Bernapas merupakan inti dari olahraga apapun, termasuk mendaki gunung. Namun teknik pernapasan yang benar masih sering dianggap remeh. Apalagi kadar oksigen di gunung lebih tipis dibandingkan di dataran rendah, makin tinggi sebuah tempat maka makin tipis kadar oksigennya. Nggak heran banyak pendaki, yang sudah biasa mendaki gunung sekalipun, bernapas terengah-engah.
Berjalan dan bernapas saat mendaki gunung memang terasa jauh lebih berat dibandingkan berjalan dan bernapas di dataran rendah. Untuk menghasilkan tenaga butuh oksigen, namun oksigennya sendiri yang tipis. Oleh karena itu, teknik pernapasan yang benar menjadi penting.
Berikut ini beberapa tips dan teknik pernapasan saat melakukan pendakian ke gunung supaya napas nggak terengah-engah dan tubuh nggak mudah lelah.
[readalso url=22378]
Teknik Pernapasan Diafragmatik

Image source: unsplash.com/@breakyourboundaries4
Banyak yang bernapas secara pendek-pendek saat mendaki gunung, hingga sedikit aja hirupan napas yang sempat singgah ke perut. Hal ini bisa membuat napas jadi terengah-engah dan tenaga yang bisa diproduksi tubuh menjadi sedikit. Tubuh akan merasakan lelah yang amat sangat akibat salah dalam teknik bernapas.
Ada tiga cara atau kebiasaan bernapas manusia, yaitu pernapasan dangkal/pendek/cepat (dari mulut/hidung hingga dada), pernapasan diafragmatik di bawah tulang rusuk atau ulu hati, dan pernapasan dalam (dari mulut/hidung hingga perut sedikit di bawah pusar).
Nah, teknik yang cocok saat mendaki gunung adalah pernapasan diafragmatik. Otot diafragma berada di bawah tulang rusuk, berbentuk seperti kubah, mirip payung. Bernapas dengan metode ini juga butuh tekniknya tersendiri agar hasilnya maksimal.
Inti teknik pernapasan yang baik memang bagaimana caranya mendapatkan oksigen sebanyak mungkin dari tiap udara yang dihirup. Oksigen tersebut akan digunakan untuk proses katabolisme (penguraian) gula (glukosa) dalam darah, sehingga ATP atau Adenosine Triphosphate dapat dihasilkan menyuplai energi bagi sel-sel tubuh.
Pernapasan diafragmatik bisa dikatakan ada di tengah-tengah antara pernapasan dangkal dan dalam. Caranya pakai tiga metode ketukan (1-2-3) waktu bernapas; satu ketukan saat menghirup udara melalui hidung, dua ketukan saat udara ditahan di diafragma, dan tiga ketukan saat napas dikeluarkan lewat mulut secara berangsur-angsur. Tandanya berhasil, perut di bawah dada akan naik-turun mengempis-mengembang.
[readalso url=22356]
Dilakukan dengan 3 Ketukan

Image source: unsplash.com/@omarob
Hirup udara melalui hidung (1 ketukan), ini agar udara dapat disaring pertama-tama oleh bulu hidung, nggak semua partikel dapat masuk seperti halnya menghirup udara lewat mulut, tahan di diafragma (2 ketukan), lalu hembuskan perlahan melalui mulut (3 ketukan). Biarkan udara tertahan beberapa saat di diafragma, jangan langsung dihembuskan ke luar.
Ada lagi trik metode ketukan bernapas diafragma yang benar dan disiplin, artinya nggak terpancing bernapas pendek lewat mulut, yaitu; pakai buff atau masker. Ini akan memaksa seseorang menghirup napas lewat hidung, lebih mudah menahan sebentar udara di diafragma, dan mengeluarkannya lagi lewat hidung.
Penerapan saat berjalan memang butuh pembiasaan atau latihan. Rumusnya adalah tiga langkah berjalan satu kali bernapas diafragma. Otomatis berjalannya nggak bisa (dan memang nggak dianjurkan) secara cepat atau tergesa-gesa. Berjalanlah dengan pelan tapi konsisten, bukan grasak-grusuk.
Berjalan terlalu cepat saat mendaki gunung juga akan mengacaukan pengaturan teknik bernapas dan proses aklimatisasi, yang berakibat sedikitnya oksigen yang terikat dalam darah, sehingga berakibat sedikitnya energi yang dapat diproduksi oleh tubuh.
Jika teknik bernapas diafragma dilakukan dengan benar, maka aktivitas mendaki gunung akan terasa jauh lebih menyenangkan, lebih bertenaga, dan nggak terlalu terengah-engah. Perjalanan pendakian pun bisa dinikmati dengan maksimal, bro.
Source: https://www.kompasiana.com/sutomo-paguci/59fc21ddc226f90249018186/tips-dan-trik-bernafas-saat-mendaki-gunung?page=all#sectionall
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 04/11/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :