Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Ilustrasi hipotermia. Image: Racool_studio/Freepik

Saat naik gunung, ada aja penyakit yang bisa dialami pendaki akibat perubahan suhu yang ekstrem atau kelelahan di tengah pendakian.

 

Walaupun lo udah berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi sebelum mendaki, namanya penyakit bisa datang kapan aja dan di mana aja. Nah, berikut ini beberapa penyakit yang sering muncul saat naik gunung dan cara mengatasinya, Superfriends.

 

Otot Tegang dan Keseleo

Ilustrasi keseleo
Image: Pixabay

Saat mendaki, otot tubuh akan bekerja lebih keras dibanding hari-hari biasanya. Kalau lo nggak terbiasa beraktivitas berat, otot lo akan menegang di tengah pendakian. Beberapa gejalanya yaitu nyeri, bengkak, dan sulit bergerak. Saat kondisi ini terjadi, istiralah sejenak dan lemaskan otot yang tegang. Lo juga bisa minum obat anti nyeri untuk mengurangi rasa sakit.

 

Selain otot tegang, keseleo juga umum dialami oleh pendaki. Kondisi ini mempengaruhi persendian dan ligament yang membuat nyeri, bengkak, dan sulit bergerak. Sama seperti otot tegang, keseleo bisa diatasi dengan mengonsumsi obat anti nyeri atau mengoleskan krim otot. Selain itu, lo bisa pakai trekking pole untuk mencegah keseleo.

 

Luka Tergores

Berada di alam bebas membuat lo bisa bersentuhan dengan berbagai permukaan benda yang kasar, seperti batu, batang pohon, dan dinding tebing. Kalau nggak hati-hati, kulit lo bisa tergores dan terluka. Kondisi ini cukup diobati dengan cara menutup luka menggunakan plester atau perban. Kalau lukanya lebar, lo bisa mengoleskan obat merah terlebih dahulu sebelum memplester luka untuk mencegah infeksi.

 

Sakit Perut

Ilustrasi sakit perut
Image: Kindel Media/Pexels

Sakit perut saat mendaki bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari telat makan, diare, hingga keracunan. Walaupun penyebabnya beda, sakit perut punya gejala umum berupa nyeri atau kram di area yang sakit. Cara mengatasinya pun tergantung pada penyebabnya. Namun, lo bisa mengkompres area yang sakit dengan air hangat sebagai pertolongan pertama. Selanjutnya, sesuaikan obat yang lo konsumsi sesuai penyebab sakitnya.

 

Hipotermia

Suhu dingin yang ekstrem di gunung bisa menyebabkan hipotermia. Beberapa gejalanya yaitu menggigil, kulit tampak kebiruan, detak jantung melemah, hingga penurunan kesadaran. Kalau teman lo mengalami kondisi ini, beberapa pertolongan pertama yang harus lo lakukan yaitu tutupi area tubuhnya dengan jaket atau kain tebal lainnya, terutama di bagian perut, leher, dan kepala.

 

Selain itu, ajak ia bicara sambil mengkompresnya dengan air hangat agar ia nggak kehilangan kesadaran. Saat penderita mulai merasa nyaman, pelan-pelan suapi dia dengan minuman hangat dan makanan ringan agar tubuhnya bekerja untuk membakar kalori.

 

Frostbite

Frostbite merupakan penyakit yang bisa muncul saat mendaki gunung bersalju dengan suhu yang ekstrem. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang pucat, keras, mati rasa, hingga membeku. Frostbite biasanya terjadi pada jari tangan, kaki, atau wajah.

 

Pertolongan pertama yang bisa lo lakukan untuk meredakan frostbite yaitu menghangatkan kulit yang kedinginan ke area lipatan tubuh yang hangat, seperti ketiak atau selangkangan. Lo juga bisa mencelupkan kulit yang terkena frostbite ke air untuk meredakan mati rasa, lalu perban area tersebut. Hindari melelehkan kulit yang membeku di api karena lo berisiko terbakar.

 

Itu tadi beberapa penyakit yang umum dialami oleh pendaki dan cara mengatasinya. Lo pernah mengalami kondisi yang mana nih, Superfriends? (arpd)

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Hiking #Wilderness #Tips

Article Category : News

Article Date : 05/03/2024

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

Source:Adventure Hacks

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Hal-hal yang Perlu Lo Tahu Tentang Bukit Cita Cita

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Berapa Jam Jakarta ke Bali? Ini Rute & Tempat Wisata yang Menantang

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Curug Lembah Tepus Bogor: Daya Tarik dan Info yang Perlu Lo Tahu

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Intip Sederet Tips Buat Lo yang Mau ke Curug Semirang

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive