Setelah bertahun-tahun dikenal lewat lirik-lirik tajam yang ngebahas kritik sosial dan politik, kali ini .Feast ngajak kita ngeliat sisi lain dari mereka. Di album Feast Membangun dan Menghancurkan, band ini tampil dengan pendekatan yang jauh lebih personal dan emosional. Yap, ini bukan sekadar rilisan biasa. Ini momen penting buat nunjukin gimana mereka udah tumbuh, berubah, dan berani buka sisi rapuh mereka lewat musik.
Album ini jadi bukti nyata kalau .Feast nggak cuma jago teriak soal dunia luar, tapi juga piawai ngulik dunia dalam diri mereka sendiri. Dengan lebih dari 12 produser terlibat di balik layar, lo bisa bayangin sendiri gimana berwarnanya lagu-lagu di album ini. Yuk, kita bongkar bareng kisah seru di balik album Feast Membangun dan Menghancurkan ini, mulai dari daftar lagunya, cerita di balik tiap track, sampai filosofi yang mereka bawa!
Profil Anggota Feast Band
1. Daniel Baskara Putra
Baskara Putra yang lo pasti lebih kenal juga Hindia adalah vokalis utama sekaligus salah satu otak di balik lahirnya .Feast. Band ini dia bikin bareng temen-temennya waktu masih kuliah di UI sekitar 2012.
Di .Feast, peran Baskara gede banget, bukan jadi suara utama di lagu-lagu kayak “Peradaban”, tapi juga jadi penulis lirik yang suka banget nyentil isu sosial.
Kariernya pun nggak berhenti di .Feast doang karena dia juga sukses lewat proyek solonya sebagai Hindia dan proyek sampingan Lomba Sihir. Singkatnya, profil Baskara Putra ini emang paket komplet di skena musik lokal.
2. Fadli Fikriawan Wibowo
Awan, yang nama lengkapnya Fadli Fikriawan Wibowo, itu basisnya .Feast. Dia nggak main bass doang, tapi juga sering ikut ngurusin hal-hal yang berhubungan sama branding dan sisi kreatif band.
Awan ini anak FISIP UI juga, jadi dari awal emang udah nongkrong bareng Baskara cs sejak jaman kuliah. Sebelom total terjun ke dunia musik, Awan sempet kerja jadi copywriter.
Terus pas .Feast mulai serius rilis karya sekitar 2017, nama Awan makin kebawa naik bareng album Multiverses, Beberapa Orang Memaafkan, sampe EP Abdi Lara Insani. Kehadirannya makin ngisi warna khas Feast band lewat gaya main dan ide-idenya yang unik.
3. Adnan Satyanugraha Putra
Adnan Satyanugraha Putra itu gitarisnya .Feast sekaligus salah satu yang ngegagas band ini dari jaman mereka masih kuliah di UI sekitar 2011-an. Dari dulu Adnan suka ikut mikirin konsep, bantu nulis lagu, dan ngulik arah musiknya bareng anak-anak lain.
Lagu “Nina” yang sering dibahas fans itu salah satu karya paling personal dari Adnan, soalnya emang dia bikin khusus buat anaknya sendiri. Sesekali dia juga nyanyi di beberapa lagu, dan momen kayak gitu biasanya keliatan di konten-konten mereka di medsos.
Di luar urusan manggung, Adnan juga pernah kerja di Sun Eater sebagai Content and Communication Assistant. Itu label yang ngebesarin .Feast dan musisi-musisi lain di skena yang sama.
4. Dicky Renanda Putra
Dicky Renanda Putra itu gitaris utamanya .Feast dan udah ikut ngebangun band ini dari 2012. Banyak warna khas musik .Feast kayak yang lo denger di Multiverses atau Abdi Lara Insani itu ada sentuhan Dicky di baliknya.
Walaupun jago nge-gitar, Dicky juga punya sisi lain yang keren banget. Dia sempat kerja di dunia teknologi, bahkan pernah jadi BI Engineer sama IT Project Manager. Jadi hidupnya tuh bukan soal panggung dan ampli doang.
Dicky sendiri lulusan S.Sos dan memang dari awal .Feast terbentuknya juga karena pertemanan anak-anak kampus. Info soal tanggal lahir atau detail pribadi dia nggak terlalu banyak di publik, tapi yang jelas kontribusinya di .Feast gede banget dan jadi bagian penting dari karakter musik mereka.
Perjalanan Karier Feast Band
1. Awal Terbentuk (2012 – 2014)
.Feast mulai kebentuk sekitar 2012 dari tongkrongan anak-anak FISIP UI, dipimpin sama Baskara Putra bareng temen-temennya. Awalnya mereka cuma nge-band iseng sambil kuliah, tapi lama-lama malah makin serius karena klik banget satu sama lain.
Di 2014, mereka akhirnya ngeluarin single debut “Camkan”, dan lagu itu langsung nyangkut karena ngebahas kebebasan beragama topik yang jarang banget disentuh band baru. Dari situ keliatan jelas kalau .Feast emang suka banget ngangkat isu sosial yang deket sama realita sehari-hari.
2. Masa Vakum dan Comeback (2015 – 2017)
Setelah ngerilis “Camkan”, .Feast sempet hilang dulu lebih dari setahun. Enggak ada rilisan baru, enggak ada gerakan, kayak lenyap aja. Tapi bukannya bubar, mereka malah balik dengan tenaga lebih fresh. Tahun 2017, mereka comeback lewat dua single, “Wives of Gojira (We Belong Dead)” sama “Sectumsempra”.
Nggak lama, mereka gaspol langsung rilis album penuh pertama, Multiverses, yang isinya penuh kolaborasi keren bareng Ramengvrl, Bam Mastro, dan musisi lainnya. Album ini yang bikin nama mereka mulai beneran diperhitungkan.
3. Stabil Berkarya (2018 – Sekarang)
Sejak 2018, .Feast makin ngebut kariernya. Lagu “Peradaban” sama “Berita Kehilangan” bikin nama mereka langsung naik karena liriknya pedes banget ngebahas isu sosial yang sensitif.
Abis itu mereka konsisten ngerilis karya terus, dari EP sampe album penuh, dan tiap rilisan selalu punya vibe yang kuat. EP Beberapa Orang Memaafkan (2018) ngebahas isu sosial berat dengan musik rock yang emosional, terus Uang Muka (2020) lebih eksperimental tapi tetep ngegas ngebahas politik dan sosial.
Masuk 2022, album Abdi Lara Insani ngekokohin posisi mereka sampe menang AMI Awards. Puncaknya di 2024 lewat album Membangun & Menghancurkan yang makin ngangkat nama .Feast, apalagi lagu “Nina” yang meledak banget tahun itu.
Transformasi Musik dan Emosi di Album Membangun dan Menghancurkan
Buat lo yang ngikutin .Feast dari dulu, mungkin lo bakal kaget (tapi excited!) pas denger album Feast Membangun dan Menghancurkan. Dulu mereka banyak ngebahas isu sosial dan politik, sekarang mereka bawa pendengar masuk ke perjalanan emosional yang jauh lebih personal. Mulai dari cerita kehilangan, cinta, sampai pencarian jati diri, semuanya ada di sini.
Eksperimen musikal juga makin berani. Kolaborasi dengan belasan produser dari berbagai genre bikin tiap track punya karakter unik. Ada rasa familiar khas .Feast, tapi dengan aroma baru yang bikin nagih.
15 Track, 15 Perjalanan Emosi: Ini Daftar Lagu Membangun dan Menghancurkan
Dalam album ini, lo bakal dibawa menjelajahi banyak banget warna—kadang gelap, kadang penuh harapan, tapi semuanya ngena banget. Ini dia daftar lengkap lagu-lagunya:
-
Membangun
-
Konsekuens
-
Masimarah
-
Arteri
-
Politrik
-
o,Tuan
-
Ouroboros
-
Nina
-
Langitruntuh
-
Metakritik
-
5
-
Tarot
-
Peralihan
-
Drums
-
Menghancurkan
Dengerin dari awal sampai akhir, lo bakal ngerasa kayak lagi naik roller coaster emosional—dari naik-turun energi sampai rasa-rasa yang susah dijelasin pakai kata-kata.
Cerita Personal di Balik Lagu-Lagu Feast
Nah, ini nih bagian paling menarik: banyak lagu di album ini lahir dari pengalaman pribadi para personel .Feast!
-
“Nina” adalah bentuk cinta paling murni dari Adnan buat putrinya. Sweet banget, kan?
-
“Arteri” jadi memoar masa muda Dicky, penuh nostalgia dan vibe yang relatable banget.
-
“o,Tuan” ngasih kita gambaran soal ketakutan mendalam Baskara terhadap kehilangan orang tercinta.
Lirik-lirik mereka kali ini nggak cuma powerful secara pesan, tapi juga nyentuh banget karena dateng dari hati. Lo bisa ngerasa relate banget, entah itu soal hubungan, masa lalu, atau proses berdamai dengan diri sendiri.
Lebih dari Sekadar Produksi: 12 Produser, 1 Visi Besar
Salah satu hal yang bikin album Membangun dan Menghancurkan Feast beda dari rilisan .Feast sebelumnya adalah keberanian mereka buat buka pintu kolaborasi lebar-lebar. Lebih dari 12 produser terlibat! Hasilnya? Campuran gaya musik yang super dinamis.
Ada yang bawa elemen elektronik modern, ada yang tetep ngejaga soul rock khas .Feast. Gabungan semua ini bikin setiap lagu punya tekstur unik tapi tetep punya benang merah yang solid.
Apa Sih Makna Membangun dan Menghancurkan?
Judul albumnya emang catchy, tapi juga dalem banget. Di satu sisi, "membangun" berarti mencipta, berkembang, dan naik level. Tapi di sisi lain, "menghancurkan" bukan berarti hal negatif, melainkan proses alami buat ngasih ruang ke hal baru. Kadang, lo harus ngelepasin atau bahkan ngeruntuhin sesuatu dulu biar bisa nemuin versi diri lo yang lebih baik.
Album ini ngangkat proses transformasi yang bukan cuma dirasain personel .Feast secara pribadi, tapi juga mungkin lo alamin sendiri. It's messy, emotional, and very human.
Lewat Membangun dan Menghancurkan milik .Feast ngajak kita buat ngeliat sisi lain dari mereka yang lebih rentan, lebih reflektif, dan jauh lebih personal. Ini bukan sekadar album, tapi perjalanan spiritual dan emosional yang diramu lewat musik.
Kalau lo lagi nyari karya yang bisa bikin lo mikir, ngerasa, dan ngeresapi hidup lebih dalam, album ini adalah teman dengerin yang pas banget. Siap buat dibangun dan dihancurkan bareng .Feast?
Daftar Lagu Feast Terbaik Beserta Lirik dan Chord
1. Nina
“Nina” itu lagu yang nyeritain sayangnya seorang ayah ke anaknya. Adnan Satyanugraha bikin lagu ini buat putrinya, dan kerasa banget gimana dia sering jauh karena kerja tapi tetep kangen, peduli, dan pengen anaknya tumbuh jadi orang yang keren. Berikut chord dan lirik lagu Nina Feast.
Intro : D..F# G
D F# G
Saat.. engkau ter..tidur..
D F# G
Aku.. pergi meng..hibur..
D
Beda kota, pisah raga
F# G
Bukan masalahku
D
Lihat wajahmu di layar
F# G
Ku tetap bersyukur
D F# G
Saat.. engkau ter..jaga..
D F# G
Aku kan ada di.. sana..
D
Sempatkan bermain
F# G
Dan bawakan cenderamata
D
Satu sampai lima tahun
F# G
Cepat tak terasa..
Bm A
Segala hal ku upayakan untuk
G Gm
Melindungi..
Bm A
Tunggu aku kembali lagi esok
G A
Pagi..
Reff :
D G A
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
D G A
Jadi lebih baik dibanding diriku
D G A
Tuk sementara ini aku
Bm A G
Mengembara.. jauh..
Gm D
Saat dewasa kau ‘kan mengerti
Interlude : D.. F# G (2x)
D F# G
Saat.. engkau de..wasa..
D F# G
Dan aku.. kian.. menua..
D F# G
Jika ku berpulang lebih awal, tidak apa
D F# G
Berjumpa lagi di sana, aku tetap sama
D F# G
Saat.. engkau ter..ingat..
D F# G
Tengkar kita.. mana..kala..
D F# G
Maaf atas perjalanan yang tidak sempurna
D F# G
Namun percayalah, untukmu kujual dunia
Bm A
Segala hal kuupayakan
G Gm
Untuk melindungi.. (untuk melindungi..)
Bm A G
Tunggu aku kembali lagi esok pagi..
A
(selalu janjiku pada dirimu)
Reff :
D G A
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
D G A
Jadi lebih baik dibanding diriku
D G A
Dan tertawalah saat ini
Bm A G
Selepas-lepasnya..
Gm F#m
Karena kelak kau kan tersakiti
F#m G D
Aku tahu kamu hebat
G F#m
Namun selamanya diriku pasti berkutae
G
Tuk s’lalu jauhkanmu
F#m G
Dari dunia yang jahat
A D
Ini sumpahku padamu tuk biarkanmu
Reff :
D G A
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
D G A
Jadi lebih baik dibanding diriku
D G A
Tuk sementara kita tertawakan
Bm A G
Berbagai hal yang lucu dan lara selepas lepasnya
Gm D
Saat dewasa kau kan mengerti
G A D
Karena kelak kau kan tersakiti
G A D
Saat dewasa kau kan mengerti
G A D
Karena kelak kau kan tersakiti
2. Tarot
“Tarot” dari .Feast itu soal hubungan yang udah banyak lukanya tapi tetap dipertahanin karena ikatannya kuat banget. Isinya campuran bingung, sakit, sama stuck, tapi juga nerima luka itu sebagai bagian dari perjalanan bareng dan masih nyimpen harapan buat mulai lagi. Berikut lirik dan chordnya.
Versi 1
A B C#m
A B C#m
A B C#m
A B C#m
[Verse]
A
nama yang sama bertahan
B C#m
dalam ruangan hening
A
tanpa suara bertahan
B C#m
tak bergeming
A
terlalu lama bercanda
B C#m
kita tak terbiasa
A
dengan celaka yang nyata
B C#m
diam tak berdaya
[Chorus]
E
namun aku bingung kenapa ku tak pergi
A
aku bingung kalian masih di sini
G#m
apa mungkin karena terlalu lama?
A
apa benar tuk berbagi derita?
E
mungkin nanti semua justru memburuk
A
hati-hati namun terjatuh lagi
G#m
tapi luka adalah niscaya
A
kutanggung denganmu selama ku mampu
B C#m
selama ku mampu uuu
[Interlude]
A B C#m
[Verse]
F#m
di kehidupan kedua
(di kehidupan kedua)
G#m
s'moga kau tak terlalu keras kepala
A
atau mungkin ini bukan yang pertama
(ini bukan yang pertama)
B
dan kita diberi kesempatan berubah
F#m
kuyakin nyawa kita bertautan
G#m
khatam berbagai cobaan
A
selalu menertawakan ramalan bintang
B
kartu tarot orang pintar
pembaca nasib
[Chorus]
E
namun aku bingung kenapa ku tak pergi
A
aku bingung kalian masih di sini
G#m
apa mungkin karena terlalu lama?
A
apa benar tuk berbagi derita?
E
mungkin nanti semua justru memburuk
A
hati-hati namun terjatuh lagi
G#m
tapi luka adalah niscaya
A F#m
kutanggung denganmu selama ku mampu
G#m
selama ku mampu
A
selalu menertawakan ramalan bintang
B
kartu tarot orang pintar
pembaca nasib namun
C#m B A B
padamu kupercaya
C#m B A B
tak masuk logika
C#m B A B
padamu kupercaya
C#m B A
tak masuk logika
B C#m
(tak masuk logika)
B A
padamu kupercaya
B C#m
(padamu kupercaya)
B A
tak masuk logika
B
(tak masuk logika)
C#m B A
padamu kupercaya
B C#m
(padamu kupercaya)
B A
tak masuk logika
B
(tak masuk logika)
C#m B A B
padamu kupercaya oh
C#m B A B E
3. o, Tuan
“O, Tuan” dari .Feast itu basically curhatan soal takut kehilangan dan takut sama kematian. Lagu ini ditulis pas nyokap sang vokalis lagi operasi jantung, makanya kerasa banget vibes sedih dan pengen waktu jalan lebih pelan. Intinya ngingetin buat ngehargain momen hidup sambil berharap semuanya dikasih waktu lebih lama. Berikut lirik dan chordnya
Versi 1
Dm C Gm
Dm C Gm
Dm C A#
Dm C Gm
Gm A C F
Dm
Oh jelas aku tahu
Am F
Bunga akan layu
Gm Dm
Rumput kan mengering
Am F
Daun kan menguning
Dm
Kau tahu menurutku
Dm7
Waktu adalah
F
Kutukan
Am
Ancaman
Dm Dm7 F
Bualan
Am Dm
Dan satu per satu
F Am
Orang sekitarku
Dm
Mulai ditinggalkan
F
Oh ini peringatan
Am A#
Untukku, o Tuan
F
Wahai Kematian
Am A#
Ku tak bisa melawan
A#m F
Jamah perhentian
A
Berjanji kuikhlaskan
Dm C A#
dengan rela
A#m F
Namun jangan hari ini
Am
Melihatmu masuk ke
Dm A#
dalam ruang operasi
Dm
Berdoa semalam suntuk
Dm
Di kamar yang hening
F F7 Dm
Tanpa metafora dan analogi
F C
Kiasan berbelit diksi
Dm
Tanpa berbungkus fiksi
A# A#m F
Aku takut
Am A#
Untuknya, o Tuan
F
Wahai Kematian
Am A#
Ku tak bisa melawan
A#m F
Jamah perhentian
A
Berjanji kuikhlaskan
Dm C A#
dengan rela
D# F
Namun jangan hari ini
Instrumen:
F D# Gm Gdim
F
Ku relakan
Cm
o Tuan
Gm
Ku relakan
A#
Namun jangan hari ini
F
Ku relakan
Cm
o Tuan
Gm
Ku relakan
A#dim
Namun jangan hari ini
F
Ku relakan
Cm
o Tuan
Gm
Ku relakan
A# Gm
Namun jangan hari ini
A#
Namun jangan hari ini
Dm C Gm
Dm C F
Dm C Gm
Dm F C A#
Dm C A#
Dm C A#
Dm C A#
Dm C Gm
4. Peradaban
“Peradaban” dari .Feast band itu sebenernya bukan ngomongin sejarah atau peradaban kuno, tapi lagu rock yang isinya kritik sosial dan politik yang nyelekit banget. Lagu ini ngegas soal kondisi masyarakat dan realita yang sering bikin kepala panas. Berikut lirik dan chordnya.
Versi 1
G Gm7 G Gm7
[Verse]
G Gm7 G
Bawa pesan ini ke persekutuanmu
Gm7 G
Tempat ibadah terbakar lagi
Gm7 G
Bawa pesan ini lari ke keluargamu
Gm7 G
Nama kita diinjak lagi
[Pre Chorus]
Bb Em7
Bagai keset selamat datang
D# G
Masuk kencang tanpa diundang
Bb Em7
Ambil minum lepas dahaga
D# G
Rampas galon dispenser pula
Dm7 C
Yang jadi saksi harus kuat
Bb G
Tak terbutakan dunia akhirat
Dm7 C
Yang patah tumbuh yang hilang berganti
Bb G
Gapura hancur dibangun lagi
[Reff]
G Dm7 C
Karena peradaban takkan pernah mati
Bb G
Walau diledakkan diancam tuk diobati
Dm7 C
Karena peradaban berputar abadi
Bb G
Kebal luka bakar tusuk atau caci maki
Dm7 C
Beberapa orang menghakimi lagi
Bb G
Walaupun diludahi jaman seribu kali
Dm7 C
Beberapa orang memaafkan lagi
Bb G
Walau sudah ditindas habis berkali kali
Dm7 C
Karena peradaban takkan pernah mati
Bb G
Walau diledakkan diancam tuk diobati
Dm7 C
Karena peradaban berputar abadi
Bb G
Kebal luka bakar tusuk atau caci maki
Dm7 C
Karena kehidupan tidak ternodai
Bb G
Maknanya jika kau tak sepaham dengan kami
Dm7 C
Karena kematian tanggungan pribadi
Bb G
Bukan milik siapapun untuk disudahi
Dm7 C
Budaya
bahasa berputar abadi
Bb G
Jangan coba atur tutur kata kami
Dm7 C
Hidup tak sependek penis laki-laki
Bb G
Jangan coba atur gaya berpakaian kami
[Outro]
G Gm7 G
Suatu saat nanti tanah air kembali berdiri
Gm7 G
Suatu saat nanti kita memimpin diri sendiri
Gm7 G
Suatu saat nanti kita meninggalkan sidik jari
Gm7 G
Suatu saat nanti semoga semua berbesar hati
5. Kami Belum Tentu
“Kami Belum Tentu” dari .Feast itu lagu yang ngegambarin rasa muak dan frustasi anak muda sama kondisi sosial politik Indonesia. Liriknya lugas, nyelekit, dan nyindir banget soal janji kosong, ketidakadilan, dan masalah yang gak kelar-kelar. Intinya curhatan pedes tentang realita yang bikin apatis. Berikut lirik dan chordnya.
Intro:
Am G C E
Am G C E
Verse 1:
Am G
Bertahan buat apa?
C E
(Adakah yang cukup mampu?)
Am G
Jelas tak ada yang tahu
C E
(Namun kami belum tentu!)
Verse 2:
Am G
Apa guna gelar kami?
C E
(Siapa yang sudah tahu?)
Am G
Jadi apa tua nanti?
C E
(Tentu kami belum tahu!)
Bridge:
F G
(Siapa bilang situs biru?)
C E
(Jika masih mati lampu?)
F G
(Masih berlagak rindu!)
C E
(Adakah yang cukup mampu?)
Chorus:
Am G
Jelas tak ada yang tahu
C E
(Namun kami belum tentu!)
Am G
Jelas tak ada yang tahu
C E
(Namun kami belum tentu!)
Outro:
Am G C E
Am G C E
6. Arteri
“Arteri” dari .Feast itu cerita tentang orang yang lagi kabur dari masalah hidup sambil nyari jati diri. Terinspirasi dari pengalaman gitarisnya di daerah Arteri, lagu ini nunjukin perjalanan emosional buat nemuin arah baru, ninggalin masa lalu, dan tetep jalan meskipun lagi berat banget. Berikut lirik dan chordnya.
(Intro)
C#m A F#m (2x)
(Verse)
C#m
Telanjang, ku telanjang menyicipi dunia
A
Hatiku berkata
F#m
"Selamat datang di dua puluh!"
C#m
Kau tambal kegagalanku
A
Kau masuk ke dalam darah, berdansa dan berserah
F#m
Untuk sekian jam saja
(Pre-Chorus)
C#m
Sembunyikanmu dari dunia, hilang akal saat kau ada
A F#m
Berputar, mana ujungnya?
(Chorus)
C#m
Menangisku di pundakmu
A
Kau bilang muntahkan semua pilu
F#m
Aku pura-pura tak tahu, aku pura-pura tak sadar
C#m
Kau hanya trauma
(A F#m)
(Meluncur di arteri)
(Verse 2)
C#m
Aku ingin tak menghiraukan masa depan
A
Namun hidup apa hanya delapan kali sebulan?
F#m
Salahku memikirkan untuk menyelamatkan
C#m
Saat kaulah titik perkara
(Chorus)
C#m
Menangisku di pundakmu
A
Kau bilang muntahkan semua pilu
F#m
Aku pura-pura tak tahu, aku pura-pura tak sadar
C#m
Kau hanya trauma
(A F#m)
(Di Arteri, Pondok Indah)
(Bridge)
C#m
Aku berlari-lari (lari)
A
Lari (lari) lari mengejar dirimu
F#m
Cinta macam apa
C#m
Yang dijaga ketat oleh perantara?
A
Inderaku mati rasa
F#m
Kubuang jauh dalam tempat sampah
(C#m A F#m)
(Di Arteri, Pondok Indah)
(Outro)
C#m
Kau hanya trauma
A
Meluncur di arteri
F#m
Hanya lagu lama
C#m
Bernyanyi di Arteri
(Chorus Terakhir)
C#m
Menangisku di pundakmu
A
Kau bilang muntahkan semua pilu
F#m
Aku pura-pura tak tahu, aku pura-pura tak sadar
C#m
Kau hanya trauma
(A F#m)
(Meluncur di arteri)
(Outro)
C#m A F#m (diulang sampai selesai)
Setetes bahagia yang selalu kau cari
Mengalir berkelana, meluncur di arteri
7. Berita Kehilangan
“Berita Kehilangan” dari .Feast itu lagu yang ngambil inspirasi dari tragedi bom Surabaya 2018, diceritain lewat sudut pandang ibu yang kehilangan anaknya. Liriknya nyampurin surat sang ibu sama potongan “Taifun”, dan ngebahas duka, kemanusiaan, dan isu kriminalisasi. Berikut lirik dan chordnya.
(Intro)
Dm C G C..
Dm F G F..
Dm C
Badanku terkujur kaku
bentuk malang melintang
G
tertutup mataku
C
namun cahaya semakin terang
Dm F
jiwaku mengambang tinggi
terus melayang-layang
G
nyawaku dirampas
F
namun kita yang jaya perang
Dm C
Biarkan aku pergi dengan tenang
G C
bunda kali ini saja jangan
Dm F G
menangisi jasadku, namaku abadi
F
kebencian takkan pernah menang karena
(Reff)
Dm C
Beberapa orang memaafkan
G C
beberapa yang lain yang membawa
Dm F
berita kehilangan melalui
G F
perbuatan perkataan menyakitkan
Dm C
Jika ini memang caranya
G C
menggenapkan namamu yang kuberikan
Dm F
sama seperti artinya
G F
saat kau berkorban menyadarkan
Dm C G
Sayang.. kau telah menjadi abadi
C
di hati di sejarah kami
Dm F G
dan kurelakan hari ini besok lusa
F
atau lain kali karena
(Reff)
Dm C
Beberapa orang memaafkan
G C
beberapa yang lain yang membawa
Dm F
berita kehilangan melalui
G F
perbuatan perkataan menyakitkan
Dm C
Beberapa orang memaafkan
G C
beberapa yang lain yang membawa
Dm F
berita kehilangan melalui
G F
perbuatan perkataan menyakitkan
Dm C
Takkan ada kedamaian di hidupmu
G F C
takkan ada ketentraman di kamarmu
Dm F
takkan ada keberlanjutan namamu
G F
takkan ada kedamaian di surgamu
Dm C
Di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati
G C
di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati
Dm F
di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati
G F
di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati
(fadeout)
Dm C
Di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati
G C
di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati
Dm F
di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati
G F
di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati
8. Tarian Penghancur Raya
“Tarian Penghancur Raya” dari .Feast band itu lagu yang ngegas soal rusaknya lingkungan, gaya hidup yang rakus, dan budaya lokal yang makin dibungkam. Intinya curhat keresahan tentang alam yang dieksploitasi dan tradisi yang pelan-pelan digusur. Berikut lirik dan chordnya.
(Intro)
C G Am F
(Verse 1)
C G
Di bawah langit kota
Am F
Terbentang sebuah tanya
C G
Kapan mimpi kan tiba?
Am F
Tarian penghancur raya
(Pre-Chorus)
Dm Am
Kita berputar di sela
G C
Cinta, amarah, dan resah
Dm Am
Kita menari tanpa jeda
G
Dalam harmoni derita
(Chorus)
C G
Menari di atas abu
Am F
Menyanyikan lagu pilu
C G
Mimpi yang telah layu
Am F
Kita bunuh tanpa ragu
(Verse 2)
C G
Tangan yang saling menuding
Am F
Bersembunyi di balik dinding
C G
Terkadang kita tak sadar
Am F
Kita tarian penghancur raya
(Pre-Chorus)
Dm Am
Kita berputar di sela
G C
Cinta, amarah, dan resah
Dm Am
Kita menari tanpa jeda
G
Dalam harmoni derita
(Chorus)
C G
Menari di atas abu
Am F
Menyanyikan lagu pilu
C G
Mimpi yang telah layu
Am F
Kita bunuh tanpa ragu
(Bridge)
Dm Am
Tak ada yang tersisa
G C
Dari mimpi yang kita punya
Dm Am
Kita hancurkan semua
G
Demi tarian penghancur raya
(Chorus)
C G
Menari di atas abu
Am F
Menyanyikan lagu pilu
C G
Mimpi yang telah layu
Am F
Kita bunuh tanpa ragu
(Outro)
C G Am F
C G Am F
C
9. Gelora
“Gelora” dari .Feast bareng The Panturas itu lagu penyemangat yang dibuat buat ngedorong atlet Indonesia di SEA Games 2019. Liriknya nge-boost rasa persatuan dan ngajak orang-orang buat ngasih energi positif buat Tanah Air, sekecil apa pun. Berikut lirik dan chordnya.
(Intro)
Dm - C - Bb - A (2x)
(Verse 1)
Dm - C
Bergelora di penjuru tenggara
Bb - A
Sorak-sorai menggebuk gendang telinga
Dm - C
Malas dan pasrah 'kan 'ku taklukkan
Bb - A
Pertarungan tiba, saatnya buktikan
(Verse 2)
Dm - C
'Ku menyelam hingga palung terdalam
Bb - A
Lompat tinggi lewat di gedung menjulang
Dm - C
Cara yang curang, sigap 'ku lawan
Bb - A
Anthem yang keras, kita nyanyikan
(Pre-Chorus)
Bb - C
Kibarkanlah, kobarkanlah
Dm - A
Merah yang memanas di dalam dada
(Chorus)
Dm - C
Bergelora taklukkan semesta
Bb - A
Tabuhlah suara gendang Nusantara
Dm - C
Kalah, menang, perihal belakang
Bb - A
Hanya perlu nyali sepanas arang
(Interlude)
Dm - C - Bb - A (2x)
(Verse 3)
Dm - C
Tendang tiang-tiang yang menghadang
Bb - A
Jika terlalu keras, panjat sampai atas
Dm - C
Tak ada halangan yang selamanya kekal
Bb - A
Indonesia punya banyak akal
(Pre-Chorus 2)
Bb - C
Kibarkanlah (kibarkanlah), kobarkanlah (kobarkanlah)
Dm - A
Merah yang memanas di dalam dada
Bb - C
Sebarkanlah (sebarkanlah), hidupkanlah (hidupkanlah)
Dm - A
Putih yang menyala di hati kita
(Chorus diulang 2x)
Dm - C
Bergelora taklukkan semesta
Bb - A
Tabuhlah suara gendang Nusantara
Dm - C
Kalah, menang, perihal belakang
Bb - A
Hanya perlu nyali sepanas arang
(Outro)
Dm - C - Bb - A
Kibarkanlah, kobarkanlah
Dm - C - Bb - A
Merah yang memanas di dalam dada
Dm - C - Bb - A
Sebarkanlah, hidupkanlah
Dm
Putih yang menyala di hati kita
10. Gugatan Rakyat Semesta
“Gugatan Rakyat Semesta” dari .Feast itu lagu yang ngegas soal kekecewaan rakyat ke pemerintah janji kosong, ketidakadilan, semuanya ditumpahin. Ceritanya tentang Ali yang bangkit bareng rakyat buat ngelawan pemerintahan yang dianggap korup. Berikut lirik dan chordnya.
(Intro)
Cm - Ab - Eb - Bb
(2x, dimainkan dengan arpeggio atau power chord)
(Verse 1)
Cm - Ab
Dari sudut kota yang terabaikan
Eb - Bb
Terdengar gemuruh yang tak terbendung
Cm - Ab
Dari pabrik tua hingga kantor megah
Eb - Bb
Kami hitung setiap langkah yang salah
(Verse 2)
Cm - Ab
Puing janji bertebaran di jalan
Eb - Bb
Bau basa-basi memenuhi angin
Cm - Ab
Mata kami terbuka, telinga tak tuli
Eb - Bb
Catat setiap dusta di dinding hati
(Pre-Chorus)
Ab - Bb
Telah cukup lama kami diam
Cm - G
Telah cukup lama terima nasib
Ab - Bb
Kini kau hitung, kau rasakan
Cm
Gugatan rakyat semesta!
(Chorus)
Cm - Ab
(Gugatan!) Rakyat semesta bangkit berdiri
Eb - Bb
(Gugatan!) Hapus semua yang busuk di sini
Cm - Ab
(Gugatan!) Tiada lagi takut atau segan
Eb - Bb
(Gugatan!) Hingga keadilan nyata di tangan!
(Interlude)
Cm - Ab - Eb - Bb
(2x, dengan distorsi penuh)
(Bridge)
Fm - Ab
Dengar teriakan kami, pecahkan langit kelam
Eb - Bb
Bara di dada, bukan lagi diam
Fm - Ab
Sejarah akan catat hari ini
Eb - Bb
Saat semua bangkit dan teriakkan:
"Gugatan!"
(Chorus diulang 2x)
Cm - Ab
(Gugatan!) Rakyat semesta bangkit berdiri
Eb - Bb
(Gugatan!) Hapus semua yang busuk di sini
Cm - Ab
(Gugatan!) Tiada lagi takut atau segan
Eb - Bb
(Gugatan!) Hingga keadilan nyata di tangan!
(Outro)
Cm - Ab - Eb - Bb
(Gugatan! Gugatan! Gugatan!)
Cm - Ab - Eb - Bb
Rakyat semesta... rakyat semesta...
Cm
(Gugatan!)
11. Dalam Hitungan
“Dalam Hitungan” dari .Feast band dan lagu ini adalah lagu satir yang nyentil banget soal hidup kita yang sekarang terlalu keikat sama teknologi likes, followers, angka-angka gituan jadi patokan nilai diri. Lagu ini juga unik karena mereka masukin sekitar seribu doa dari pendengar. Berikut lirik dan chordnya.
(Intro)
Am G Am G
(Verse 1)
Am G Am
Sekarang semua
G Am
Tidur tenang
C G
Cek lagi besok pagi
Am
Keselamatan
(Chorus)
Am G
Kita membangun bersama
Am
Tuhan yang baru
G
Dunia yang berani
Am
Semua orang berseru
Am D
Taman Eden dengan wi-fi dan kamera depan
Am
Malaikat yang hadir mengukur dalam hitungan
12. Metakritik
“Metakritik” dari .Feast itu lagu yang ngebahas refleksi diri sambil nyentil soal kritik yang sering dilempar ke mereka. Isinya tentang insecurity, pusing ngejaga jati diri, dan tekanan hidup di era semua harus keliatan sempurna. Berikut lirik dan chordnya.
(Intro)
C#m B A B
C#m B A B
(Verse 1)
C#m B A B
Apakah ku terlalu peduli dengan standar-mu yang beku dan sangat tinggi?
C#m B A B
Bertanya-tanya apa kau benar-benar nilai dirimu dengan cara yang sama?
C#m B A B
Atau apa aku takut dengan aibku dan lingkunganku?
C#m B A B
Atau apa aku takut dengan aibku dan lingkunganku?
13. Bintang Massa Aksi
“Bintang Massa Aksi” dari .Feast itu lagu yang ngepompa semangat buat ngelawan ketidakadilan, vibes-nya optimis dan penuh energi. Video klipnya juga absurd, low-budget, tapi dikerjain serius bareng para fans (Kelelawar), jadi makin punya karakter. Berikut lirik dan chordnya.
(Intro)
Am G C D
(Verse 1)
m G C D
Coba buatku kalut, ayo sini, pengecut!
Kalengan! Hanya melek jualan!
Otak encer oplosan!
Jalan ke pengasingan!
(Chorus)
Am G C D
Pecah belah lagi!
Oh, yang ini? Oh, yang ini?
Oh, yang ini? Oh, yang ini?
Oh, yang ini? Oh, yang ini?
Oh, yang ini? Oh, yang ini?
(Verse 2)
Am G C D
Putuskan! Menyerahlah sekarang!
Tutup akun sekarang!
Menyerahlah dan pulang!
Keropos dan berkarang!
(Chorus)
Am G C D
Pecah belah lagi!
Oh, yang ini? Oh, yang ini?
Oh, yang ini? Oh, yang ini?
Oh, yang ini? Oh, yang ini?
Oh, yang ini? Oh, yang ini?
(Bridge)
Am G C D
Mundur lah dan menghilang!
(Mundur lah dan menghilang!)
Mundur lah dan menghilang!
14. Politrik
“Politrik” dari .Feast itu lagu rock ngebut yang ngehantem isu sosial politik dengan lirik pedes dan nyelekit. Isinya curhatan generasi muda soal ketidakadilan dan kekacauan negara gara-gara kelakuan para pemimpin. Berikut lirik dan chordnya.
(Intro)
C#m B A B
C#m B A B
C#m B A B
C#m B A B C#m
(Verse 1)
C#m B A B
Hari ini kau belanja topik..
C#m B A B
Cari-cari debat paling berisik..
C#m B A B
Jalan jinjit di tepi jurang menukik
C#m B A B
Bungkus kritik dangkal dengan cantik..
15. Kelelawar
“Kelelawar” itu sebutan buat fanbase .Feast band, dikenal solid dan semangatnya gila-gilaan. Namanya diambil dari lagu “Kelelawar” di album Multiverse, dan dipake karena para fans dianggep punya energi yang sama liarnya. Berikut lirik dan chordnya.
Intro
Am G C G (x2)
(Verse 1)
Am G C G
Kelelawar terbang dalam kelam
Am G C G
Malam-malam yang begitu suram
Am G C G
Di bawah lampu yang meredup
Am G C G
Kau berlalu tanpa kata
(Chorus)
F G
Kutatap bintang-bintang di langit
C G
Kau hanya bayangan yang melesat
F G
Kekosongan di dalam dada
C G
Makin terasa
(Verse 2)
Am G C G
Kelelawar terbang dalam kelam
Am G C G
Malam-malam yang begitu suram
Am G C G
Di bawah lampu yang meredup
Am G C G
Kau berlalu tanpa kata
(Chorus)
F G
Kutatap bintang-bintang di langit
C G
Kau hanya bayangan yang melesat
F G
Kekosongan di dalam dada
C G
Makin terasa
(Bridge)
F G
Tak ada yang abadi di sini
C G
Semua akan berlalu seperti mimpi
F G
Dan kau pun begitu
C G
Menjadi kenangan semata
(Outro)
Am G C G
Kelelawar terbang dalam kelam
Am G C G
Malam-malam yang begitu suram
Am G C G
Kau berlalu tanpa kata
Am G C G
Hingga pagi menyapa
Daftar Albumnya yang Lengkap
1. Multiverses (2017)
Albumnya isi 11 lagu, dan kalo ngomongin mana yang paling banyak didenger, agak susah nunjuk satu karena datanya enggak sejelas itu. Tapi biasanya yang sering ada di obrolan fans itu "Kelelawar" sama "Watcher of the Wall". Ini tuh album debut .Feast yang pertama kali ngenalin konsep “multiverse” mereka yang sekarang udah jadi cap khas band ini.
Secara overall, albumnya masih kedengeran cukup mentah, mixing-nya belom se-polished rilisan mereka yang lebih baru, tapi justru di situ kerennya: lo bisa ngeliat fondasi awal suara mereka kebentuk. Lewat album ini, .Feast ngegali banyak perspektif dan “realitas alternatif” sambil ngangkat isu-isu kekinian.
2. Beberapa Orang Memaafkan (EP - 2018)
EP yang isinya 6 lagu ini jadi momen penting banget buat naiknya Feast band ke permukaan. "Peradaban" meledak parah sampai ratusan juta stream dan jadi anthem anak muda yang lagi banyak pikiran.
Selain itu, "Kami Belum Tentu" dan "Berita Kehilangan" juga ikut jadi favorit karena liriknya kuat dan relevan. Produksinya lebih rapi, liriknya makin to the point, dan keseluruhan EP ini ngegambarin keresahan anak muda soal kondisi sosial–politik Indo yang lagi panas.
3. Multiverses (Revisi Final Fix Banget) (2020)
Versi revisi Multiverses ini isinya 11 lagu, dan sama kayak versi awalnya, yang paling sering didengerin tetep “Kelelawar” karena emang jadi salah satu track paling nempel di kuping. Jadi ceritanya, .Feast ngerasa versi asli Multiverses masih bisa lebih oke.
Akhirnya mereka ngerilis ulang album ini dengan mixing dan mastering yang bener-bener baru, biar kualitas suaranya naik level dan lebih sesuai sama standar mereka setelah sukses sama EP Beberapa Orang Memaafkan. Hasilnya, lagu-lagu lama dialbum ini jadi kedengeran jauh lebih mateng dan lebih rapih.
4. Uang Muka (EP - 2020)
EP Uang Muka isinya 6 lagu, dan yang paling sering didengerin orang udah pasti “Tarian Penghancur Raya” lagu yang vibe-nya nendang banget dan jadi favorit banyak pendengar. EP ini rilis di tahun yang sama sama revisi Multiverses, dan fokusnya bener-bener nyorot isu kayak kapitalisme, budaya konsumtif, sampe ketimpangan ekonomi.
Bahkan judul “Uang Muka” aja sebenernya sindiran halus soal gimana hidup kita sering kejerat sama urusan materi. Secara suasana, EP ini lebih gelap, lebih tegang, dan ritmenya juga lebih nendang dibanding karya mereka yang lain. Kerasa banget kalo .Feast lagi meluapin rasa kesel dan capek sama sistem yang nindas.
5. Abdi Lara Insani (2022)
Album Abdi Lara Insani (ALI) ini aslinya punya 9 lagu di versi standar, tapi mereka juga ngerilis “Edisi Lengkap” yang isinya lebih banyak lagi. Dari semua track, yang paling nge-hits banget jelas “Tarot” lagu ini jadi salah satu karya .Feast yang paling banyak distream secara keseluruhan.
Selain itu, “Nina” dan “o, Tuan” juga termasuk yang paling sering diputer fans. Secara vibe, ALI kerasa banget jadi album yang nunjukin kematangan mereka. Musiknya lebih kompleks, banyak progresi rock yang dalem, dan liriknya puitis banget bahkan kadang rada metaforis sampe lo harus dengerin lebih dari sekali buat nangkep maksudnya.
Pas mereka ngerilis “Edisi Lengkap”, keliatan makin jelas konsep yang mau mereka bangun lebih luas, lebih dalam, dan makin nunjukin kalau ALI itu salah satu proyek paling niat yang pernah Feast band garap.
6. Membangun & Menghancurkan (2024)
Album terbaru .Feast yang rilis tahun 2024 ini isinya 15 lagu penuh, dan bisa dibilang jadi karya mereka yang paling niat dan ambisius sejauh ini. Lagu yang paling sering didengerin orang juga udah keliatan banget “Konsekuens” sama “Politrik” langsung jadi andalan dan rame banget begitu album ini muncul.
Di album ini, mereka bener-bener ngegas dari sisi produksi. Setiap lagu digarap bareng produser yang beda-beda, jadi sound-nya juga lebih beragam dan eksperimental. Secara tema, albumnya muter di soal “bikin hancur bikin lagi” baik dalam konteks hidup pribadi sampe ke hal-hal sosial yang lebih luas.
Kesimpulan
Feast band bener-bener naik level di album terbaru mereka, "Membangun dan Menghancurkan". Kalau dulu mereka lebih terkenal karena lagu-lagu nyindir soal politik dan sosial, sekarang sisi paling personal dan emosional mereka keluar banget. Album ini kerasa kayak diary perjalanan mereka nggak ngulik orang lain doang, tapi juga ngegali rasa takut, cinta, kehilangan, sama pertumbuhan diri sendiri. Dengan kolaborasi lebih dari 12 produser, warna musiknya jadi super beragam, dari rock khas mereka sampe sentuhan elektronik yang fresh. Lagu-lagu kayak "Nina" curhatan Adnan buat anaknya, "Arteri" kenangan masa muda Dicky, sama "o,Tuan" ketakutan Baskara kehilangan orang tercinta bikin album ini kerasa deket banget sama pendengar.
FAQ
1. Membangun dan menghancurkan album ke berapa?
Membangun & Menghancurkan itu album studio ketiganya .Feast. Setelah dua album sebelomnya, rilisan ini makin nunjukin perkembangan musik mereka yang makin liar dan dalem.
2. Durasi Membangun & Mengharcurkan berapa menit?
Durasi albumnya kurang lebih 56 menitan, isi 15 lagu yang lumayan padet. Sekali lo puter, rasanya kebawa terus sampe track terakhir.
3. Di mana bisa mendengarkan album "Membangun & Menghancurkan"?
Lo bisa denger album ini di Spotify, YouTube Music, atau platform musik digital lain yang biasa lo pake. Tinggal search judulnya, langsung muncul dan bisa lo gas kapan aja.
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 22/05/2025
20 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Trisna Oen
26/05/2025 at 23:07 PM
GUGUS INDRA WICAKSONO
28/05/2025 at 12:54 PM
ALFAN EDY KURNIAWAN
06/06/2025 at 20:33 PM
WARNO WARNO
06/06/2025 at 20:54 PM
Relly TURNIP
10/07/2025 at 11:31 AM
Relly TURNIP
12/07/2025 at 14:17 PM
Heri Suprapto
30/07/2025 at 08:56 AM
Agus Samanto
04/08/2025 at 21:26 PM
NIRWANTO BLUES
06/09/2025 at 11:39 AM
Andhika Prasetya Herlambang
09/09/2025 at 07:00 AM
Muhammad Jodi Indra
25/09/2025 at 11:29 AM
Yohanes Hariono
04/10/2025 at 01:45 AM
AyuRL Ningtyas
15/10/2025 at 17:35 PM
Doniansyah Royani
08/01/2026 at 09:25 AM
Doniansyah Royani
08/01/2026 at 09:26 AM
Alief Bachtiar
12/01/2026 at 06:04 AM
Imam Zainuri
12/01/2026 at 20:50 PM
Musdalifa
19/01/2026 at 13:34 PM
Muhammad Rafli Maulana
06/03/2026 at 09:21 AM
Inda
31/03/2026 at 07:02 AM