseorang disakiti. Memiliki pengalaman yang baik dari kedua belah pihak adalah tujuannya," ungkap Reddy.

“Saya tidak pernah terpikirkan untuk membuat label selama ini dan menjadi sebesar ini. Saya berhutang budi kepada orang-orang yang sangat peduli dengan label seperti saya — karyawan disini dan band yang mengambil kesempatan untuk mengejar keahlian mereka," pungkasnya.

 

Image source: Instagram/Equal Vision Records/Ray Cappo

ARTICLE TERKINI

Tags:

#genre: punk # ray cappo # equal vision records # punk # hardcore punk # post-hardcore # emo # rock psychedelic.

Article Category : Super Buzz

Article Date : 16/04/2021

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

51 Comments

Comment
Zahra Zahra

Zahra Zahra

26/01/2025 at 10:35 AM

Gua suka artikelnya
nurhayat nurhayat

nurhayat nurhayat

26/01/2025 at 10:35 AM

Gua suka artikelnya
promotorrai promotorrai

promotorrai promotorrai

26/01/2025 at 10:35 AM

Gua suka artikelnya
susiaatuti516 susiaatuti516

susiaatuti516 susiaatuti516

26/01/2025 at 10:35 AM

Gua suka artikelnya
agustrisandi2134 agustrisandi2134

agustrisandi2134 agustrisandi2134

26/01/2025 at 10:42 AM

Gua suka artikelnya
landadaratu Wulandari

landadaratu Wulandari

26/01/2025 at 10:42 AM

Gua suka artikelnya
ayurahani ayurahani

ayurahani ayurahani

26/01/2025 at 10:42 AM

Gua suka artikelnya
rajadongen rajadongen

rajadongen rajadongen

26/01/2025 at 10:42 AM

Gua suka artikelnya
dedek.marketing dedek.marketing

dedek.marketing dedek.marketing

26/01/2025 at 10:49 AM

Gua suka artikelnya
dewanagung dewanagung

dewanagung dewanagung

26/01/2025 at 10:49 AM

Gua suka artikelnya
Suratmi Suratmi

Suratmi Suratmi

26/01/2025 at 10:49 AM

Gua suka artikelnya
datukmarin datukmarin

datukmarin datukmarin

26/01/2025 at 10:49 AM

Gua suka artikelnya
pipin187 pipin187

pipin187 pipin187

26/01/2025 at 10:59 AM

Gua suka artikelnya
rismad rismad

rismad rismad

26/01/2025 at 10:59 AM

Gua suka artikelnya
Imam Muslim

Imam Muslim

26/01/2025 at 10:59 AM

Gua suka artikelnya
dikagarinil dikagarinil

dikagarinil dikagarinil

26/01/2025 at 10:59 AM

Gua suka artikelnya
myiphone507 myiphone507

myiphone507 myiphone507

26/01/2025 at 11:07 AM

Gua suka artikelnya
lalaulalau lalaulalau

lalaulalau lalaulalau

26/01/2025 at 11:07 AM

Gua suka artikelnya
fariznaufalalej fariznaufalalej

fariznaufalalej fariznaufalalej

26/01/2025 at 11:07 AM

Gua suka artikelnya
deliagempita deliagempita

deliagempita deliagempita

26/01/2025 at 11:07 AM

Gua suka artikelnya
myiphone507 myiphone507

myiphone507 myiphone507

26/01/2025 at 11:11 AM

Gua suka artikelnya
Tiurnatalia Manalu

Tiurnatalia Manalu

13/02/2025 at 21:52 PM

Like
DEVI TRI HANDOKO

DEVI TRI HANDOKO

15/02/2025 at 13:58 PM

Equal Vision Records: Rumah untuk Musik Punk hingga Rock Psychedelic
EDI SASONO

EDI SASONO

17/02/2025 at 11:43 AM

Equal Vision Records: Rumah untuk Musik Punk hingga Rock Psychedelic
Mursalim m

Mursalim m

15/05/2025 at 14:55 PM

bagus
Agus Sungkawa

Agus Sungkawa

03/06/2025 at 09:05 AM

info menarik
FITA RUSMAWATI

FITA RUSMAWATI

05/06/2025 at 08:07 AM

Equal Vision Records: Rumah untuk Musik Punk hingga Rock Psychedelic
zakief Nazmudin

zakief Nazmudin

06/06/2025 at 08:32 AM

Gua suka artikelnya
Ald /

Ald /

06/07/2025 at 19:35 PM

Nice info
Leli Mustika Krisliani

Leli Mustika Krisliani

03/09/2025 at 08:57 AM

Equal Vision Records: Rumah untuk Musik Punk hingga Rock Psychedelic
Sofi .

Sofi .

07/10/2025 at 18:43 PM

Bagus
Lala

Lala

19/01/2026 at 04:44 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Aan Saputra

Aan Saputra

19/01/2026 at 04:44 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Syahdan

Syahdan

19/01/2026 at 04:44 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Mulyanto Mulyanto

Mulyanto Mulyanto

19/01/2026 at 04:44 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Ratni Ratni

Ratni Ratni

19/01/2026 at 05:01 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Kezia

Kezia

19/01/2026 at 05:01 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Ayu

Ayu

19/01/2026 at 05:01 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Nelly Wardani

Nelly Wardani

19/01/2026 at 05:02 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Imam Wahyudi

Imam Wahyudi

19/01/2026 at 05:12 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Slamet

Slamet

19/01/2026 at 05:12 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Salwa

Salwa

19/01/2026 at 05:12 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Erza Apriliyanti

Erza Apriliyanti

19/01/2026 at 05:12 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Rio

Rio

19/01/2026 at 05:20 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Upit Sarimana

Upit Sarimana

19/01/2026 at 05:20 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Sella

Sella

19/01/2026 at 05:20 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Neni Sriani

Neni Sriani

19/01/2026 at 05:20 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Adi

Adi

19/01/2026 at 05:28 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Dwi Septiani

Dwi Septiani

19/01/2026 at 05:28 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Aidil

Aidil

19/01/2026 at 05:28 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Riona Alpeni

Riona Alpeni

19/01/2026 at 05:28 AM

Ketika dalam suatu perjuangan ada tantangan yang besar, berarti dalam
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive