Terus bisa nggak sih belajar trik fotografi alam liar dari rumah? Jawaban bisa banget. Karena masih kondisi pandemi, lo nggak perlu langsung turun ke lapangan alias alam liar langsung. Pelajari dan dalami dulu seluk beluknya. Supaya nanti pas sudah aksi di lokasi langsung nggak kaget.
[readalso url=21676]
Siapkan Fisik

Menjadi fotografer alam liar bukan pekerjaan yang mudah bro. Fisik harus benar-benar kuat dan prima. Fotografer alam liar bakal sering menghadapi medan terjal, cuaca ekstrem, dan jalur yang naik turun.
Persiapannya sebelum ke spot liat, lo bisa melakukan olahraga seperti jogging, tracking, atau treadmill. Lari pagi juga membantu meningkatkan kekuatan fisik. Intinya, harus ada olah badan.
Wajar bro, di alam lepas lo bakal naik turun, keluar masuk hutan. belum lagi jalur tebing berbatu. Jadi harus benar-benar matang persiapannya. Termasuk minum obat anti malaria. Ingat medan yang lo hadapi bukan hutan beton seperti di tengah kota. Ini hutan beneran lho.
Riset

Sebagai fotografer, penting juga melakukan riset supaya konsep foto dan target jepretan sesuai keinginan. Karena objek foto bakal didominasi hewan-hewan liar, maka lo harus pelajari juga karakteristik satwa. Termasuk masyarakat di sekitar hutan.
Lalu cari tahu apa aja sih kesulitan di lokasi yang mau lo datangi, plus sama solusinya yang harus langsung dirumuskan saat itu juga. Oh iya, kendaraan juga perlu dipikirin. Jangan sampai lo bingung mau akses ke spot untuk 'berburu' satwa liar.
Nggak kalah penting juga yakni menjalin komunikasi dengan warga lokal di sana. Lo bisa mulai mencari kontak buat menjalin komunikasi dengan pihak yang mengetahui wilayah yang bakal lo tuju. Misalnya polisi hutan, NGO, atau sesepuh adat. Pendekatan ini penting buat memudahkan petualangan lo mencari objek foto di alam liat. Sopan santun sudah pasti harus dikedepankan ya.
[readalso url=21638]
Peralatan Sesuai Kebutuhan

Karena lo bakal menjelajahi hutan dengan waktu yang lama, jadi peralatan yang dibawa harus merepresentasikan objek yang bakal difoto. Artinya tujuan lo menelusuri hutan untuk menjepret satwa liar yang seperti apa.
Jadi misalnya, target foto lo hanya sekadar hewan-hewan mungil seperti burung di kejauhan, maka lensa super tele bisa disimpan rapi di rumah. Artinya nggak perlu dibawa ke medan perburuan.
Lensa 70-200mm cukup kok buat memotret orang utan, harimau dan gajah. Kalau mau lebih wide, lo siapkan lensa 16-35mm. Bodi kamera cukup satu saja. Terpenting lo harus selalu menyediakan baterai cadangan dan laptop untuk memindahkan data hasil jepretan. Laptop dibawa juga untuk menyimpan foto dengan file RAW yang besar. Jika sudah terdokumentasikan, edit foto sesuai kebutuhan saja.
Sabar dan Nggak Panik

Ini adalah kunci jika menjadi fotografer alam liar. Karena objek dan suasananya nggak bisa di-create atau dibuat maka lo harus benar-benar menunggu momen yang tepat. Sabar mengamati satwa liar di hadapan sampai akhir tepat untuk diabadikan lewat mata kamera.
Risiko sebagai fotografer alam liar juga banyak banget. Lo bisa jatuh dari tebing ke sungai yang tidak terlalu dalam. Di situ kamera sudah berisiko basah karena air. Makanya harus hati-hati betul. Dan, sabar agar hasilnya maksimal dan nggak sia-sia.
Gimana bro, sudah ada niat foto satwa liar apa nih nanti setelah pandemi?
Source: https://inet.detik.com/fotostop-tips-dan-trik/d-2909522/tak-perlu-alat-mahal-memulai-fotografi-alam-liar
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 28/05/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :