Arung jeram bisa dibilang merupakan aktivitas yang butuh nyali tinggi. Gimana enggak? Arung jeram mengharuskan lo mengarungi derasnya arus sungai menggunakan perahu karet serta menjaga keseimbangan tubuh sambil mendayung. Aktivitas ini juga punya nilai plus, yaitu mengajarkan pentingnya kerja sama dengan tim. Karena arung jeram sendiri emang sangat bergantung sama kekompakan anggota tim yang ada di perahu tersebut.
Arung jeram pun udah bukan lagi sebatas kegiatan olahraga, tapi mulai banyak juga yang membuka celah bisnis sebagai operator arung jeram. Di antara kelompok pionir operator arung jeram di Indonesia, salah satu yang cukup terkenal adalah Arus Liar. Nama ini bahkan udah berkibar sejak 1989.
[readalso url=22227]
Pionir Arung Jeram di Indonesia

Image source: damarapri.blogspot.com
Loddy Karuna bersama istrinya Amalia Yunita, mendirikan bisnis Arus Liar, di bawah PT. Lintas Jeram Nusantara. Minatnya terhadap hal-hal yang ‘berbau’ petualangan serta kecintaan terhadap alam lah yang membuat mereka merintis bisnis wisata arung jeram ini.
Ide ini muncul saat ada operator arung jeram asal Eropa yang membawa wisatawan asing menyusuri sungai-sungai di Indonesia, dan membuat mereka memutuskan buat bikin bisnis ini sendiri. Saat masih awal membuka usahanya, segmen pasar yang dituju Arus Liar baru sebatas orang dewasa, serta wisatawan asing yang dibawa oleh operator arung jeram asing.
Tapi setelah kegiatan ini dikenal banyak orang, dan jumlah operator bertambah, pasarnya pun juga semakin luas. Kini segmen pasarnya pun membidik mulai dari anak-anak berusia 10 tahun hingga orang tua berusia 60 tahun (asal sehat dan nggak ada riwayat penyakit jantung).
Pilihan Sungai

Image source: lokalkarya.com
Ekspedisi yang ditawarkan Arus Liar pun sangat beragam. Mulai dari Sungai Citarik, hingga sungai-sungai di Kalimantan Timur, seperti Sungai Boh, Sungai Mentarang, dan Sungai Malinau. Arus Liar juga merambah sungai-sungai di Sumatra Barat, seperti Sungai Kuantan, Sungai Antokan, dan Lembah Anai.
Di Manado, sungai yang bisa diarungi Arus Liar seperti Sungai Ranoyapo, Sungai Nimanga, Sungai Tondano. Di Aceh, ada Sungai Alas, Sungai Tripa, dan Sungai Cikule.
[readalso url=22039]
Derasnya Keuntungan Bisnis Arung Jeram
Usaha seperti ini pun mengalirkan pundi-pundi ke operator arung jeram. Buat sekelas Arus Liar sendiri, mereka menargetkan pendapatannya sepanjang tahun 2014 lalu mencapai Rp 1,5 miliar per bulan atau Rp 14 miliar per tahun. Menurut Loddy, Arus Liar bisa melayani sekitar 1.000 orang tamu per bulannya. Tapi ini jauh sebelum adanya pandemi ya, Superfriends.
Tarif arung jeram yang dipatok operator pun bervariasi, tergantung sama tingkat kesulitan dari sungai itu sendiri. Arus Liar sendiri mematok tarif mengarungi sungai mulai dari Rp 299 ribu per orang. Harga tersebut udah termasuk konsumsi, asuransi, sertifikat, dan transportasi.
Bagi yang mau mulai bisnis dengan skala besar, tentu butuh modal awal yang juga besar atau sekitar Rp 600 jutaan, Superfriends. Karena modal tersebut bakal digunakan buat penyediaan perahu dan peralatan lainnya. Maklum aja, usaha ini butuh pemenuhan standar keselamatan bagi pelanggan. Jadi, sebagai operator harus menyediakan peralatan berkualitas.
Aset lain yang harus dimiliki operator adalah para instruktur yang punya jam terbang memadai. Instruktur juga punya peran penting saat perahu mengarungi sungai dan jeram-jeramnya. Kebanyakan operator merekrut instruktur yang udah berpengalaman dan punya sertifikat buat menularkan keahliannya ke penduduk di sekitar sungai.
Strategi ini juga bisa memenuhi sumber daya manusia sekaligus menjaga hubungan baik usaha dengan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, Superfriends.
Nah, gimana, lo tertarik buat mencoba bisnis wisata arung jeram? Atau tertarik buat mengubah hobi petualangan lo jadi bisnis yang lainnya?
Source: https://peluangusaha.kontan.co.id/news/kian-menantang-jeramnya-kian-deras-fulusnya
ARTICLE TERKINI
Article Category : In Depth
Article Date : 08/05/2021
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :