Baik pendaki pemula atau pendaki profesional, yang gak jarang mereka terkena hipotermia saat mendaki puncak gunung, lho. Hal ini membuktikan jika mendaki gunung bukanlah aktivitas yang mudah untuk dilakukan.
Hipotermia sendiri adalah kondisi tubuh di mana sistem pengaturan suhu di dalam tubuh kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Jika gak segera diatasi, hal ini jelas akan membahayakan tubuh, bahkan ada beberapa kasus di mana hipotermia ini menyebabkan kematian.
Oleh sebab itu, persiapan optimal tentu harus dilakukan, apalagi bagi yang baru pertama kali mendaki gunung. Nah, buat lo yang berencana ingin mendaki gunung dalam waktu dekat, ada tips khusus untuk mencegah hipotermia nih. Penasaran? Simak ulasan lengkapnya di bawah!
1. Hindari pendakian di malam hari
Image source: unsplash.com/@tobiasmrzyk
Kebanyakan pendaki pasti akan berusaha melakukan pendakian di tengah malam. Hal ini karena mereka ingin tiba di puncak gunung saat fajar menjelang sehingga bisa menyaksikan sunrise di puncak gunung.
Sayangnya, hal ini gak selamanya baik terutama bagi tubuh. Suhu pegunungan di malam hari yang sangat dingin bisa membuat seseorang mengalami hipotermia. Untuk itu, jika gak siap dengan udara malam pegunungan, sebaiknya urungkan niat untuk mendaki di malam hari dan lakukan di siang hari saja.
2. Gunakan peralatan lengkap
Image source: unsplash.com/@asoggetti
Kebanyakan pendaki yang terkena hipotermia seringkali disebabkan oleh kurangnya peralatan yang mereka bawa atau gunakan. Bahkan, pada beberapa kasus, pendaki yang terkena hipotermia diketahui hanya mengenakan jaket yang tipis sehingga memudahkannya untuk terserang hipotermia.
Oleh karena itu, gunakanlah perlengkapan super lengkap, mulai dari jaket gunung yang tahan air, angin, dan dingin, penutup kepala, sarung tangan, kaos kaki tebal, sepatu, hingga celana yang hangat. Kemudian, bawalah baju ganti yang akan dikenakan saat terguyur hujan, sleeping bag untuk menjaga pendaki dari dinginnya udara pegunungan, dan matras untuk melindungi diri lo dari dinginnya tanah pegunungan.
3. Hindari kontak langsung dengan air
Image source: shutterstock.com/xalanx
berpotensi kehujanan, namun minimalkan kontak langsung dengan air dengan menggunakan jas hujan yang tebal. Kalau pun sudah terlanjur basah, segera ganti pakaianmu yang basah dengan baju ganti untuk membuat tubuh tetap hangat.
Ini karena bila lo diamkan saja, tubuh akan kesulitan mengatur suhu yang pas. Ancaman hipotermia pun menghantui lo dan bisa datang kapan saja.
4. Jangan gunakan pakaian berbahan jeans
Image source: unsplash.com/@yadav_anuj
Pemakaian gear dengan bahan jeans hanya akan merepotkan pendaki. Bahan jeans yang berat dan mudah menyerap air membuatnya susah kering bila terkena hujan atau cipratan air saat melintasi sungai.
Akhirnya, lo pun akan dibuat kerepotan saat celana atau jaket jeans yang dikenakan jadi basah. Oleh karenanya, gunakanlah pakaian yang memang diperuntukkan untuk naik gunung, seperti jaket gunung yang waterproof serta celana kargo yang mempunyai bahan yang hangat.
5. Jaga perut agar tetap terisi sepanjang waktu
Image source: unsplash.com/@shot_by_teo
Salah satu penyebab pendaki terserang hipotermia adalah karena kurangnya asupan makanan berkalori. Tubuh yang kurang berenergi tak mampu melawan dinginnya suhu pegunungan sehingga hipotermia pun rentan terjadi. Karenanya, jagalah perut agar tetap terisi. Selain membawa peralatan masak dan bahan makanan, setiap pendaki juga diwajibkan untuk membawa camilan. Kalau bisa, bawalah camilan yang tinggi kalori, seperti roti dan makanan manis lainnya.
6. Akhiri pendakian saat suhu tubuh kurang dari normal
Hipotermia gak hanya terjadi akibat suhu lingkungan sekitar dan ketinggian pendakian saja, tapi juga bisa disebabkan oleh kondisi suhu tubuh pendaki. Artinya, hipotermia akan mudah menyerang seseorang yang suhu tubuhnya di bawah suhu normal, yakni 35 - 37,5 derajat celcius.
Sebab, saat kurang dari itu respon tubuh dalam mengatur suhu gak akan berfungsi optimal. Jadi, kalau saat mendaki suhu tubuh terasa turun drastis, lebih baik akhiri pendakian demi keselamatan pribadi.
7. Pelajari tentang gejala, penyebab, dan penanganan hipotermia
Persiapan dalam bentuk perlengkapan gunung saja gak cukup, karena lo juga harus mempelajari tentang hipotermia, baik dari gejala, penyebab, hingga penanganannya bila teman sependakian terserang hipotermia.
Gejala hipotermia sendiri sebenarnya bisa langsung dikenali karena hipotermia gak datang secara tiba-tiba dan langsung berakibat fatal. Beberapa gejala yang muncul biasanya berupa halusinasi yang diiringi dengan gak berhentinya menggigil, muntah-muntah, bicara melantur, detak jantung melemah, kulit membiru, dan tekanan darah menurun.
Jika lo menemukan teman pendaki yang mengalami gejala seperti ini, maka segeralah lakukan penanganan. Masukkan orang yang terkena hipotermia ke dalam tenda guna menghindari hembusan angin gunung. Lalu, gantilah bajunya yang sudah basah dengan pakaian kering.
Untuk pendaki perempuan, pastikan kalau ada sesama pendaki perempuan lainnya untuk mengatasi hal seperti ini. Selanjutnya, berilah ia minuman hangat dan hangatkan badannya dengan mengenakan jaket, penutup kepala, kaos kaki, sarung tangan.
Jika ia masih menggigil, maka peluklah secara erat secara beramai-ramai supaya tubuhnya tetap hangat. Kalau memungkinkan, buatlah api unggun di luar tenda supaya hantaran panasnya bisa mengenai tubuh orang yang terkena hipotermia.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 23/12/2021
Source:https://review.bukalapak.com/travel/hipotermia-saat-naik-gunung-103132
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :