Terdapat beragam jenis trekking pole yang dijual di pasaran dan bisa lo pakai sebagai alat bantu dalam mendaki. Salah satunya adalah trekking pole yang dibedakan berdasarkan kelengkapan dan fiturnya.
Beberapa fitur tersebut meliputi kemampuan meredam kejut, mampu dipanjang atau dipendekkan, hingga dapat dilipat untuk memudahkan proses packing. Nah, untuk informasi lebih lengkapnya, yuk simak ulasan di bawah ini.
Adjustable Trekking Pole
Image source: unsplash.com/@ssulinski
Trekking pole yang satu ini memiliki fitur bisa dipanjangkan atau dipendekkan sesuai dengan kebutuhan.Di medan menanjak para pendaki biasanya memendekkan tongkat mereka.
Sementara, saat di medan menurun tongkat lebih nyaman saat dipanjangkan. Ukuran universal dari hiking pole jenis ini adalah 24 inchi saat pendek dan 55 inchi untuk panjang maksimum.
Non Adjustable Trekking Pole
Image source: shutterstock.com/leonid-sorokin
Dibandingkan dengan adjustable trekking pole, jenis ini mungkin lebih ringan sehingga populer di kalangan para pendaki gunung ultralight. Sayangnya, trekking pole ini gak punya fitur hebat seperti mampu dipanjangkan atau dipendekkan.
Jadi, pertimbangkan trekking pole non adjustable yang tidak bisa dipanjang pendekkan ini jika Superfriends hanya bertualang di satu jenis medan saja. Contohnya, kegiatan susur pantai.
Foldable Hiking Pole
Image source: shutterstock.com/sone4ka
Berbeda dengan adjustable yang bisa dipanjang pendekkan, foldable trekking pole hanya perlu dilipat. Fitur ini jelas memudahkan lo untuk dibawa di dalam ransel atau sedang tidak gunakan.
Mekanisme ini persis seperti lo melipat frame tenda sewaktu camping atau mendaki gunung. Mudah banget untuk dipraktikkan, kok!
Standard Pole
Image source: unsplash.com/@fins
Jenis yang satu ini adalah jenis trekking pole yang mungkin paling murah dan ringan. Hiking pole jenis standar gak dilengkapi dengan pegas peredam kejut.
Sehingga, trekking pole ini mungkin akan sedikit berbeda rasanya dengan yang memiliki shock absorber. Namun dari sisi efektivitasnya untuk menghasilkan stabilitas, standard pole sama bagusnya dengan jenis trekking pole yang lain.
Shock Absorbing Trekking Pole
Image source: unsplash.com/@mavenfx
Kebalikan dari standard pole, shock absorbing trekking pole memiliki pegas di dalamnya. Dengan begitu, trekking pole ini mampu menjadi peredam kejut saat mengalami hentakan.
Peredam goncangan atau peredam kejut pada trekking pole adalah saran terbaik untuk para petualang secara umum. Biasanya jauh lebih nyaman jika digunakan oleh para pendaki yang memiliki riwayat sakit pinggang, lutut atau pergelangan kaki yang pernah cedera.
Monopod Trekking Pole
Trekking pole yang satu ini mungkin masih jarang ditemukan di Indonesia. Monopod trekking pole dikenal memiliki sebutan lain yang lebih akrab, yakni camera mount trekking pole.
Untuk penjelasannya sendiri, monopod trekking pole adalah jenis hiking pole yang dapat juga dijadikan sebagai monopod penyangga kamera. Hiking pole jenis ini dilengkapi dengan mounting pada bagian atasnya.
Ultralight Trekking Pole
Sesuai dengan namanya, keunggulan utama dari trekking pole jenis ini adalah bobotnya yang sangat ringan. Gak heran, bila trekking pole ini sangat populer di kalangan para petualang yang memiliki prinsip ultralight dalam manajemen perjalanan mereka.
Ultralight trekking pole pada umumnya menggunakan bahan carbon. Dari sisi harga, mungkin ini adalah jenis trekking pole dengan harga yang paling tinggi.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Places & Gears
Article Date : 25/09/2022
Source:https://akasakaoutdoor.co.id/ini-panduan-lengkap-memilih-trekking-pole-yang-terbaik/
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :