Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Musik Psychedelic

Gua yakin lo pasti pernah denger lagu yang bikin kepala serasa melayang, pikiran ke mana-mana, dan suasana jadi beda dari biasanya nah, di situlah serunya bahasan soal musik psychedelic.

Psychedelic adalah gaya bermusik yang nggak enak didenger doang, tapi juga ngajak lo “jalan-jalan” pake imajinasi lewat suara. Kalo lo penasaran gimana ceritanya genre ini lahir, maknanya, sampe siapa aja musisi ikoniknya, gas lanjut baca artikel ini sampe abis!

Apa itu Psychedelic dalam Musik

Musik psychedelic genre yang lahir dari pengaruh kondisi kesadaran “beda”, biasanya terinspirasi dari zat psikoaktif kayak LSD. Tujuannya biar yang denger ngerasa kayak diajak masuk ke dunia lain lewat suara dan atmosfernya, makanya sering disebut jadi salah satu genre musik yang pupuler buat yang suka eksplorasi rasa.

Ciri khasnya ada di efek suara yang aneh tapi nagih, kayak reverb, delay, sama distorsi yang bikin musiknya kerasa melayang. Struktur lagunya juga nggak lurus-lurus amat, sering penuh improvisasi dan perubahan mood.

Liriknya sering ngebahas soal spiritual, pencarian diri, sampai hal-hal surealis yang rada “ngawang”. Dari yang awalnya ngetren di era 60-an, sekarang psychedelic udah bercabang ke banyak subgenre, dari rock sampe elektronik kayak psytrance dan stoner rock.

Sejarah Musik Psychedelic 

Musik psychedelic mulai nongol di pertengahan tahun 60-an di Amerika sama Inggris, waktu para musisi pengen nyalurin sensasi halusinogen ke bentuk suara. Band kayak The Beatles sama Pink Floyd mulai ninggalin gaya pop biasa dan malah ngulik bunyi pakai sitar, rekaman dibalik, sama distorsi yang bikin nuansanya jadi surealis banget.

Masuk akhir 60-an, genre ini makin meledak dan jadi identitas gerakan kontra-budaya, apalagi pas momen legendaris kayak festival Woodstock. Tokoh kayak Jimi Hendrix juga ikut ngubah cara orang main gitar listrik lewat feedback sama pedal wah-wah, sampe suaranya kerasa “hidup” dan penuh warna.

Dari sinilah banyak yang bilang psychedelic rock adalah tonggak penting dalam perkembangan musik modern. Walaupun pamornya sempet turun di awal 70-an, unsur psychedelic tetep hidup dan jadi akar buat progressive rock sampe musik elektronik sekarang.

Makanya bisa dibilang ini salah satu jenis genre musik yang pengaruhnya panjang banget. Sekarang, lewat gerakan Neo-Psychedelia yang digawangi musisi kayak Tame Impala, gaya ini hidup lagi dengan campuran teknologi digital dan suara analog klasik. 

Makna Musik Psychedelic

1. Eksplorasi Kesadaran Internal

Bisa dibilang psychedelic music adalah jembatan suara buat lo yang pengen ngulik isi kepala sama alam bawah sadar sendiri. Suara yang berlapis-lapis dan diulang-ulang itu sengaja dibikin biar lo kebawa ke suasana trance, kayak lagi jalan-jalan mental tanpa batas.

Efek reverb sama delay yang lebay bikin kesannya ruangnya luas banget, seolah pikiran lo juga ikutan ngembang ke mana-mana. Dari situ, lo bisa ngerasa kayak “lepas” sebentar dari dunia nyata dan masuk ke fase mikir yang lebih dalem dan filosofis.

2. Eksperimentasi Bunyi Tanpa Batas

Secara teknis, musik ini tuh kayak bentuk pemberontakan ke aturan musik yang kaku di zamannya. Para musisi suka ngulik studio dengan cara aneh-aneh, misalnya muter rekaman terbalik buat dapetin suara yang asing tapi justru bikin nagih.

Mereka juga sering campurin alat musik Barat sama instrumen Timur kayak sitar biar warna nadanya makin kaya. Hasil akhirnya jadi suara yang kompleks, unik, dan beda banget dari musik populer yang pernah ada sebelumnya.

3. Simbol Gerakan Kontra-Budaya

Musik psychedelic waktu era 60-an tuh jadi semacam “bahasa bersama” buat anak muda yang ogah ngikutin aturan sosial dan politik yang lagi berlaku saat itu. Lewat liriknya, mereka sering nyuarain soal damai, kebebasan individu, sampai nyentil keras soal perang dan kekuasaan.

Dengan melodi yang meliuk-liuk dan beda dari musik mainstream, genre ini jadi identitas buat komunitas yang ngerayain cinta bebas dan hidup bareng secara komunal. Jadi jelas, ini bukan musik buat seneng-seneng doang, tapi juga bentuk perlawanan artistik buat ngerombak cara dunia jalan waktu itu.

4. Visualisasi Bunyi secara Sinestesia

Di dunia musik, psychedelic adalah soal gimana suara bisa bikin lo “ngeliat” sesuatu di kepala, walau sebenernya cuma denger doang. Tekstur suara yang tebel dan rada rusak itu sering kebayang kayak warna-warna terang sama pola aneh yang gerak-gerak sendiri.

Efek itu makin kerasa pas dibawa ke panggung lewat permainan lampu yang nyatu sama irama musiknya. Jadinya, antara yang lo denger sama yang lo liat tuh kayak nyampur, bikin pengalaman nonton musiknya jadi lebih dari sekadar denger lagu.

Daftar Artis Terkenal di Genre Psychedelic

1. Pink Floyd

Di era awal bareng Syd Barrett, Pink Floyd tuh bisa dibilang pelopor dari Inggris yang berani main di wilayah aneh-aneh soal suara dan visual. Dari sini keliatan banget kalo musik psychedelic adalah ruang buat eksperimen bebas, apalagi mereka juga nyatuin pertunjukan lampu yang niat sama musiknya.

Mereka terkenal karena lagunya sering panjang dan penuh efek gitar feedback yang bikin suasananya kerasa kayak ngambang di luar angkasa. Album The Piper at the Gates of Dawn jadi bukti gimana mereka ngebawa pendengarnya ke “perjalanan mental” lewat suara yang imajinatif dan nggak biasa.

2. Jimi Hendrix

Jimi Hendrix ngebawa musik psychedelic ke level yang beda, soalnya dia bisa bikin gitar listrik kedengeran kayak alat dari luar angkasa. Lewat pedal sama distorsi yang dia mainin dengan presisi, suaranya jadi kerasa punya warna dan bentuk sendiri.

Lagu kayak Purple Haze nunjukin banget gimana dia nyampurin teknik blues yang klasik sama nuansa halusinasi yang liar dan bebas. Pengaruhnya nggak cuma di musik doang, tapi juga bikin gaya main gitarnya jadi simbol kebebasan berekspresi buat generasi 60-an.

3. The Beatles

Walaupun awalnya dikenal jadi band pop, The Beatles sukses ngebelokin arah musik mereka ke jalur psychedelic lewat album Revolver sama Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band.

Dari situ keliatan banget kalau psychedelic adalah ruang eksplorasi yang luas, apalagi mereka mulai mainin teknik studio ribet kayak backmasking dan nyelipin instrumen sitar India buat ngasih warna suara yang beda.

Lagu Tomorrow Never Knows jadi bukti nyali mereka buat nyampurin tape loop sama lirik yang terinspirasi dari bacaan spiritual. Langkah ini bukan ngubah arah musik mereka doang, tapi juga ngaruh besar ke musik populer dunia dan bikin psychedelic bisa diterima.

4. Tame Impala

Kevin Parker, si otaknya Tame Impala, bisa dibilang jadi simbol era baru neo-psychedelia yang ngebawa vibe jadul masuk ke dunia digital. Dia pinter banget nyampurin lapisan synth yang tebel sama gebukan drum yang bikin nagih, jadi pas dengerin rasanya kayak lagi ngambang.

Album Lonerism berhasil ngebalikin nuansa retro ala 60-an tapi dibungkus dengan kualitas produksi yang bersih dan kekinian. Dari situ keliatan jelas kalo musik psikadelik nggak mati, malah terus berevolusi buat narik perhatian pendengar jaman sekarang.

Kesimpulan

Jadi, psychedelic adalah bukti kalo musik nggak cuma soal enak didenger, tapi juga soal pengalaman, rasa, dan imajinasi yang diajak jalan bareng. Dari sejarahnya, maknanya, sampai musisi legendarisnya, keliatan jelas kalau genre ini selalu ngedorong batasan dan bikin musik jadi lebih “hidup”. Nah sekarang tinggal pertanyaannya, abis baca ini lo jadi makin mau nyemplung ke dunia psychedelic nggak?

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Musik #psychedelic

Article Category : News

Article Date : 13/02/2026

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

10 Hits FireHouse yang Wajib Didengar

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Strangers INA, Band Metal Supergrup Asal Bandung

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Daftar Lengkap Album God Bless, Mana Paling Legendaris?

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

United Day 9 Hadir Lebih Rame dengan Lineup Super!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive