Meski tergolong ekstrem, olahraga rock climbing yang menantang ini justru memiliki banyak peminat. Pasalnya, selain mengandalkan kekuatan fisik, jam terbang yang tinggi, dan keterampilan, ketangguhan mental juga berperan sangat penting dalam melakukan rock climbing.
Agar pendakian aman, setiap pemanjat harus mengerti dan memahami betul teknik-teknik yang dilakukan dalam rock climbing. Salah satunya adalah rappelling, yakni sebuah teknik yang digunakan untuk menuruni tebing.
Bagi yang masih awam, menuruni tebing terlihat nggak semelelahkan atau semengerikan saat proses memanjat. Namun kenyataannya, rappelling justru merupakan teknik paling berbahaya, berisiko, sekaligus paling penting untuk dikuasai jika ingin kembali dalam keadaan selamat.
Nah, buat yang ingin melakukan rock climbing, pastikan mengikuti tips rappelling yang benar, bro. Jangan mengabaikan hal-hal kecil yang kerap menjadi kesalahan dalam rappelling dan justru bisa membahayakan nyawa seperti berikut.
[readalso url=21784]
Anchor yang Nggak Tepat

Image source: rockclimbeveryday.com
Anchor merupakan alat yang digunakan sebagai penahan beban. Ada dua jenis anchor yang dikenal dalam rock climbing, yakni natural anchor (seperti celah atau lubang pada permukaan tebing, tonjolan bebatuan, pohon, dan sebagainya) dan artificial anchor (merupakan anchor buatan seperti chock, piton, bolt, dan lain-lain. Anchor buatan ini diletakkan sendiri oleh pemanjat pada tebing).
Saat rappelling, anchor benar-benar menjadi lifeline. Oleh karena itu, saat menentukan lokasi anchor, pastikan bahwa penahan beban ini cukup kuat. Jika menggunakan pohon misalnya, pilih pohon yang memang cukup kuat untuk menahan beban seperti batang yang besar dan memiliki akar kuat. Untuk artificial anchor, periksa paling nggak tiga kali bahwa alat tersebut nggak rusak dan masih kuat.
Pakaian dan Sepatu yang Nggak Sesuai

Image source: unsplash.com/@huchenme
Kesalahan lain yang umum terjadi adalah pakaian yang dikenakan tersangkut pada peralatan rappelling. Saat hal ini terjadi, konsentrasi akan terpecah dan berimbas pada keseimbangan. Oleh karena itu, pastikan baju yang dikenakan sudah cukup ringkas dan nyaman alih-alih baju yang terlalu longgar, bro.
Soal sepatu, kenakan sepatu yang pas dan nyaman untuk membuat pijakan semakin mudah dan lancar. Sebagai pilihan, bisa menggunakan sepatu untuk hiking atau sepatu untuk tenis yang kokoh. Dua jenis sepatu ini cukup sesuai dengan berbagai jenis rappel. Nggak lupa untuk kenakan kaos kaki yang nyaman dan mudah menyerap keringat.
[readalso url=21766]
Ikatan Rambut dan Helm yang Ganggu

Image source: unsplash.com/@worldsbetweenlines
Mungkin hal ini terlihat sangat sederhana, namun nggak sedikit pemanjat yang kewalahan lantaran helai-helai rambut yang mengganggu penglihatan atau bahkan tersangkut. Kejadian ini paling umum dialami oleh yang berambut panjang, baik laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, jika memiliki rambut panjang, ikatlah dengan rapi sehingga nggak mengganggu pandangan.
Jangan remehkan pula penggunaan helm. Lindungi kepala dari berbagai risiko cedera akibat benturan. Pastikan sudah mengaitkannya dengan pas, nggak terlalu longgar dan nggak terlalu erat karena hanya akan membuat kepala jadi sakit.
Beberapa hal tersebut merupakan kesalahan yang sering terjadi saat melakukan rappelling. Meski nggak terlalu teknis, risiko keselamatan yang ditimbulkan sama sekali nggak berkurang. Pastikan juga semua perlengkapan yang dibawa sudah lengkap ya, bro.
Source: https://akasakaoutdoor.co.id/blogs/aks-journal/kesalahan-saat-rappeling-dan-cara-agar-tetap-aman
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 24/11/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :