Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Pendakian Ultralight dan Tradisional, Lo Plih yang Mana?

Kalau bisa dibawa pakai satu tas aja, kenapa harus dua? Makanya nggak heran deh kalau berat satu tas gunung yang sudah diisi bobotnya bisa lebih dari 10 kilogram.

Tapi belakangan, ada metode naik gunung yang mana lo nggak perlu bawa beban terlalu berat. Bukan mengurangi muatan atau keperluan naik gunung, tapi semaksimal mungkin mengganti peralatan dengan material yang lebih ringan

Nah, metode itu dikenal dengan ultralight hiking atau pendakian ultralight. Ultralight merupakan cara melakukan perjalanan dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan serta ringkas tanpa meninggalkan prinsip keamanan. 

Jadi poinnya membawa peralatan yang serba ringan tapi memenuhi segala kebutuhan. Kayak yang tadi sudah dijelaskan, ultralight bukan mengurangi peralatan yang dibawa ke alam bebas. Tapi membuat peralatan jadi lebih ringkas dengan fungsi yang lengkap.

Metode ultralight ini nggak cuma diterapkan buat solo hiking aja. Tapi bisa juga kok diterapkan berkelompok. Yang penting tadi, aspek keselamatannya nggak boleh berkurang. 

[readalso url=22567]

Perbedaan Pendakian Tradisional

Image source: traveling.bisnis.com   

Meski ada metode ultralight hiking ini, harus dipahami sebelum zaman sekarang ada pendakian tradisional. Perbedaan paling kentara antara ultralight hiking dengan pendakian tradisional itu ada pada beban yang dibawa.

Kalau ultralight hiking beban paling ringan yang dibawa antara 10 sampai 20 pon atau sama dengan 9 kilogram. Sedangkan pendakian tradisional itu bisa mencapai 30 pon atau 13 kilogram.

Perbedaan lainnya itu dari dari memilah barang yang mau dibawa. Kalau ultralight itu melakukan efisiensi waktu, tenaga, bekal dan perlengkapan. Sedangkan teknik tradisional itu barang bawaan menyesuaikan dengan berat badan dan lama pendakian.

Jadi semakin lama waktu pendakian, maka barang yang dibawa bakal lebih banyak. Sementara metode pendakian ultralight, si pendaki yang menentukan hari dan waktu pendakian, memilih jalur paling efektif, dan menyiapkan alat yang paling dibutuhkan aja. 

Perbedaan yang paling signifikan lainnya adalah dari sisi kenyamanan. Siapa sih yang betah bawa gembolan berat berjam-jam. Makanya metode ultralight ini sekarang lagi digandrungi banget sama para pendaki.

Ultralight lebih sering diterapkan karena pendaki nggak bawa beban yang berlebih. Peralatan yang diangkut ke dalam tas yang jauh bermanfaat dan kalau bisa yang multifungsi. Jadi lebih efektif ketika masuk dalam tas.

[readalso url=22297]

Tak Disarankan Buat Pemula

Image source: akasakaoutdoor.co.id    

Metode ultralight ini nggak dianjurkan buat pendaki pemula. Bagaimanapun juga, para pemula harus paham dulu soal metode tradisional jadi bisa menguasai teknik dasarnya.

Kalau sudah 'lulus' dengan teknik tradisional baru deg naik level ke metode ultralight. Kok gitu? Iya, karena pendakian yang sera ringkas perlu perencanaan matang. Ilmu itu bakal lo dapat ketika lo sudah berpengalaman di alam bebas. Lo tahu apa yang lo butuhkan dan lo sudah mengenal lingkungannya.

 


Source: https://mounture.com/cerita-petualang/ini-perbedaan-pendakian-ultralight-dan-tradisional/

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : Extreme Action

Article Date : 15/04/2021

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Extreme Action

Tentang Highlining, Olahraga Ekstrem yang Menantang Maut

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Tantangan Berat Gowes Sepeda dalam Kondisi Hujan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Atraksi Wisata Ekstrem yang Bisa Dilakukan di Wilayah Perairan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Tentang Zipline yang Populer di Kalangan Penggemar Olahraga Ekstrem

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive