Pada kondisi suhu yang ideal, mesin mobil memang bekerja dengan efektif dan optimal. Meskipun sudah ada sistem pendingin, overheat atau suhu panas berlebih pada mesin mobil tentu bisa saja terjadi, Superfriends.
Berbagai macam faktor bisa saja mengakibatkan overheat pada mesin mobil, seperti sistem pendingin yang mengalami kebocoran, kipas radiator mati, thermostat yang rusak, radiator tersumbat, air radiator yang salah, hingga kekurangan oli pada mesin mobil.
Jangan panik, jika tiba-tiba mesin mobil lo overheat saat liburan. Begini cara menangani mobil overheat yang tepat, Superfriends.
Berhenti di Tempat Aman
Image source: shutterstock.com/maradon
Pertama, gejala overheat atau mesin yang terlalu panas bisa dilihat dari temperatur suhu mesin pada panel instrumen. Umumnya, mesin mobil akan overheat jika suhu mesin sudah di atas 95 derajat Celcius. Saat mesin terlalu panas, biasanya indikator engine check pun akan menyala, Superfriends.
Ketika jarum temperatur suhu mesin menunjuk ke H atau yang berarti hot dan asap putih tipis mulai keluar dari bawah kap mesin, jangan langsung panik. Tepikan mobil secara perlahan di tempat yang aman dan tidak mengganggu laju lalu lintas. Pilihlah tempat yang relatif terang dan ramai untuk mengurangi resiko kejahatan di jalan raya, Superfriends.
Matikan Mesin Mobil
Image source: pexels.com/@ron-lach
Setelah berhenti sempurna di tempat yang sekiranya aman, langsung matikan mesin saat itu juga, Superfriends. Jangan lupa tarik rem tangan agar mobil berhenti dengan sempurna. Setelah itu, lo bisa langsung membuka kap mesin, Superfriends. Gunakan lap basah atau semacamnya, karena kap mesin pada situasi ini biasanya juga ikut panas.
Tunggu sejenak, sampai jarum indikator suhu mesin pada instrumen panel turun. Tunggu dan diamkan mobil sekitar 10 sampai 20 menit sampai suhu mesin mobil sudah mulai stabil.
Periksa Radiator
Image source: unsplash.com/@jumpstarterexpert
Saat suhu mesin mobil sedang tinggi atau panas, jangan pernah membuka tutup radiator. Pasalnya, uap panas bertekanan tinggi dari radiator bisa saja membahayakan keselamatan lo, Superfriends. Oleh karena itu, sebaiknya tunggu sejenak sampai mesin mobil sudah agak stabil.
Setelah suhu mesin mobil dirasa sudah stabil, lo baru bisa membuka tutup radiator mesin mobil lo, Superfriends. Jika air radiator habis mungkin ada kebocoran, jalur sistem pendingin yang tersumbat, atau pompa air yang rusak. Jangan lupa periksa juga tabung cadangan air radiator, Superfriends.
Ganti Air Radiator dengan Air Mineral Biasa Jika Sangat Mendesak
Image source: shutterstock.com/Poring2017
Jika dipastikan tidak ada kebocoran, besar kemungkinan radiator hanya kekurangan air. Ketika keadaan sangat mendesak, lo bisa mengganti air pendingin radiator (radiator water coolant) dengan air mineral biasa. Namun, tidak dianjurkan untuk penggunaan air biasa dalam jangka waktu yang lama ya,Superfriends. Pasalnya, air tersebut tidak efektif untuk melepaskan panas di mesin, Superfriends.
Ada baiknya, jangan hanya memeriksa bagian radiator, periksalah seluruh bagian sistem pendingin seperti water jacket, water pump, thermostat, dan bagian lainnya. Telusuri lebih lanjut, apakah ada yang mengalami kebocoran atau kerusakan. Jadi, ketika sudah di bengkel lo bisa perbaiki mobil kesayangan lo dengan tepat, Superfriends.
Cek Oli Mesin
Tidak hanya sistem pendinginan, volume oli mesin juga harus lo cek jika mobil overheat, Superfriends. Jika oli di dalam mesin terlalu sedikit, maka tentu saja mesin akan lebih cepat panas.
Pasalnya, salah satu manfaat oli yaitu sebagai penyebar panas dalam mesin yang kemudian panas tersebut diserap oleh cairan pendingin radiator. Oleh karena itu, jangan sampai telat ganti oli ya, Superfriends.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 07/05/2022
Source:https://www.seva.id/blog/tidak-perlu-panik-begini-cara-menangani-mobil-overheat-102019/
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :