Mendaki gunung merupakan kegiatan yang biasa dilakukan oleh para pencinta alam. Salah satu bagian dari kegiatan ini adalah camping atau berkemah. Tentu nggak lengkap rasanya kalau belum menikmati berkemah sambil menyeruput minuman hangat dan makanan yang dimasak menggunakan perlengkapan sederhana.
Oleh karena itu, perlu membawa kompor gunung atau alat masak lainnya untuk bisa memasak saat berkemah. Namun, nggak hanya membawa kompor khusus aja, penggunaan kompor saat pendakian ini ternyata terdapat beberapa jenis seiring dengan perkembangan zaman.
Mau tahu apa aja jenis-jenis alat memasak yang biasa digunakan saat naik gunung dari masa ke masa? Berikut ini ulasannya.
[readalso url=22134]
Kompor Bahan Bakar Arang
Image source: shopee.co.id
Para zaman dahulu, para pendaki kebanyakan menggunakan bahan bakar arang untuk memasak saat berkemah. Arang menghasilkan bara yang bisa menghasilkan panas yang tahan lama. Namun, kelemahan dari kompor bahan bakar arang adalah cara membakarnya yang nggak mudah.
Perlu perjuangan ekstra untuk membakarnya sampai menjadi bara merah menyala. Tapi, seiring berkembangnya teknologi, sekarang sudah jarang ditemukan pendaki yang memasak menggunakan arang.
Kompor Bahan Bakar Parafin
Image source: dataislam.com
Kompor berbahan bakar parafin dulu juga cukup populer digunakan para pendaki saat mendaki gunung. Menyalakan api dengan parafin tentu lebih mudah jika dibandingkan menggunakan arang. Parafin bisa dimatikan dan dibakar kembali jika ingin dipakai lagi.
Namun kelemahannya adalah api yang dihasilkan dari parafin berwarna merah, jadi akan memakan waktu lebih lama untuk memasak. Selain itu, paraffin juga nggak ramah lingkungan, asap dari parafin juga kurang baik jika dihirup. Parafin biasanya berbentuk kotak berwarna putih. Kompor untuk parafin juga simple, hanya berfungsi sebagai tatakan.
Kompor Bahan Bakar Spirtus
Image source: tokopedia.com
Kompor yang satu ini termasuk jenis perangkat masak yang simple, sehingga para pendaki yang kreatif bisa membuat sendiri jenis kompor ini, biasanya dari kaleng bekas minuman. Spirtus juga cukup mudah untuk menyalakan api. Namun kelemahannya adalah bahan ini lebih boros karena cepat habis.
Green Flame
Image source: bromotravelindo.com
Untuk bahan bakar yang satu ini juga merupakan bahan yang simple dan bisa dipadukan dengan kompor buatan sendiri, atau bisa juga menggunakan kompor untuk parafin. Kelebihan bahan bakar green flame lebih mudah digunakan, warna api hijau, kemudian bisa dimatikan dan dinyalakan lagi sesuai pemakaian.
Yang paling penting adalah bahan ini lebih ramah lingkungan (nggak menghasilkan polusi dari pembakaran). Green flame juga masih dijual di tempat-tempat keperluan outdoor atau di penyewaan alat-alat gunung. Kemasannya berupa kaleng kecil bulat yang mudah dibawa.
[readalso url=22083]
Kompor Bahan Bakar Gas
Jenis kompor satu ini sepertinya sudah menjadi benda yang wajib dibawa saat naik gunung. Kompor dengan bahan bakar gas ini lebih mudah digunakan, tinggal memasang botol gas pada kompor, dan siap untuk digunakan.
Kelebihan lainnya adalah praktis, irit, nyala api biru, dan tentunya lebih mudah menyalakan apinya. Kompor bahan bakar gas ini yang sekarang lebih banyak digunakan para pendaki. Jenis kompor dan gas dalam kemasan botol ini juga mudah ditemukan di toko perlengkapan mendaki.
Nah, itulah beberapa jenis-jenis kompor gunung yang kerap digunakan para pendaki untuk memasak dari masa ke masa. Lo biasanya menggunakan jenis yang mana, bro?
Source: www.tenda-inspirasi.com
ARTICLE TERKINI
Author :
Article Date : 30/08/2020
Article Category : In Depth
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :