Buat Superfriends yang menyukai aktivitas outdoor dan ekstrem pasti sudah gak asing lagi dengan coasteering dan canyoning. Namun, gak jarang beberapa orang yang menganggapnya sama karena sekilas keduanya menawarkan kegiatan yang mirip, yakni menelusuri tebing serta air di alam bebas.
Meski demikian, coasteering dan canyoning jelas dua aktivitas ekstrem yang berbeda dan memiliki tantangan tersendiri. Nah, berikut ini perbedaannya yang perlu lo ketahui biar gak tertukar saat melakukannya. Yuk, simak!
1. Canyoning lebih umum dilakukan di air pegunungan, sedang coasteering berapa di tepi pantai atau tebing
Image source: shutterstock.com/pedrosala
Canyoning merupakan aktivitas berpetualang yang menyenangkan. Lo bisa melakukannya untuk menghabiskan waktu seharian. Kegiatan ini biasanya meliputi aktivitas melompat ke dalam air pegunungan, menuruni air terjun, dan aktivitas seru lainnya.
Sementara, aktivitas coasteering menawarkan kegiatan berpetualang lain yang gak kalah menarik. Pasalnya, pada kegiatan ini lo bisa berpetualang di tepi pantai, melompat dari tebing, berenang di air berombak dan menjelajahi gua di sekitarnya.
2. Canyoning bertujuan untuk melihat alam perbukitan dan hutan, sementara coasteering pemandangan liar di pinggir laut
Image source: shutterstock.com/pedrosala
Seperti yang sudah dikatakan, lokasi canyoning biasanya di alam bebas seperti bukit atau hutan. Maka, saat melakukannya lo bisa melihat keindahan alam menakjubkan. Selain itu, lokasi tersebut juga menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna. Jadi, lo bisa sekalian menikmati kehidupan alam liar, deh.
Sedangkan, untuk coasteering juga bisa dibilang sebagai aktivitas di alam liar. Kalau beruntung, lo bahkan bisa menyaksikan anjing laut dan juga lumba-lumba, serta menikmati tebing liar di pinggir laut.
3. Canyoning wajib diawasi pemandu, sedang coasteering biasanya gak perlu
Image source: shutterstock.com/DawidAndMarcelina
Dalam canyoning, kemampuan berenang sebenarnya gak terlalu dibutuhkan. Sebab, lo tetap bisa melakukannya dengan tetap diawasi oleh pemandu yang ada.
Coasteering juga gak mengharuskan Superfriends untuk punya kemampuan berenang yang andal. Apalagi dalam aktivitas ini lo akan dilengkapi dengan wetsuit dan pelampung, jadi bakal tetap mengapung walau gak jago berenang.
4. Coasteering banyak sekali lompatan, canyoning bukan yang mewajibkan untuk melompat
Image source: unsplash.com/@coasteering_co_uk
Aktivitas canyoning biasanya dilakukan di ngarai yang bisa digunakan untuk melompat. Ngarai juga memiliki abseil dan seluncuran air alami yang bisa dijajal. Intinya, kebanyakan ngarai memiliki tempat untuk melompat, tapi gak semuanya tentang melompat.
Sedangkan dalam coasteering, aktivitas ini memiliki banyak sekali lompatan. Biasanya aktivitas coasteering dilakukan pada ketinggian yang berkisar dari 30 cm hingga 10 meter. Namun, sebaiknya pahami teknik melompat yang benar dulu kalau Superfriends mau mencobanya, ya!
5. Jumlah ukuran kelompok yang berbeda
Biasanya, aktivitas canyoning dilakukan dengan ukuran grup yang lebih sedikit, dengan jumlah idealnya hingga 14 orang. Hal ini karena canyoning mengharuskan lo untuk menuruni air terjun, melompat ke dalam air, dan itu semua hanya bisa dilakukan satu per satu.
Maka dari itu, kalau terlalu banyak orang dalam satu grup, akan lebih banyak waktu yang dihabiskan karena harus menunggu anggota lainnya. Sementara, coasteering aktivitasnya lebih bebas dan bisa dilakukan oleh banyak orang dalam satu grup.
Ini karena lokasinya biasa dilakukan di pantai, jadi aktivitas ini punya fleksibilitas dalam memantau anggota grup yang besar sambil semua anggotanya bergerak di setiap sesi pada waktu yang sama. Jadi, semua anggota grup bisa tetap terlibat dan fokus selama aktivitas.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Extreme Action
Article Date : 09/02/2022
Source:https://www.idntimes.com/men/attitude/james-adriano/canyoning-vs-coasteering-mana-yang-paling-menantang-c1c2/5
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :