Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

canyoning dan coasteering

Buat Superfriends yang menyukai aktivitas outdoor dan ekstrem pasti sudah gak asing lagi dengan coasteering dan canyoning. Namun, gak jarang beberapa orang yang menganggapnya sama karena sekilas keduanya menawarkan kegiatan yang mirip, yakni menelusuri tebing serta air di alam bebas. 

Meski demikian, coasteering dan canyoning jelas dua aktivitas ekstrem yang berbeda dan memiliki tantangan tersendiri. Nah, berikut ini perbedaannya yang perlu lo ketahui biar gak tertukar saat melakukannya. Yuk, simak!

1. Canyoning lebih umum dilakukan di air pegunungan, sedang coasteering berapa di tepi pantai atau tebing

Image source: shutterstock.com/pedrosala

Canyoning merupakan aktivitas berpetualang yang menyenangkan. Lo bisa melakukannya untuk menghabiskan waktu seharian. Kegiatan ini biasanya meliputi aktivitas melompat ke dalam air pegunungan, menuruni air terjun, dan aktivitas seru lainnya. 

Sementara, aktivitas coasteering menawarkan kegiatan berpetualang lain yang gak kalah menarik. Pasalnya, pada kegiatan ini lo bisa berpetualang di tepi pantai, melompat dari tebing, berenang di air berombak dan menjelajahi gua di sekitarnya. 

2. Canyoning bertujuan untuk melihat alam perbukitan dan hutan, sementara coasteering pemandangan liar di pinggir laut

Image source: shutterstock.com/pedrosala

Seperti yang sudah dikatakan, lokasi canyoning biasanya di alam bebas seperti bukit atau hutan. Maka, saat melakukannya lo bisa melihat keindahan alam menakjubkan. Selain itu, lokasi tersebut juga menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna. Jadi, lo bisa sekalian menikmati kehidupan alam liar, deh.

Sedangkan, untuk coasteering juga bisa dibilang sebagai aktivitas di alam liar. Kalau beruntung, lo bahkan bisa menyaksikan anjing laut dan juga lumba-lumba, serta menikmati tebing liar di pinggir laut.

3. Canyoning wajib diawasi pemandu, sedang coasteering biasanya gak perlu

Image source: shutterstock.com/DawidAndMarcelina

Dalam canyoning, kemampuan berenang sebenarnya gak terlalu dibutuhkan. Sebab, lo tetap bisa melakukannya dengan tetap diawasi oleh pemandu yang ada. 

Coasteering juga gak mengharuskan Superfriends untuk punya kemampuan berenang yang andal. Apalagi dalam aktivitas ini lo akan dilengkapi dengan wetsuit dan pelampung, jadi bakal tetap mengapung walau gak jago berenang.

4. Coasteering banyak sekali lompatan, canyoning bukan yang mewajibkan untuk melompat

Image source: unsplash.com/@coasteering_co_uk

Aktivitas canyoning biasanya dilakukan di ngarai yang bisa digunakan untuk melompat. Ngarai juga memiliki abseil dan seluncuran air alami yang bisa dijajal. Intinya, kebanyakan ngarai memiliki tempat untuk melompat, tapi gak semuanya tentang melompat.

Sedangkan dalam coasteering, aktivitas ini memiliki banyak sekali lompatan. Biasanya aktivitas coasteering dilakukan pada ketinggian yang berkisar dari 30 cm hingga 10 meter. Namun, sebaiknya pahami teknik melompat yang benar dulu kalau Superfriends mau mencobanya, ya!

5. Jumlah ukuran kelompok yang berbeda

Biasanya, aktivitas canyoning dilakukan dengan ukuran grup yang lebih sedikit, dengan jumlah idealnya hingga 14 orang. Hal ini karena canyoning mengharuskan lo untuk menuruni air terjun, melompat ke dalam air, dan itu semua hanya bisa dilakukan satu per satu. 

Maka dari itu, kalau terlalu banyak orang dalam satu grup, akan lebih banyak waktu yang dihabiskan karena harus menunggu anggota lainnya. Sementara, coasteering aktivitasnya lebih bebas dan bisa dilakukan oleh banyak orang dalam satu grup. 

Ini karena lokasinya biasa dilakukan di pantai, jadi aktivitas ini punya fleksibilitas dalam memantau anggota grup yang besar sambil semua anggotanya bergerak di setiap sesi pada waktu yang sama. Jadi, semua anggota grup bisa tetap terlibat dan fokus selama aktivitas.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Extreme #Beginner #Wilderness

Article Category : Extreme Action

Article Date : 09/02/2022

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

Source:https://www.idntimes.com/men/attitude/james-adriano/canyoning-vs-coasteering-mana-yang-paling-menantang-c1c2/5

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Extreme Action

Tentang Highlining, Olahraga Ekstrem yang Menantang Maut

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Tantangan Berat Gowes Sepeda dalam Kondisi Hujan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Atraksi Wisata Ekstrem yang Bisa Dilakukan di Wilayah Perairan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Tentang Zipline yang Populer di Kalangan Penggemar Olahraga Ekstrem

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive