Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Ilustrasi gudeg. Image: Instagram/@kulinerjogja

Author : Admin Adventure

Article Date : 29/11/2023

Article Category : News

Pas traveling ke Jogja atau Solo, lo mungkin ngerasa kalau makanannya cenderung manis. Bahkan, buat orang yang terbiasa makan makanan pedas dan gurih, sambal di Jogja dan Solo tuh terasa manis, lho. Kira-kira, apa alasannya, ya?

 

Ternyata, manisnya makanan Jogja dan Solo ada hubungannya sama sejarah, mulai dari zaman kerajaan sampai masa penjajahan. Penasaran? Simak selengkapnya berikut ini, Superfriends.

 

Budaya Turun-temurun dari Kerajaan Majapahit

Ilustrasi gudeg
Image: Instagram/@gudeg.bu.lies

Orang-orang Jawa yang tinggal di lingkungan kraton, seperti Yogyakarta dan Surakarta (Solo), menganggap kalau rasa manis merupakan simbol dari kenikmatan. Filosofi tersebut turun-temurun dari zaman kerajaan Majapahit. Selain itu, masyarakat Jawa zaman dulu juga berinovasi membuat gula kelapa karena ada banyak pohon kelapa yang tumbuh di Pulau Jawa. Jenis gula yang kini sering disebut sebagai gula Jawa tersebut pun sering jadi salah satu bahan masakan dari Jogja dan Solo.

 

Pengaruh Masa Penjajahan

Ilustrasi nasi liwet
Image: Faiz Dila/Pixabay

Selain masa kerajaan, manisnya makanan Jogja dan Solo juga nggak lepas dari pengaruh masa penjajahan. Pada masa itu, terdapat praktik tanam paksa tebu di Jawa Tengah. Wilayah tersebut dipilih karena tebu hasil produksi Jawa Tengah lebih bagus dibanding Jawa Barat. Nggak heran kalau sampai awal abad ke-19 terdapat 17 pabrik gula di sekitar Jogja dan Solo.

 

Karena mudahnya akses buat mendapatkan gula, warga setempat pun sering menggunakan bahan tersebut sebagai bumbu masakan. Pada masa yang sama, gula justru jadi barang mahal dan langka di Jawa Barat. Itulah sebabnya makanan Jawa Barat cenderung kurang manis dan lebih mengandalkan rasa gurih-pedas, Superfriends.

 

Jadi Kearifan Lokal Hingga Kini

Image: Instagram/@gayabarumalang

Sampai saat ini, gula masih jadi bumbu khas masakan Jojga dan Solo. Makanan manis pun jadi simbol keharmoninas dan kebahagiaan serta dianggap sebagai kearifan lokal yang terus dilestarikan hingga saat ini. Sebut aja gudeg khas Jogja dan nasi liwet khas Solo. Selain itu, makanan manis juga sering ditemukan pada upacara adat Jawa, seperti pernikahan dan perayaan lainnya.

 

Tenang aja, Superfriends. Buat lo yang nggak terlalu suka sama makanan manis, sekarang udah banyak penjual gudeg dan nasi liwet yang memodifikasi resepnya, sehingga rasa makanannya pun cenderung lebih gurih. Jadi, jangan kebanyakan nyinyir, ya. (arpd)

PERSONAL ARTICLE

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Kuliner #yogyakarta #fakta unik

Source:Kompas, Inilah.com

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

GLAMPING BISA MENJADI ALTERNATIF ESCAPE, INI REKOMENDASINYA!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Surga Surfing di Kepulauan Mentawai, Patut Dicoba!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Keindahan Bawah Laut indonesia, Keajaiban Yang Wajib Kalian Jelajahi

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Mengenal Komunitas SIKSOROGO, Apa Itu?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Masih Asing Dengan Rock Climbing? Ini Sejarahnya!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Gak Perlu Jauh-Jauh! Ini 5 Wisata Perbatasan Indonesia dan Malaysia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

7 Alat Navigasi Penting yang Wajib Lo Bawa Saat Hiking

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

7 Teknik Mendayung saat Rafting, Hadapi Arus Gak Pake Panik!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

MITOS MEMANCING DI RANU KUMBOLO, APAKAH BENAR?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

FLANEL, DARI STELAN MENDAKI MENJADI FASHION SEHARI-HARI!

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /