Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

pendaki

Setelah sempat redup karena covid-19, kegiatan mendaki gunung mulai kembali ramai digandrungi masyarakat Indonesia. Alasannya berbagai macam, ada yang karena hobi, mencari hiburan, atau sekadar ingin mencoba.

Sayangnya, beberapa dari mereka tidak mengedukasi diri dengan pengetahuan tentang mendaki gunung, termasuk pantangan-pantangan yang nggak boleh dilakukan. Para pendaki berpengalaman tentunya tahu soal hal ini, namun pendaki pemula lain lagi ceritanya.

Dalam artikel ini, lo bisa mengetahui lebih jauh soal pantangan-pantangan bagi pendaki gunung yang nggak boleh dilakukan.

Menyepelekan pendakian

Image source: shutterstock.com/Phisitkiat

Jangan pernah sekalipun menyepelekan pendakian karena ketinggian gunungnya. Misalnya, menganggap remeh pendakian gunung dengan tinggi 2.000 mdpl karena sudah berpengalaman naik gunung 3.000 mdpl atau lebih.

Di gunung manapun, ancaman bahaya dan resiko bisa terjadi, nggak memandang ketinggian gunungnya sama sekali. Nggak jarang pendaki yang menyepelekan pendakian jadi berlaga kuat sehingga nggak melakukan pemanasan dulu, beberapa lainnya hanya membawa perlengkapan seadanya.

Ketika lo menyepelekan pendakian, jangan kaget kalau lo tiba-tiba menemukan masalah di perjalanan.

Nggak membawa kembali sampah saat turun

Image source: unsplash.com/@introspectivedsgn

Seorang pendaki yang nggak membawa kembali sampah saat turun merupakan pendaki yang nggak bertanggung jawab. Gunung, pada dasarnya bukan tempat sampah, dan kamu sebagai tamu harus menjaga kebersihannya.

Hal seperti ini sudah jadi kewajiban bersama dan harus ditaati siapa saja. Bahkan ada juga pengelola gunung yang mem-blacklist pendaki nakal karena nggak membawa sampah saat turun.

Nggak menyiapkan peralatan lengkap

Image source: shutterstock.com/varuna

Mendaki gunung memerlukan persiapan yang matang, termasuk menyiapkan peralatan lengkap. Pasalnya ketika berada di alam bebas, ada banyak resiko berbahaya yang bisa terjadi kapan saja.

Jadi, usahakan selalu menyiapkan peralatan selengkap mungkin. Mulai dari jaket, sleeping bag, headlamp, matras, mantel, sepatu gunung, dan lain sebagainya. Jangan lupa bawa juga perlengkapan kelompok, ya.

Merusak keindahan gunung dengan vandalisme

Image source: unsplash.com/@papidridri44

Jangan pernah sekalipun melakukan vandalisme (coret-coret) di pohon, batu, pos pendakian, palang penunjuk jalan, atau patok di puncak gunung. Karena coretan yang lo bikin hanya membuat gunung terlihat kotor.

Lagipula, berapa banyak sih pendaki gunung lain yang kenal sama lo? Nggak ada, kan? Jadi daripada mengotori gunung, mending foto bareng kelompok atau pendaki lain pakai hp yang lo punya.

Jadi pendaki ilegal

Image source: unsplash.com/@timberfoster

Ini adalah larangan yang wajib lo hindari. Saat mendaki gunung pastikan lo sudah melakukan registrasi di basecamp pendakian yang ada di gunung tersebut. Memang butuh biaya pendaftaran, tapi uang yang lo keluarkan untuk itu akan digunakan oleh pengelola untuk memelihara jalur pendakian dan menjaga kelestarian gunungnya.

Lebih jauh lagi, registrasi yang lo lakukan juga akan berguna seandainya terjadi hal-hal yang nggak diinginkan selama lo naik. Misalnya jatuh, kecelakaan, sakit, tersesat, dan sebagainya.

Pengelola gunung akan menerjunkan regu penyelamat ketika menyadari bahwa rombongan lo belum melakukan laporan ulang di waktu yang seharusnya. Tanpa registrasi, sama saja lo harus berjuang sendirian saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Boro-boro menerjukan regu pencari, pihak pengelola bahkan nggak tahu kalau lo sedang melakukan pendakian. Satu-satunya harapan yang bisa lo andalkan ya kalau ada pendaki lain dan meminta mereka membuat laporan di basecamp.

Sayangnya, ini sangat jarang terjadi, sedangkan dalam keadaan survival tiap detik jadi sangat berharga. Kalaupun lo memaksakan diri berjalan mencari jalur pendakian, belum tentu lo akan sampai sebelum persediaan pribadi lo habis.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Tips #Hiking #Beginner #Extreme

Article Category : Tips

Article Date : 28/07/2022

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

Source:https://www.jelajahlagi.id/2020/10/pantangan-mendaki-gunung.html

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Tips

5 Kesalahan Ketika Traveling Pakai Kendaraan Pribadi

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips

Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasi Serangan Panik Saat Naik Gunung

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips

Tips Memasak di Gunung yang Mudah untuk Dipraktikkan, Ketahui!

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips

Ketahui Teknik Memanjat Bagi Pemula dan Tips Memilih Sepatu Climbing

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive