Syukur jika stok makanan cukup sampai akhirnya bisa dievakuasi keluar dari jalur pendakian. Tapi kalau sampai kehabisan makanan itu yang bahaya.
Buat lo si hobi mendaki, pengetahuan tumbuh-tumbuhan yang bisa dikonsumsi di alam bebas sangat penting. Paling nggak, lo punya bekal ilmu soal tanaman yang bisa dimanfaatkan ketika berada di gunung.
Dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Begonia salah satu tanaman yang bisa dikonsumsi dalam keadaan terhimpit ketika di tengah hutan. Tanaman ini dibilangnya sebagai kawan dari para survivor. Mereka yang bertahan hidup di gunung atau hutan, bahkan kehabisan makanan, kerap memanfaatkan tumbuhan ini untuk dimakan.
[readalso url=21343]
Rasanya Asam dan Mengandung Banyak Air

Image source: pesona.travel
Begonia adalah 'genus' dalam keluarga tanaman berbunga 'Begoniaceae'. Nama 'genus' Begonia sendiri diciptakan Charles Plumier, pelindung Perancis botani. Begonia banyak dijumpai di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), dari hutan dataran rendah sampai hutan sub pegunungan.
Orang Sunda biasa nyebut tanaman ini dengan sebutan 'hariang'. Tumbuhan ini termasuk tanaman semak dan biasanya menyukai habitat yang lembab. Cirinya tuh bisa dikenali dari bentuk daun yang asimetris, sehingga jika dilipat ukurannya nggak akan sama.
Begonia di kawasan TNGC berbentuk menjari dengan ujung daun yang meruncing, kemudian batangnya berwarna kemerahan. Buat kalangan pendaki gunung, Begonia sangat terkenal karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
Terus bagian mananya sih yang bisa dimakan? Nah, Begonia bisa dikonsumsi pada bagian batang. Caranya, kupas kulit batangnya lebih dulu. Hati-hati mengupasnya, jangan sampai kotor. Setelah dikupas, Begonia sudah bisa dimakan. Rasanya asam dan banyak mengandung air.
[readalso url=21334]
Dijadikan Obat

Image source: pxhere.com
Selain bisa dikonsumsi, Begonia juga dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan tanaman obat. Kalau dipakai untuk obat-obatan, tumbuhan ini bisa mengatasi bisul, pusing, dan penghilang dahak.
Bagian yang digunakan untuk diolah menjadi obat yaitu daun dan batang. Orang Sunda zaman dahulu, Begonia juga biasa digunakan untuk pengganti bumbu asam dalam membuat sayuran.
Untuk sakit tenggorokan atau penghilang dahak, lo bisa menyiapkan 15 gram umbi Begonia yang sudah dicuci dan diiris. Kemudian tambahkan air 300 cc lalu diblender. Hasilnya bukan diminum ya guys, tapi cukup dipakai untuk kumur-kumur.
Dalam proses penelitian, Begonia sedang diolah untuk menjadi tanaman obat lainnya supaya bisa menyembuhkan penyakit demam dan penyakit kelamin sipilis. Ada juga yang mengandung zat pencahar atau obat sakit perut.
Nggak hanya itu, Begonia diduga berkhasiat sebagai obat penyembuh luka baru. Daun, batang, dan bunganya mengandung saponin. Daunnya mengandung tanin, sedangkan batang dan bunganya mengandung flavonoida dan polifenol.
Sementara, ada juga Begonia fimbristipulata yang berkhasiat menurunkan panas atau demam, sebagai obat batuk, dan obat sakit pada waktu datang bulan. Jenis ini pula yang sudah diolah menjadi minuman segar berupa teh agak pahit dari China.
Kalau untuk obat datang bulan, cara penggunaannya menyiapkan 9-15 gram Begonia yang dicuci bersih dan ditumbuk halus, kemudian diseduh dengan 200 cc air mendidih, airnya diminum hangat-hangat. Bro, lo nggak perlu minum ini. Khusus buat perempuan ya. Gimana? Selain tanamannya berguna banget selama di gunung, Begonia juga menyimpan banyak manfaat. Semoga bisa nambah ilmu ya, bro!
Source:http://ksdae.menlhk.go.id/info/5301/begonia,-kawan-para-survivor.html
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 26/03/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :