Bisa jadi diantara kamu ada yang hobbi banget main arum jeram. Setuju gak, kalau dibilang banyak hal positif yang bisa kita ambil dari permainan arum jeram ini, mulai dari melatih kekompakan tim, kepemimpinan, saling percaya sesama tim, dan secara khusus mengajarkan diri sendiri tentang arti keberanian dan cepat dalam mengambil tindakan serta keputusan.
Di Pulau Jawa hampir disetiap sungainya, bisa ditemui arena-arena untuk berburu adrenalin dengan permainan rafting. Tidak hanya itu, di Pulau Jawa, pengelola atau operator rafting pun beragam, berbeda hal ketika lo main ke sungai Nimanga, Desa Timbukar, Minahasa, Sulawesi Utara. Operator penyelenggara kegiatan arum jeram dapat dihitung dengan jari.
Derasnya aliran Sungai Nimanga, memang tiada duanya. Sambil menikmati hobbi menantang adrenalin, kamu juga akan dimanjakan pandangannya dengan rangkaian pemandangan yang tersaji luar biasa. Dimulai dari tebing yang tinggi, pepohonan yang rindang hingga barisan batu-batuan di sekitar sungai Nimanga.
Mengarungi sungai sejauh 9 kilometer, bersama 15 orang rekan dengan 3 perahu karet, selama 2 jam, akan menghasilkan cerita rafting dengan awalan dan akhiran yang cukup mencekam. Setelah sebelumnya dibuat penasaran dengan aktivitas rock climbing di Desa Kilometer Tiga, kini elf yang ditumpangi segera menuju titik awal pertemuan untuk aktivitas rafting tersebut.
[bacajuga url=61582]
Tingkat kesulitan arena sungai yang menjadi track rafting ini berada di grade 4, tidak lantas membuat patah semangat para penggila Rafting. Meskipu begitu persiapan yang matang tetap diperlukan semisal, menggunakan Life vest, helm, dan dayung. Sebagai pembuka setelah semua terpasang dengan baik, empunya rafting turun memberikan arahan berupa tips & trik melawan jeram dan berpesan safety first.
Beberapa titik jeram ditempat ini diberikan nama yang unik, mulai dari jeram Good Bye!, Superman, Tornado hingga Golden Gate. Setiap jeram ini memiliki karakteristik dan sensasi yang berbeda-beda ketika dilalui dan ditaklukan.
Ditengah perjalanan, kamu akan diajak melihat langsung pembuatan minuman khas Sulawesi Utara, Cap Tikus. Semenjak dulu telah populer di kalangan petani Minahasa. Bagi mereka minuman ini bukanlah minuman keras, disetiap seloki yang dikonsumsi berarti satu semangat telah bertambah, begitu juga dengan seloki berikutnya.
Momen berhenti yang kedua kalinya dimanfaatkan dengan maksimal oleh seluruh peserta, dengan menjajal tebing setinggi 5 meter untuk di jadikan tempat meloncat secara bergantian. Sebelum akhirnya berakhir diujung track raftingnya.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 21/02/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :