Surfing/berselancar menjadi aktivitas yang cocok dilakukan buat menghabiskan hari yang panas di pantai, tapi ada yang lebih banyak hal yang bisa dilakukan dengan menunggangi ombak daripada sekadar menyeimbangkan diri di atas papan.
Menguasai selancar adalah tentang menguasai ilmu/sains, lo perlu tau bagaimana gelombang bergerak melintasi lautan membawa energi saat mereka pergi, dan bagaimana lo bisa menangkap sebagian dari energi ini buat menggerakan diri lo sendiri. Baik itu berselancar atau bodyboarding, mengendarai longboard, atau bermain skimboard, lo bakal menggunakan sains dengan cara yang keren, Superfriends.
Lo nggak cuma harus mempersiapkan peralatan surfing, tapi lo juga harus paham ilmu dalam surfing, Superfriends. Berikut ini panduan sederhana menangkap ombak yang perlu lo ketahui.
Apa itu gelombang?
Image source: pexels.com/@kammeran-gonzalez-keola
Gelombang/ombak selalu menjadi hal pertama yang lo perhatian tentang lautan. Kecuali pada hari-hari yang sangat tenang, selalu ada ombak yang meluncur di permukaan laut. Hukum dasar fisika yang disebut kekekalan energi menyatakan bahwa energi nggak bisa diciptakan atau dimusnahkan; itu hanya bisa diubah menjadi bentuk lain.
Nah, hal yang hebat tentang gelombang laut adalah lo bisa melihatnya datang. Kalau lo berselancar, bahkan ombak yang bergerak cepat pun cukup lambat untuk menangkap dan membawa lo. Sifat-sifat gelombang laut juga mudah dilihat. Lo bisa memperkirakan amplitudonya (tinggi) hanya dengan melihat ke cakrawala.
Panjang gelombangnya (jarak dari satu puncak gelombang ke puncak gelombang berikutnya) dan frekuensinya (jumlah gelombang yang melewatinya dalam jangka waktu tertentu) juga sangat mudah dilihat.
Kapan dan mengapa ombak pecah?
Image source: unsplash.com/@thejoltjoker
Peselancar nggak menyukai ombak lama: mereka menginginkan ombak yang mengelupas (pecah secara bertahap ke kiri atau kanan di sepanjang puncak ombak) daripada menutup (di mana puncaknya terlipat dan hancur berkeping-keping sekaligus).
Saat ombak mengelupas, lo bisa naik dan turun melintasi puncak saat ombak perlahan pecah; dengan gelombang yang menutup, nggak ada tempat buat pergi. Dalam bahasa gaul selancar, ombak yang dekat ke kanan disebut “righthanders”, sedangkan ombak pemecah kiri disebut “lefthanders”. Sudut di mana ombak mengelupas membuatnya kurang lebih menarik buat berselancar. Semakin curam sudutnya, semakin sulit buat berselancar dan semakin menarik gerakan yang bisa dilakukan.
Ombak bisa pecah dengan berbagai cara, dan itu sangat tergantung pada profil dasar laut di bawahnya (dikenal sebagai batimetri). Semua ombak pada akhirnya bakal pecah, tapi fitur utama seperti batu karang atau terumbu karang, tepian, dan gundukan pasir bakal membuat satu sisi pecah sebelum yang lainnya, menyebabkan ombak mengelupas. Bentuk terumbu karang yang berbeda juga menghasilkan efek patahan yang berbeda pula.
Kenapa peselancar harus mendayung?
Image source: unsplash.com/@madbyte
Sains (dan khususnya fisika) bisa menjelaskan sebagian besar hal-hal yang bakal lo perhatikan saat lo mengendarai papan selancar, seperti halnya mengapa harus mendayung.
Baik lo berada di papan selancar atau bodyboard, kalau ombak besar lagi menuju ke arah lo, lo harus mendayung dengan cepat supaya bisa menangkapnya. Dengan kata lain, lo harus melakukan perjalanan dengan kecepatan dan momentum tertentu saat ombak menghantam lo untuk memiliki peluang buat ikut dengannya.
Untuk melakukan perjalanan dengan gelombang, lo harus mempercepat ke kecepatan perjalanannya. Lo harus mendapatkan sejumlah energi kinetik untuk memulai–kalau lo udah bergerak saat ombak mengejar lo–akan lebih mudah bagi ombak buat mempercepat lo sedikit lebih banyak. Atau secara sederhana, semakin cepat lo mendayung, maka semakin besar kemungkinan lo menangkap ombak.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 24/10/2021
Source:https://www.explainthatstuff.com/surfingscience.html
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :