Istilah "gak main MDPL-an" sering dipakai pendaki buat menggambarkan gunung yang angkanya pendek atau sedang di atas kertas, tapi jalur, medan teknis, dan jarak tempuhnya sangat menyiksa fisik dan mental.
Nih, daftar gunung di Indonesia yang ketinggiannya tergolong sedang/pendek, tapi punya jalur legendaris yang berat dan panjang:
-
Gunung Bukit Raya (Kalimantan Tengah / Barat) — ±2.278 MDPL Angka MDPL-nya sedang, tapi Gunung Bukit Raya adalah salah satu yang terberat di Indonesia.
-
Kenapa Berat? Pendakian bolak-balik butuh waktu 5–7 hari menembus hutan hujan tropis Kalimantan yang super lebat. Medan jungle trekking ini minim penanda rute, penuh pacet/limbat, harus menyeberangi sungai berarus deras, dan kelembapannya sangat ekstrem.
-
-
Gunung Halimun & Gunung Salak (Jawa Barat) — ±1.929 & ±2.211 MDPL Dua gunung ini adalah definisi "pendek tapi menyiksa".
-
Kenapa Berat? Hutan hujan tropisnya sangat rapat, basah, dan lembap. Jalurnya berupa tanjakan tanah liat licin yang dikombinasikan dengan akar-akar pohon raksasa, jurang menganga, vegetasi berduri, dan hampir gak ada jalan datar (bonus) buat istirahat atau bikin tenda.
-
-
Gunung Parang & Gunung Lembu (Purwakarta, Jawa Barat) — ±900 & ±700 MDPL Ketinggiannya tidak sampai 1.000 MDPL, tapi jangan sekali-kali meremehkannya.
-
Kenapa Berat? Gunung Parang gak didaki dengan jalan kaki biasa, melainkan memanjat tebing batu tegak lurus (via ferrata). Sedangkan Gunung Lembu menyajikan tanjakan tanah liat sangat curam dengan kemiringan ekstrem yang membakar otot betis dan paha dari awal start.
-
-
Gunung Pulosari & Gunung Karang (Banten) — ±1.346 & ±1.778 MDPL Kerap dijadikan tempat latihan pendaki pemula, tapi jalurnya sering bikin kaget.
-
Kenapa Berat? Elevasi tanjakannya langsung melesat tajam sejak pos awal. Jalurnya dipenuhi batu-batu licin, akar pohon basah, dan kemiringan yang terus menanjak tanpa ampun.
-
-
Gunung Penanggungan via Jolotundo (Jawa Timur) — ±1.653 MDPL Pendek dari segi MDPL, tapi punya julukan "miniatur Gunung Semeru".
-
Kenapa Berat? Di area atas jalurnya gersang dan minim peneduh. Mendekati puncak, pendaki harus melewati tanjakan tanah berbatu lepas dan pasir (scree) yang bikin kaki sering merosot.
-
-
Gunung Sirung (Alor, NTT) — ±862 MDPL Bahkan gak sampai 1.000 MDPL, tapi medan bentang alamnya sangat ganas.
-
Kenapa Berat? Didominasi medan vulkanik gersang, terik matahari pantai yang sangat menyengat, batuan lepas rawan longsor, serta hembusan gas belerang aktif di area kaldera.
-
-
Gunung Cikuray (Garut, Jawa Barat) — ±2.821 MDPL Ketinggiannya di bawah 3.000 MDPL, tapi karakter jalurnya jauh lebih menyiksa dibanding beberapa gunung tinggi lainnya.
-
Kenapa Berat? Terkenal dengan tanjakan "Nanjak Bapa"—medan tanah berakar rapat dengan kecuraman konstan tanpa diberikan bonus jalan datar sedikit pun dari start sampai puncak.
-
- Gunung Leuser (Kalau ramai kita lanjut :p)
Tinggi MDPL itu cuma ngukur titik puncak dari permukaan laut, tapi yang bikin pendakian berasa "penyiksaan" itu adalah elevasi relatif (jarak tempuh dari titik start), kerapatan hutan, dan tingkat kecuraman sudut jalurnya!
Article Category : News
Article Date : 29/09/2026
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :