Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Gunung Ebulobo

Kalo lo lagi mau cari gunung yang nggak cuma bikin ngos-ngosan tapi juga bikin mata puas, Gunung Ebulobo jelas masuk daftar wajib. Gunung ini punya karakter yang beda dari kebanyakan gunung lain, mulai dari bentuk puncaknya sampe cerita di baliknya.

Bukan cuma soal naik dan turun doang, tapi juga soal pengalaman yang lo dapet sepanjang perjalanan. Makanya, buruan lanjut baca artikel ini, biar lo nggak kebayang tapi juga makin mau ngerasain langsung!

Mengenal Gunung Ebulobo

Gunung ini ada di Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, dan bisa banget jadi spot buat lo yang doyan tantangan tapi tetep pengen dimanjain pemandangan. Tingginya sekitar 2.124 mdpl, tapi sebanding sama sensasi naik ke gunung yang karakternya beda dari yang lain.

Puncaknya nggak runcing, malah cenderung datar, ditambah kubah lava yang bikin siluetnya makin unik nggak heran kalau ada yang nyebut ini salah satu hiking gunung terindah di Flores.

Kawahnya sendiri gede juga, lebarnya kira-kira 250 meter, dengan dinding yang curam-curam gitu. Dari situ, lo bisa dapet view alam yang cakep dari berbagai sudut, cocok banget buat bengong sambil foto-foto khas Gunung Ebulobo NTT yang vibes-nya beda dari gunung lain.

Soal sejarah, gunung ini udah beberapa kali “batuk”, tepatnya tercatat empat kali meletus. Letusan pertamanya kejadian tahun 1830, dan salah satu jejaknya masih bisa lo liat sampe sekarang, yaitu aliran lava bernama Watu Keli yang ngalir sejauh kurang lebih 4 km dari sisi utara puncaknya.

Deretan Fakta Menarik Gunung Ebulobo di Flores

1. Jalur Pendakian yang Terorganisir dan Menawan

Pendakian Gunung Ebulobo biasanya mulai dari Desa Mulakoli yang ada di ketinggian sekitar 925 mdpl. Awal jalan, lo bakal ngelewatin kampung warga sama rumah adat dulu, baru deh masuk ke area hutan.

Di awal-awal trek, jalurnya lumayan bikin kaki kerja keras karena agak nanjak selama kurang lebih 15 sampe 20 menit. Tapi abis itu, jalannya mulai lebih santai pas nyampe di batas hutan.

Buat total waktu, dari bawah sampai puncak kira-kira ngabisin waktu sekitar 2 jam lewat hutan yang masih lebat dan adem. Nah, 30 sampe 40 menit terakhir biasanya jadi bagian paling kerasa capeknya karena harus ngelewatin jalur berbatu dan terbuka.

Yang bikin enak, jalurnya keurus banget, bersih dari sampah, dan di beberapa titik lo bisa dapet view gokil, termasuk spot buat ngeliat Gunung Inerie yang kelihatan cakep dari kejauhan.

2. Puncak Unik dengan Kawah Membelah

Sampe di area puncak Ebulobo, yang ada di sekitar 2.125 mdpl atau tinggi Gunung Ebulobo segitu, lo bakal nemuin pemandangan yang beda dari gunung kebanyakan. Di atas sana isinya tumpukan batu-batu sama kawah gede yang ngebelah puncak dari arah barat ke timur.

Kadang juga kecium bau belerang kalau angin lagi niup ke arah lo. Terus jangan ketipu sama patok beton di pinggir kawah, soalnya itu bukan titik tertingginya. Puncak aslinya ada di seberang kawah, dan masih bisa lo jangkau dengan jalan sekitar 15 menit lagi.

3. Efisiensi Waktu dan Aksesibilitas yang Mudah

Naik gunung ini termasuk singkat tapi tetep nagih. Buat pendaki yang fisiknya oke, total naik-turun biasanya cuma makan waktu sekitar 4 sampe 5 jam. Turunnya malah lebih cepet lagi, kurang lebih 1,5 jam doang. Soal akses juga nggak bikin ribet.

Dari Kota Boawae ke Desa Mulakoli cuma perlu perjalanan darat sekitar 20 menit, jadi nggak perlu ribet logistik panjang. Begitu nyampe desa, lo wajib lapor dulu, dan biasanya juga bisa sekalian minta pemandu lokal kalau mau lebih aman.

4. Catatan Sejarah Geologi yang Panjang

Gunung ini nggak gunung kaleng-kaleng, karena dia termasuk gunung berapi aktif yang pertama kali tercatat meletus di tahun 1830. Sampai sekarang pun, aktivitasnya masih keliatan, salah satunya lewat hembusan gas sama uap panas yang keluar dari kawahnya, bisa lo lihat langsung kalau lagi di atas.

Catatan letusan dan aktivitas vulkaniknya itu bikin Ebulobo jadi semacam “museum alam hidup” di Flores, bukti nyata gimana alam terus bergerak dari zaman ke zaman, makanya sejarah Gunung Ebulobo juga jadi salah satu hal yang bikin gunung ini makin menarik buat dipelajarin.

5. Warisan Budaya dan Ekologi yang Kaya

Gunung ini nggak soal view doang, tapi juga kaya nilai budaya sama alamnya. Di sekitar gunung ini ada beberapa situs arkeologi yang bikin para peneliti penasaran. Warga lokal juga punya banyak mitos sama cerita rakyat soal gunung ini, jadi suasananya kerasa agak mistis tapi justru bikin makin seru.

Kadang lo bisa denger cerita-cerita itu pas lagi istirahat sambil ngobrol santai, sekalian belajar beberapa istilah saat pendakian dari warga sekitar. Dari sisi alamnya, Ebulobo juga jadi rumah buat berbagai flora dan fauna endemik, yang bikin ekosistem di tiap ketinggian gunungnya beda-beda dan unik banget.

6. Simpangan Harmoni antara Aktivitas Pendakian dan Kehidupan Desa

Naik ini rasanya lengkap, bukan soal jalur dan capeknya doang, tapi juga soal ketemu langsung sama kehidupan warga lokal. Desa Mulakoli yang jadi titik start bukan tempat numpang lewat, tapi desa yang hidup, penuh budaya dan keramahan khas orang kampung.

Pas sampai sana, lo mesti lapor dulu ke kepala desa, dan kalau mau bisa sekalian pake jasa pemandu lokal. Tapi ini bukan cuma urusan aturan doang, justru dari situ lo bisa mulai ngerti gimana keseharian warga di sekitar gunung.

Yang paling ngena tuh pas turun gunung, sering banget disambut anak-anak kecil yang rame dan antusias, bikin capek lo langsung ilang. Momen kayak gitu kerasa banget gimana pendaki, alam, sama masyarakat bisa nyambung secara natural tanpa dibuat-buat.

Kesimpulan

Gunung Ebulobo itu bukan soal naik sampe puncak terus pulang doang, tapi soal nikmatin tiap prosesnya, dari jalur yang rapi, puncak unik, sejarah vulkanik, sampai interaksi hangat sama warga lokal yang bikin pengalaman naik gunung jadi lebih hidup dan berkesan. Jadi sekarang tinggal satu pertanyaan: kapan lo mau ngerasain langsung naik ke sana?

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Hiking #Tips #Urban Places #Backpacker #gunung

Article Category : News

Article Date : 13/02/2026

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Tips Memilih Sarung Tangan Gunung dan Rekomendasi Pilihannya

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Peralatan Grill BBQ Lengkap untuk Pemula

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Pesona Lembah Lohe: Daya Tarik, Lokasi, dan Tips Berwisata

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Jenis Tas Selempang Pria untuk Outdoor dan Rekomendasinya

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive