Pendakian tektok memang makin populer beberapa tahun terakhir ini Superfriends. Banyak orang tertarik karena dianggap lebih cepat, praktis, dan nggak perlu camping. Berangkat malam, summit pagi, lalu turun di hari yang sama.
Tapi di balik efisiensinya, pendakian tektok juga punya risiko yang nggak kecil. Bahkan banyak kecelakaan pendakian justru terjadi saat sistem tektok dilakukan tanpa persiapan matang.
Tubuh Dipaksa Kerja Nonstop
Masalah paling umum dari tektok adalah tubuh dipaksa bergerak terus dalam waktu panjang tanpa recovery cukup.
Bayangin aja:
* Start tengah malam
* Trek nanjak berjam-jam
* Summit pagi
* Langsung turun lagi
Artinya tubuh bisa aktif lebih dari 12 jam nonstop di medan berat.
Kalau kondisi fisik kurang siap, tenaga biasanya drop drastis saat perjalanan turun. Padahal banyak kecelakaan justru terjadi ketika turun gunung.
Kurang Tidur Bikin Fokus Menurun
Mayoritas pendaki tektok memulai perjalanan malam hari. Masalahnya, nggak semua orang sempat istirahat cukup sebelum berangkat.
Kurang tidur bisa bikin:
* Fokus menurun
* Refleks melambat
* Salah pijak
* Mudah panik
* Susah ambil keputusan
Di jalur gunung, kehilangan fokus beberapa detik aja bisa berbahaya.
Banyak yang Ngeremehin Jalur
Karena targetnya cepat summit lalu pulang, banyak pendaki jadi terlalu fokus mengejar waktu.
Akhirnya:
* Pace terlalu dipaksa
* Istirahat minim
* Jarang makan
* Jarang minum
* Mengabaikan kondisi tubuh
Padahal gunung nggak peduli lo mau cepat atau santai. Kalau tubuh mulai drop, medan bakal terasa jauh lebih berat.
Turun Gunung Justru Lebih Bahaya
Banyak orang mengira tantangan utama ada saat naik. Faktanya, fase turun sering lebih berisiko.
Saat turun:
* Otot mulai lelah
* Lutut menerima tekanan besar
* Konsentrasi menurun
* Tubuh kehilangan tenaga
Kalau dipadukan dengan kurang tidur dan dehidrasi, risiko terpeleset atau cedera jadi jauh lebih tinggi.
Mental Ikut Terkuras
Pendakian tektok bukan cuma soal fisik. Mental juga dipaksa kerja terus.
Saat tubuh capek, biasanya:
* Emosi lebih gampang naik
* Fokus buyar
* Motivasi turun
* Pengambilan keputusan memburuk
Makanya banyak pendaki yang awalnya terlalu percaya diri, tapi mulai kehilangan kontrol di tengah perjalanan.
Tektok Bukan Salah, Tapi Harus Tahu Batas
Sebenarnya tektok bukan sesuatu yang buruk kalau dilakukan dengan persiapan yang benar.
Yang jadi masalah adalah ketika:
* Kurang latihan fisik
* Kurang tidur
* Sok kuat
* Ikut-ikutan teman
* Nggak kenal kemampuan diri sendiri
Karena gunung bukan tempat buat adu gengsi.
Pendakian tektok memang terasa praktis dan menantang. Tapi semakin cepat ritme perjalanan, semakin besar juga tekanan ke tubuh dan mental.
Makanya Superfriends sebelum memutuskan tektok, penting buat benar-benar mengenali kemampuan diri sendiri. Karena summit itu bonus, tapi pulang dengan selamat tetap tujuan utama.
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 16/05/2026
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
DEVI TRI HANDOKO
16/06/2026 at 09:35 AM
SUPRIYANTO SUPRI
16/06/2026 at 11:02 AM