Setelah terakhir kali Arctic Monkeys mengejutkan para penggemarnya dengan album berkonsep sinematis, Tranquility Base Hotel & Casino di tahun 2018. Kini sang penabuh drum, Matt Helders pun mulai buka suara tentang rencana album lanjutan dari Arctic Monkeys. Matt Helders mengungkapkan bahwa Arctic Monkeys sudah mempersiapkan berbagai macam aspek untuk merilis album baru di tahun 2022 mendatang.
Rencana hadirnya album terbaru dari Arctic Monkeys ini akan jadi album ketujuh dari perjalanan karier band rock asal Inggris tersebut. Matt Helders menyatakan bahwa proses produksi album terbaru dari Arctic Monkeys ini secara jadwal sudah rampung dilakukan oleh seluruh anggota bandnya. Saat ini, band rock asal Inggris tersebut tengah mempersiapkan aspek penyempurnaan dan juga perumusan jadwal tur di musim panas mendatang.
Kabar mengenai rampungnya album baru dari Arctic Monkeys ini pun selaras dengan informasi yang diungkapkan oleh sang manager di bulan Januari lalu. Di awal tahun, sang pengurus di dalam tubuh Arctic Monkeys sempat mengungkap bahwa anak asuhannya tengah sibuk di studio untuk menulis dan juga memproduksi lagu untuk kebutuhan album ketujuh mereka. Meskipun begitu, Matt Helders pun mengungkapkan bahwa proses rekaman di awal tahun Arctic Monkeys masih merasa kesulitan untuk beraktivitas bersama di tengah regulasi terkait pandemi di Inggris. Akhirnya pada bulan Agustus lalu, proses rekaman tersebut pun dilanjutkan secara bersama-sama.
Kabar tentang album baru dari Arctic Monkeys ini dibuka oleh Matt Helders ketika dirinya menghadiri acara Drumathon, produksi BBC. Dalam acara tersebut, penabuh drum dari Arctic Monkeys tersebut membuka sesi dengan mengajarkan dasar-dasar permainan drum dan juga ciri khas dirinya dalam bermusik. Selanjutnya, di dalam acara tersebut, Matt Helders memenuhi kewajiban wawancara bersama Rick Edwards yang menanyakan tentang proses pengerjaan album terbaru dari Arctic Monkeys.
Terkait warna musik yang coba dibawakan untuk album terbaru Arctic Monkeys, Matt Helders menjelaskan bahkan ada perubahan sedikit. Menurut sang penabuh drum, sudah jadi tradisi dari Arctic Monkeys untuk mengambil karakteristik musik dari album sebelumnya dan kembali dikembangkan untuk karya yang akan datang. Hal tersebut pun kembali dilakukan sejak bulan Agustus lalu oleh Alex Turner cs. Matt Helders mengakui bahwa setiap saat dirinya bersama Arctic Monkeys ingin selalu menampilkan warna musik yang berbeda. Namun di saat yang bersamaaan, mereka ingin para pendengar mengetahui bahwa yang mereka dengarkan adalah karya dari Arctic Monkeys.
Realisasi konsep tersebut dianggap sebagai perjalanan panjang dan cukup menguras kreativitas oleh Matt Helders. Namun, untuk tetap menyajikan hal yang berbeda dalam wadah yang serupa merupakan kunci yang membatu Arctic Monkeys tetap kreatif. Hal ini didasari oleh kurangnya antusias para penggemar dengan album ketiga Arctic Monkeys, Humbug yang dirasa sangat mengubah karakteristik band rock asal Inggris tersebut secara keseluruhan.
Di luar aktivitasnya dalam merealisasikan album ketujuh, di tahun 2021 ini Arctic Monkeys juga mengikuti kegiatan amal bersama kelompok musik ternama lainnya. Arctic Monkeys, Coldplay, Sonic Youth, IDLES, The Who, hingga The Clash adalah beberapa musisi yang ikut menyumbang vinyl langka karya mereka untuk kegiatan pameran amal.
Acara pameran amal ini diadakan oleh Helium London, galeri seni yang berbasis di London Inggris, dengan bantuan Pavement Licker sebagai kurator. Bertajuk Pressing Matters, pameran amal ini akan menampilkan para seniman yang menciptakan karya seni dari vinyl langka hingga peralatan untuk dipresentasikan selama satu bulan dan kemudian dilelang.
Pameran ini akan diadakan di 5 Carlos Place di London, markas besar MATCHESFASHION, dari 4-29 Mei 2021. Kemudian dari tanggal 24-29 Mei, karya-karya tersebut akan dilelang di laman Helium London. Semua hasil lelang ini akan disumbangkan ke lembaga amal Music Support, yang memberikan dukungan kesehatan mental kepada para pekerja industri musik. Selain itu, pameran amal ini bertujuan untuk mendukung rekan-rekan sesama musisi yang mungkin mengalami kesulitan, bahkan lebih dari sebelumnya, karena dampak pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung membikin industri musik terdampak.
Menilik daftar musisi yang menyumbangkan karya-karya langkanya, ada pula nama-nama musisi besar lainnya ikut ambil bagian seperti Yungblud, Sleaford Mods, Charli XCX, The Rolling Stone, hingga Slowthai. Selain band-band yang berasal dari Inggris, ada pula unit veteran punk asal California Amerika Serikat, Blink-182, yang ikut andil dalam acara ini.
Adapun, di tahun 2020 lalu Arctic Monkeys merilis album live bertajuk Live at the Royal Albert Hall pada 4 Desember 2020. Album live ini diambil dari rekaman aksi panggung mereka saat tampil di Tranquility Base Hotel & Casino Tour di Royal Albert Hall pada 2018. Sama seperti keuntungan yang didapatkan dari hasil konser saat itu, Arctic Monkeys juga menyumbangkan semua keuntungan yang mereka dapatkan dari penjualan album live tersebut kepada sebuah lembaga non-profit bernama War Child.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 13/12/2021
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
EDI SASONO
17/03/2025 at 14:46 PM