Hamparan awan dan pepohonan yang hijau di puncak gunung memang menjadi suasan yang menyenangkan. Buat sampai ke sini, tentu ada sejumlah risiko yang harus siap lo hadapi, salah satunya yaitu dehidrasi alias kekurangan cairan. Tapi tenang, karena ada beberapa cara sederhana mengurangi risiko dehidrasi saat mendaki gunung, Superfriends. Berikut ulasan selengkapnya!
Pernah hilang konsentrasi saat mendaki gunung? Hati-hati, Superfriends. Pasalnya, hal tersebut merupakan salah satu tanda dehidrasi. Dilansir laman Alodokter, dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan.
Hal ini tentu bisa menyebabkan keseimbangan zat gula dan garam menjadi terganggu, akibatnya tubuh nggak dapat berfungsi secara normal. Kalau nggak segera diatasi, dehidrasi bisa menyebabkan kejang, kerusakan otak, dan bahkan sampai kematian, lho.
Maka dari itu, lo wajib banget simak beberapa cara sederhana mengurangi risiko dehidrasi saat mendaki gunung berikut ini, Superfriends!
Hindari Konsumsi Air Gula
Image source: unsplash.com/@mathildelangevin
Pernah minum air gula sebelum mendaki, Superfriends? Sebenarnya, air gula nggak boleh diminum ketika melakukan pendakian lho, begitu juga dengan minuman kopi, teh manis, dan sirup.
Meskipun air gula bisa memberikan energi besar, zat tersebut menjadi pemicu utama lemahnya saluran kemih, Superfriends. Secara nggak langsung, lo bakal lebih sering buang air kecil akibat meminum-minuman tersebut.
Manfaatkan Sumber Air yang Ada di Gunung
Image source: unsplash.com/@lillianstudios
Jika lo mendaki gunung yang ada sumber airnya, maka siapkan botol atau wadah kosong lebih untuk mengambil air di sumber air tersebut, Superfriends. Yup, botol atau wadah kosong tentu saja mengurangi beban di dalam tas dan sangat berguna untuk mengambil air di sumber air.
Namun, jika nggak ada sumber air, lo bisa gunakan air hujan untuk mengisi botol atau wadah kosong yang lo bawa, Superfriends. Supaya air hujan jernih, endapkan sejenak di wadah air minum. Setelah kotoran mengendap, tuang di semua botol yang lo bawa.
Sumber air minum juga bisa lo temukan pada rembesan air di dinding gua. Akan tetapi, air tersebut harus dicek kemurniannya. Pastikan air nggak berasa, berwarna, dan beraroma kurang sedap.
Minum Air Mineral secara Teratur Selama Pendakian
Image source: unsplash.com/@bitcloudphotography
Satu hal yang nggak boleh dilewatkan sebelum berjalan mendaki gunung nih Superfriends, yaitu meminum air mineral sebelum berangkat. Yup, pastikan membaca doa dan minum secara perlahan. Jika sudah mulai berjalan, selalu perhatikan jeda waktu minum pertama dan yang seterusnya.
Misalnya, lo minum air putih jam enam pagi. Selang 30 setelah itu, lo harus minum lagi dengan perlahan agar tubuh lo nggak kekurangan cairan, Superfriends. Porsinya kira-kira 150-250 ml per 30 menit.
Pastikan Stok Air Mineral Aman
Image source: unsplash.com/@katejoie
Cara sederhana mengurangi risiko dehidrasi saat mendaki gunung yang terakhir dan yang paling penting yaitu pastikan stok air mineral di dalam tas carrier aman, Superfriends. Pasalnya, dengan persediaan air mineral di dalam tas carrier lo bisa segera meneguknya kalau kehausan.
Biar lebih gampang mengambil botol air mineral, lo bisa meletakkannya di kantong tas yang mudah dijangkau, Superfriends. Di samping itu, bawalah beberapa botol minum air mineral sebagai cadangan. Upayakan botol tersebut bisa masuk ke dalam tas carrier.
Untuk jenis botol, pilih water bladder, PET, atau botol minum berbahan stainless steel. Yang paling penting jangan buang botol minum lo di gunung ya, Superfriends!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 17/11/2021
Source:https://akasakaoutdoor.co.id/blogs/aks-tips/5-tips-agar-terhindar-dari-dehidrasi-saat-mendaki
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :