Ketika kamu sedang melakukan hal yang baru atau yang ekstrem apakah kamu merasakan detak jantung yang lebih cepat, dan tingkat konsentrasi yang naik? Fokus yang meningkat, detak jantung yang cepat, dan pergerakan tubuh yang lebih lincah dikarenakan tubuh memproduksi adrenaline dengan jumlah lebih banyak. Tubuh yang memproduksi adrenaline lebih banyak terutama saat kamu melakukan olahraga ekstrem, naik wahana yang seru, atau sedang dalam keadaan panik saat bencana disebut dengan adrenaline rush.
Ada fakta yang agak mengejutkan bahwa ternyata terlalu sering melakukan kegiatan yang memicu adrenaline atau apabila tubuh terlalu banyak memproduksi adrenaline, ini bisa menyebabkan kamu mengalami serangan panik. Serangan panik atau panic attack ini termasuk ke dalam penyakit psikologis yang bisa muncul kapan saja. Meski nggak berbahaya, panic attack ini bisa membuatmu mengalami anxiety attack atau kecemasan yang berlebihan. Berikut adalah cara mengatasi panic attack akibat adrenaline rush.
Ambil nafas dalam-dalam
Melatih pernapasan sangat berguna untuk melancarkan kembali sirkulasi udara di dalam tubuh, meredakan detak jantung yang nggak teratur, dan membantu melemaskan kembali otot-otot yang tegang. Saat mengambil nafas, duduklah dengan posisi tegak, dan fokuskan nafas dengan perut sebagai pusatnya. Kalau kamu mengalami panik misalnya terjebak saat sedang panjat tebing, atau mau melakukan bungee jumping saat sedang kebakaran, jernihkan pikiranmu dengan bernapas dalam-dalam.
[bacajuga url=12904]
Mengalihkan pikiran
Kalau kamu terjebak dalam situasi yang membuatmu panik dan merasa cemas berlebihan, keluar sebentar dari situasi tersebut lalu alihkan perhatianmu sejenak. Misalnya kamu bisa menghitung dari satu hingga dua puluh atau sampai pikiranmu tenang kembali dan nafasmu sudah teratur. Dengan mengalihkan perhatian sejenak, kamu akan fokus di luar hal yang membuatmu panik dan bisa kembali dengan pikiran yang jernih dan fokus kembali.
Berpikiran positif
Bayangkan bila kamu suatu hari nanti ditantang untuk melakukan bungee jumping dan sudah bersiap untuk melompat. Kemudian karena adrenaline rush yang berlebihan kamu menjadi ragu dan merasa tertekan. Ini bisa jadi disebabkan oleh pikiran negatif yang ada di otakmu misalnya “Bagaimana kalau jatuh?†“Bagaimana kalau talinya putus†“Bagaimana kalau talinya kurang panjang dan saya terbentur di tanah?†dan pikiran jelek lainnya. Pikiran negatif hanya akan membuatmu menjadi semakin panik dan takut untuk mengambil langkah ke depan. Pikirkan saja keseruan yang akan kamu rasakan setelah melompat, mendapatkan pengalaman baru yang nggak ada duanya, dan juga kamu akan bisa mengalahkan rasa panik tersebut.
Hindari kafein dan alkohol
Data penelitian sudah membuktikan bahwa konsumsi kafein berlebihan, atau mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang bisa menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami panic attack. Batas maksimum konsumsi kopi untuk orang dewasa adalah 3 sampai 4 gelas sehari. Kalau kamu sadar kamu cenderung lebih mudah panik, sebaiknya kurangi jumlah kopi yang kamu konsumsi. Minuman berkafein seperti kopi dan teh juga bisa meningkatkan detak jantung, yang apabila ditambah dengan adrenaline rush maka detak jantungmu bisa sangat cepat dan nggak beraturan. Ini tentunya membahayakan hidupmu.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 01/03/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :