Saat mendaki gunung, banyak pendaki merasa kebingungan untuk menentukan arah kiblat saat waktu shalat tiba. Padahal shalat harus menghadap kiblat jika memang masih bisa dicari arah kiblatnya. Ini berarti, sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara melakukannya.
Misalnya lo bisa menjadikan gerak semu harian matahari sebagai patokannya. Ini merupakan cara yang paling gampang karena matahari pasti terbit di timur dan terbenam di barat. Namun jika cuaca mendung atau berkabut, cara ini akan sulit dilakukan.
Akan tetapi, masih ada cara lain untuk menentukan arah kiblat saat berada di perjalanan atau di puncak gunung. Nah, bagaimana caranya? Simak ulasannya di bawah ini.
Memakai kompas
Image source: elements.envato.com/elenabednykh
Yang pertama adalah dengan memakai kompas yang dapat menunjukkan arah mata angin dengan memanfaatkan gaya magnet dari kutub. Dengan alat sederhana ini, lo bisa menentukan arah barat secara mudah dengan cara:
-
Pertama berdiri di tempat yang nggak tertutup tebing batu
-
Kedua buka kompas yang lo miliki dengan posisi mendatar
-
Selanjutnya cek panah penunjuk arah barat yang ada di kompas tersebut
-
Arah yang ditunjukkan oleh panah merupakan arah kiblat untuk shalat
Memanfaatkan peta pendakian
Image source: elements.envato.com/Prostock-studio
Selain kompas, lo juga bisa memanfaatkan peta pendakian yang biasanya diberikan oleh petugas yang berada di pintu masuk. Peta ini umumnya menunjukkan jalur pendakian dan juga penunjuk arah mata angin di sebelah pojok kanan atas.
Dengan bantuan penunjuk arah mata angin ini, lo bisa menentukan arah kiblat ketika berada di gunung. Caranya pun cukup mudah, yaitu:
-
Pertama cari tahu dulu posisi lo berada dalam peta, caranya bisa dengan merunut arah pendakian dari pos pendakian yang terakhir kali lo lewati.
-
Kemudian posisikan peta sampai sejalur dengan arah mendaki untuk menyesuaikan arahnya.
-
Selanjutnya, baca penunjuk arah mata angin yang ada di peta pendakian
-
Terakhir, buat tanda khusus sebagai ciri arah kiblat
Mengamati lumut yang ada di batang pohon
Image source: elements.envato.com/bublikhaus
Buat lo yang belum tahu, sebenarnya pucuk pohon secara alami akan selalu menyongsong ke arah datangnya cahaya matahari saat pagi hari. Soalnya, daun-daun yang ada di pohon memerlukan cahaya matahari untuk proses fotosintesis.
Jadi lo bisa mengamati pola tumbuh ranting-ranting di pepohonan serta pucuk ranting untuk menebak arah timur. Akan tetapi, cara ini cukup sulit buat yang belum terbiasa. Nah, sebagai gantinya, lo bisa mengamati lumut yang ada di batang pohon.
Lumut adalah tanaman yang menyukai lembapan, ini berarti lumut akan menghindari area-area yang terlalu kering, dan panas karena sering terkena sinar matahari. Dengan kata lain, bagian pohon yang ditumbuhi lumut menunjukkan arah barat. Begitupun sebaliknya, bagian yang nggak ditumbuhi lumut merupakan arah timur. Kalau masih bingung, lo bisa mengikuti langkah-langkahnya di bawah ini:
-
Pertama cari pohon-pohon besar yang umurnya sudah puluhan atau ratusan tahun.
-
Setelah itu, kelilingi pohon tersebut dan amati pola pertumbuhan lumut yang ada di batangnya. Kalau masih ragu, lo bisa meraba sekeliling batang pohon untuk mengetahui mana bagian yang lembap dan kering.
-
Berikutnya, amati pertumbuhan lumut di batang mulai dari bawah sampai atas. Bagian batang yang terasa kering dan jarang ditumbuhi lumut berarti menunjukkan arah timur, sedangkan bagian yang ditumbuhi banyak lumut menunjukkan arah barat.
-
Setelah mengetahui di mana arah barat, langsung beri ciri khusus untuk menandai bahwa arah itulah yang menjadi kiblat untuk shalat di gunung.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 15/11/2022
Source:https://blog.eigeradventure.com/cara-menentukan-arah-kiblat/#:~:text=Cara%20yang%20paling%20mudah%20untuk,dan%20barat%20saat%20di%20gunung
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :