Penantian 5 tahun akan album baru Placebo tampaknya akan segera berakhir. Setelah berhasil merilis rangkaian lagu, seperti Beautiful James, Surrounded By Spies, serta Try Better Next Time, kini Placebo mengungkapkan bahwa mereka akan menutup perjalanan menyambut album ke-8 yang berjudul Never Let Me Go ini. Namun, sebelum resmi ditutup, Placebo memberikan sedikit sentuhan lainnya yang menggambarkan warna musik dari album kedelapannya nanti.
Sudah memastikan bahwa album Never Let Me Go akan dirilis pada 25 Maret 2022, Placebo pun menjaga momentum mereka dengan merilis single anyar berjudul Happy Birthday In The Sky. Single penutup perjalanan album terbaru dari Placebo ini tetap memiliki benang merah yang selaras dari karya-karya sebelumnya. Melalui Happy Birthday In The Sky, Placebo tetap menjaga intensitas emosi yang mendalam.
Placebo sempat mengungkap bahwa lagu Happy Birthday In The Sky merupakan lagu yang punya makna mendalam dan juga kesan emosional yang kuat. Hal tersebut datang dari pengalaman pribadi dan juga observasi yang dilakukan oleh Placebo selama 10 tahun terakhir ini. Melalui Happy Birthday In The Sky, Placebo ingin mengangkat ragam sifat emosional dan juga impuls dari orang-orang yang harus rela ditinggalkan orang tersayang. Baik itu dalam urusan patah hati maupun putus asa karena berduka.
Diakui oleh Brian Molko, pentolan di dalam tubuh Placebo, penulisan yang dilakukan oleh dirinya untuk lagu Happy Birthday In The Sky ini jadi sebuah hal yang cukup dinantinya. Diakui oleh sang musisi bahwa dirinya selalu mencoba untuk ekspresif terhadap karya-karya yang ditulis untuk Placebo. Namun dirinya sadar bahwa selama ini, ekspresi yang diungkapkan hanya datang dari permukaan dan juga rasa marah saja.
Melalui Happy Birthday In The Sky dan juga album kedelapannya ini, Brian Molko mencoba menggali emosi yang lebih dalam untuk menghadirkan warna yang berbeda bagi Placebo. Judul lagunya sendiri merupakan sebuah ungkapan dari Brian Molko untuk para orang-orang terdekatnya yang lebih dulu meninggalkan sang musisi untuk berada di dunia yang berbeda. Vokalis dari Placebo ini membayangkan bagaimana rasanya untuk merayakan ulang tahun di langit sana.
Brian Molko juga menjelaskan meskipun dengan menulis lagu ini, tidak serta merta dirinya mencoba untuk melarikan diri atau menghilangkan rasa duka yang membelenggu. Vokalis dari Placebo ini menjelaskan bahwa perasaan duka akan terus ada dan jadi bagian dalam hidupnya dan juga seseorang lainnya. Untuk itu, vokalis dari Placebo ini mengajak para pendengarnya untuk tetap menjaga perasaan itu tetap ada. Menurut Brian Molko perasaan merupakan hal penting bagi seseorang untuk bisa tetap menjadi manusia.
Sisi personal lainnya juga pernah diungkap oleh Placebo lewat lagu Beautiful James. Placebo masih mencoba untuk menggunakan formula yang sama dalam menggarap lagu berjudul Beautiful James ini dengan dengan sentuhan aransemen modern yang membuat warna musik khas Placebo yang gahar dan penuh distorsi jadi lebih kaya dan berwarna. Placebo menjelaskan bahwa lagu Beautiful James ini merupakan karya seni terbaik yang mereka buat sebagai pembuka lembaran baru di karier mereka setelah 5 tahun tidak memperkenalkan lagu baru.
Selain itu, Placebo juga berencana untuk merilis berbagai macam memorabilia untuk para penggemar dalam format yang beragam. Rencananya, band rock asal Inggris ini akan mencoba untuk merilis merchandise dalam bentuk NFT, poster, masker, kaset, dan juga kaos. Informasi tentang rencana Placebo tersebut juga digunakan sebagai bentuk komunikasi antara Brian Molko dan Stefan Olsdal kepada para penggemar mereka.
Dalam kesempatan berbeda, Placebo pun menceritakan tentang pengalaman menjalani proses rekaman untuk album baru mereka. Kabar ini pertama kali disiarkan melalui sesi wawancara yang dilakukan BBC 6 Music bersama Matt Everitt sebagai pembawa acara. Dalam acara tersebut, Placebo menjelaskan bahwa mereka mencoba untuk melakukan proses kreatif yang berbeda dan berbanding terbalik dengan apa yang mereka biasa lakukan demi menghilangkan rasa bosan akibat peraturan karantina wilayah di Inggris.
Placebo mengakui bahwa proses penggarapan materi sudah berhasil rampung di awal tahun 2020, sebelum penyebaran virus Corona merajalela. Namun, ketika sadar bahwa pandemi akan berjalan dalam waktu lama, semangat yang menyala untuk segera menyelesaikan proses produksi album kedelapan tersebut seketika menghilang dan Placebo harus mencari cara lain untuk membangkitkan rasa tersebut.
Placebo juga menjelaskan bahwa dalam menjalani hari-hari di masa pandemi mereka merasakan frustasi yang cukup besar. Selain itu, kondisi dunia yang kacau balau juga menambah beban psikologis dari Brian Molko dan Stefan Olsdal dalam mencari jalan terbaik untuk segera mengobati lara yang tengah dirasakan oleh para penggemarnya. Jalan terbaik yang dipilih adalah mengubah pola kreatif dari yang biasa dilakukan.
Brian Molko bersama Stefan Olsdal memilih untuk melakukan perencanaan desain sampul album terbarunya sebelum mulai kembali menyentuh lagu-lagu yang mereka siapkan. Cara tersebut dilakukan dengan harapan aspek visual bisa lebih memperkuat tema besar yang coba diangkat dan diceritakan Placebo lewat album barunya. Selanjutnya, band rock asal Inggris ini pun kembali mencari judul-judul lagu lawas dari lagu yang tidak pernah dirilis.
Brian Molko menjelaskan bahwa banyak dari judul lagu lawas tersebut yang kini merepresentasikan keadaan yang tengah dirasakan oleh dirinya. Namun, Placebo memilih untuk tidak melakukan penyempurnaan dari lagu-lagunya. Mereka mencoba untuk menggarap aransemen baru dengan judul lagu yang sudah ada. Dalam rencana eksekusi tersebut, Placebo mengakui bahwa tidak semua bisa berjalan sesuai rencana.
Image courtesy of Placebo/Mads Perch
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 20/03/2022
5 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
AyuRL Ningtyas
29/03/2025 at 06:07 AM
Ricka Dwi Ayu Ningtyas
03/08/2025 at 23:29 PM
Yohanes Hariono
10/08/2025 at 01:54 AM
Muhamad Saifudin
10/11/2025 at 19:06 PM
Heri Suprapto
19/11/2025 at 13:59 PM