Hipotermia sering jadi Ketakutan buat para pendaki dan emang seharusnya begitu, karena gangguan ini bisa berakibat fatal kalau diremehkan. Tapi sayangnya, masih banyak banget mitos seputar hipotermia yang bikin orang salah paham atau malah salah tindakan di lapangan.
Nah Superfriends, biar nggak salah kaprah, yuk bedain mana yang mitos dan mana yang fakta
Mitos 1: Hipotermia cuma terjadi di gunung bersalju atau suhu ekstrem
Fakta:
Hipotermia bisa terjadi di gunung tropis Indonesia sekalipun!
Bahkan suhu 15–20°C bisa cukup buat nurunin suhu tubuh drastis kalau lo kehujanan, baju basah, atau diterpa angin kencang tanpa pelindung.
Intinya bukan cuma dingin, tapi kombinasi angin, lembap, dan tubuh kelelahan yang memicu hipotermia.
Mitos 2: Orang yang kena hipotermia pasti menggigil parah
Fakta:
Menggigil itu tanda awal, tapi kalau udah parah, tubuh justru berhenti menggigil karena udah nggak punya energi buat ngelawan dingin.
Biasanya di tahap ini orang mulai ngelantur, jalan sempoyongan, bahkan nggak sadar kalau tubuhnya kaku. Kalau udah kayak gini, itu bahaya banget harus segera dihangatkan dan dikawal.
Mitos 3: Penderita hipotermia bisa langsung dikasih minum air panas atau dijemur di api unggun
Fakta:
Ini justru bisa bikin tubuh kaget suhu dan memperparah kondisi.
Cara benernya adalah hangatkan pelan-pelan: ganti pakaian basah, bungkus tubuh pakai sleeping bag, dan hangatkan dengan suhu tubuh orang lain (body to body warming). Ingat, tujuannya bukan “panasin”, tapi “naikin suhu tubuh secara bertahap.”
Mitos 4: Kalau udah pakai jaket tebal, pasti aman dari hipotermia
Fakta:
Jaket tebal percuma kalau bahannya nggak tahan air atau lo udah basah kuyup dari hujan atau keringat. Air menyerap panas tubuh 25 kali lebih cepat daripada udara, jadi begitu pakaian lembap, panas tubuh langsung kabur.
Tips: Gunakan lapisan berlapis: base layer (menyerap keringat), mid layer (menahan panas), dan outer layer (anti angin/air).
Mitos 5: Hipotermia cuma soal kedinginan
Fakta:
Hipotermia itu bukan cuma “dingin”, tapi kondisi tubuh kehilangan panas lebih cepat dari yang bisa dihasilkan.
Itu bisa dipicu karena faktor kelelahan, kurang makan, atau bahkan stress yang bikin metabolisme melambat. Makanya, makan teratur dan istirahat cukup juga bagian dari pencegahan.
Kesimpulan
Hipotermia bukan hal sepele Superfriends. Bukan cuma soal dingin, tapi soal kesiapan lo ngatur energi, perlengkapan, dan kesadaran di medan gunung. Jangan tunggu badan gemetar parah baru panic, karena di gunung, mencegah jauh lebih penting daripada menolong.
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 13/10/2025
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :