Social distancing dan masa swakarantina mengharuskan kita untuk berdiam diri di rumah masing-masing. Sudah berlangsung beberapa pekan, tentu kebosanan menjadi salah satu musuh terbesar dalam menjalaninya, karena membatasi interaksi kita dengan orang dan suasana lain.
Menyikapi hal tersebut, banyak yang turun ke Internet, baik itu untuk menonton serial dan film, mendengarkan podcast dan radio, hingga membaca buku. Masih berkaitan dengan membaca, tentu manga (komik Jepang) menjadi salah satu asupan yang cukup seru di masa karantina karena ditemani dengan gambar-gambar dalam mengisahkan narasinya, membuatnya tidak sejenuh membaca teks.
Berbicara tentang manga sendiri, SUPERMUSIC telah menyiapkan empat judul manga yang cocok di baca di tengah masa social distancing ini. Keempat judul yang disiapkan merupakan komik yang kisahnya berkisar seputar dunia musik, membuatnya cukup relateable untuk dibaca. Cari tahu di bawah ini.
***
1. Beck
Superfriends generasi 90-an tentu sudah pernah membaca, atau setidaknya mendengar nama BECK. Komik legendaris karya Harold Sakuishi yang menjadi hits pada zamannya ini mengisahkan cerita humble seorang remaja canggung dan bagaimana band rock besutannya, bernama BECK (Mongolian Chop Squad), menapaki karir di dalam skena musik yang penuh rintangan.

Humor, drama, dan referensi musik rock barat—semua ada di dalam komik ini. Bagi kalian yang belum membaca, BECK bisa jadi salah satu judul yang perlu dikebut selagi masa karantina. Membacanya cukup menagihkan hingga rampung di episode terakhir. Dengarkan juga lagu-lagunya di YouTube selagi membaca agar lebih mendalami kisahnya. Jika sudah selesai membaca, kalian dapat lanjut menonton anime-nya, atau bahkan versi live action-nya juga.
2. Detroit Metal City
Detroit Metal City, disingkat DMC, adalah sebuah manga yang lahir dari tangan Kiminori Wakasugi. Sebelum masuk lebih dalam tentang DMC, perlu diketahui bahwa komik ini adalah komik bergenre seinen—yang artinya komik khusus dewasa, begitu jadinya karena ia merupakan sebuah manga parodi yang dipenuhi dengan “black comedy”. Tema-tema di dalamnya cukup gelap, harap di baca dengan kesadaran penuh dan tanggung jawab.

Lepas dari semua itu, DMC adalah salah satu manga musik terlucu yang pernah ada. Premisnya simpel, seorang remaja pemalu yang bermimpi menjadi musisi terkenal melalui musik pop yang gemar ia tulis. Naas, takdir berkata lain; karirnya justru lebih terkenal melalui band blackened death metal-nya, Detroit Metal City (DMC), dimana ia menjadi forntman dari grup amoral tersebut. Terjadilah perseteruan antara dua identitasnya itu, menghasilkan momen-momen jenaka yang ikonik. Waspada juga dengan cameo Gene Simmons dari KISS di dalamnya.
3. Solanin
Pertama kali terbit di tahun 2005, Solanin adalah sebuah manga yang ditulis dan diiliustrasikan oleh Inio Asano. Salah satu charm dari manga ini adalah kisahnya yang cukup relevan bagi mereka yang berani mempertaruhkan kehidupan mereka demi musik yang dicintai. Kebebasan dan keluh kesah yang hadir darinya, ditampilkan jelas dalam manga ini.

Menilik narasinya, adalah Meiko dan Taneda selaku dua tokoh utamanya, yang sudah dua tahun lulus kuliah tanpa arahan jelas terkait karir dan masa depan mereka. Keduanya bekerja mengikuti arus repatisi yang menjenuhkan. Sesekali, Taneda mengisi waktu luangnya dengan jamming bersama band masa kuliahnya. Ketika akhirnya berhasil lepas dari rutinitas dan terjun penuh waktu untuk musik, banyak perubahan yang terjadi—hal menyenangkan, hingga tragedi—yang kemudian mengubah mengubah dan membentuk kehidupan mereka di kedepannya.
4. Kids on the Slope
Sakamichi no Aporon—atau yang dikenal dengan Kids on the Slope—adalah sebuah manga ciptaan Yuki Kodama di tahun 2007. Mengangkat tema coming-of-age, persahabatan dan musik jazz; manga ini pun diangkat ke anime-nya di tahun 2012. Tidak tanggung-tanggung, didapuklah sutradara kenamaan Shinichirō Watanabe, sosok di balik anime besar macam Cowboy Bebop, dalam pengerjaannya.

Kids on the Slope bercerita tentang seorang murid SMA teladan bernama Kaoru yang pindah sekolah dan bertemu dengan Sentaro, seorang murid badung yang kemudian menjadi sahabatnya. Melalui tingkah Sentaro yang nekat dan sembrono, persahabat mereka berhasil membuka mata Kaoru terhadap seberapa hebatnya dunia jazz, dan apa itu arti sahabat yang sesungguhnya.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 16/04/2020
12 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
SUSILO UTOMO
13/02/2025 at 09:06 AM
DEVI TRI HANDOKO
25/02/2025 at 21:27 PM
Alriz .
30/06/2025 at 19:50 PM
pujanadi
01/07/2025 at 10:45 AM
Maoreen Lokito
23/07/2025 at 18:31 PM
Zahra Zahra
11/08/2025 at 18:10 PM
promotorrai promotorrai
11/08/2025 at 18:10 PM
nurhayat nurhayat
11/08/2025 at 18:10 PM
rajadongen rajadongen
11/08/2025 at 18:10 PM
ayurahani ayurahani
11/08/2025 at 18:28 PM
myiphone507 myiphone507
11/08/2025 at 18:28 PM
landadaratu Wulandari
11/08/2025 at 18:28 PM