SuperFriends, opener kalender UFC 2026 bakal langsung menggila! Soalnya, divisi kelas ringan UFC yang lagi panas-panasnya, bakal langsung menyajikan duel title interim! Siapa yang sangka nih kalau Paddy "The Baddy" Pimblett bakal dapat kesempatan emas untuk bertarung memperebutkan sabuk interim melawan veteran brutal Justin Gaethje di UFC 324, tanggal 24 Januari 2026 mendatang? Yes, duel yang bakalan digelar di T-Mobile Arena ini, of course bukan cuma sekedar duel biasa! Ini adalah opener 2026 yang luar biasa!
Kenapa Sampai Ada Sabuk Interim?
So, ceritanya gini nih, SuperFriends, juara bertahan kelas ringan, Ilia Topuria, lagi ambil cuti panjang buat ngurus masalah pribadi yang cukup berat. Sang juara yang baru aja naik dari kelas bulu dan berhasil knockout Charles Oliveira di UFC 317 Juni lalu ini, memutuskan untuk fokus ke keluarganya dulu. Topuria sendiri udah kasih restu untuk UFC bikin pertarungan sabuk interim, dan dia nggak mau divisi kelas ringan stuck gara-gara ketidakhadirannya.
Dalam wawancara dengan ESPN Deportes, Topuria bilang kalau dia udah ngobrol sama pihak UFC sebelum pengumuman ini dibuat. "Gue udah tahu semuanya yang terjadi. Karena situasi pribadi gue, mereka tahu gue nggak bisa bertarung di Januari," ujar Topuria. Dia juga nambahkan bahwa pertarungan antara Pimblett dan Gaethje ini "sangat pantas untuk keduanya". Meskipun dengan nada sedikit meremehkan, dia bilang ini adalah "yang paling deket mereka bisa ke sabuk dunia."
The Baddy Dapat Kesempatan Mengejutkan
Paddy Pimblett mungkin nama yang masih banyak dipertanyakan untuk pertarungan tingkat championship ini. Dengan rekor UFC yang sempurna (7-0 di UFC), fighter dari Liverpool ini memang punya fanbase yang gede dan selalu bikin pertandingan jadi seru. Tapi mari kita jujur, level kompetisi yang dia hadapi belum sepenuhnya membuktikan dia siap untuk top five.
Kemenangan terbesarnya di UFC adalah saat ngalahin Michael Chandler, dan itu aja lewat scramble yang cukup kacau, bukan lewat dominasi yang jelas. Sekarang dia harus ngadepin Gaethje yang notabene udah pernah duel sama nama-nama besar seperti Dustin Poirier, Rafael Fiziev, Eddie Alvarez, Tony Ferguson, dan Max Holloway. Level yang beda banget!
Justin Gaethje: Veteran yang Lapar Gelar
Gaethje bukan nama baru di panggung championship. Dia mantan interim champion dan pernah duel untuk sabuk undisputed. Dengan 14 post-fight bonuses dari 14 pertarungan UFC, dia adalah definisi dari entertainment. Setiap kali dia masuk octagon, Lo bisa jamin bakalan ada drama dan darah.
Yang menarik dari Gaethje adalah dia nggak pernah mau ngeluh soal matchmaking ini. Dia sadar banyak orang terutama fans Arman Tsarukyan, yang merasa slighted karena si peringkat 1 itu nggak dikasih kesempatan title shot. Tapi Gaethje tetap fokus. "Timing is everything di duel ini," katanya di interview dengan Submission Radio.
Dia juga nolak tawaran Tsarukyan untuk jadi sparring partner persiapan lawan Pimblett. "Gue mungkin harus lawan dia suatu hari nanti," kata Gaethje realistis. Dia lebih milih tetap sama tim training-nya yang udah dipercaya.
Kontroversi yang Nggak Ada Matinya
Tentu aja, pertandingan ini nggak lepas dari drama. Komunitas MMA heboh banget pas UFC ngumumin matchup ini. Banyak yang ngerasa Arman Tsarukyan, selaku kontestan nomor 1 di rankings, harusnya yang dapat kesempatan itu. Pimblett sendiri nggak bisa diem dan langsung nge-troll Tsarukyan di media sosial, bilang kalau si "posh boy" harus nunggu sampai akhir tahun depan buat dapetin title shot.
Analisis Pertandingan: Siapa yang Lebih Unggul?
Kalau dilihat dari statistik dan pengalaman, Gaethje seharusnya punya advantage yang jelas. Dia mantan pegulat NCAA Division I dengan takedown defense sekitar 75%, sementara kekuatan Pimblett ada di grappling dan submission (10 submission wins). Masalahnya, sebagian besar submission Pimblett datang dari lawan yang levelnya jauh di bawah Gaethje.
Di striking, nggak ada kompetisi. Gaethje punya power, leg kicks yang mematikan, dan pengalaman berkelahi di level tertinggi. Pimblett memang punya output yang tinggi (5.19 significant strikes per minute), tapi defensive lapses-nya sering keliatan. Kalau ini jadi pertarungan striking yang pure, Gaethje harusnya bisa dictate pace dan damage.
Yang bikin Pimblett dangerous adalah scrambles-nya. Dia jago banget cari peluang di situasi kacau. Tapi sekali lagi, Gaethje bukan tipe fighter yang gampang di-takedown atau di-submit. Background wrestling-nya terlalu solid.
Ekspektasi untuk UFC 324
Duel ini bukan cuma soal main card doang. Co-main card-nya juga gila! Kayla Harrison bakal defend sabuk bantamweight wanita melawan legenda Amanda Nunes yang comeback dari retirement. Ditambah lagi ada Sean O'Malley vs Song Yadong, Derrick Lewis lawan Waldo Cortes-Acosta, dan masih banyak lagi pertandingan keren di card-nya.
Main card bakal mulai jam 9 malam ET (sekitar jam 9 pagi WIB tanggal 25 Januari), dengan preliminary card dan early prelims mulai lebih awal. Buat Lo fans Indonesia, ini perfect time buat ngopi sambil nonton fight weekend!
Apa yang Dipertaruhkan?
Untuk Pimblett, ini adalah kesempatan untuk membuktikan semua orang salah. Dia udah bilang 2026 bakal jadi tahun terbesar dalam hidupnya. Kalau dia bisa beat Gaethje, terus unify belt dengan Topuria, dan defend melawan top contenders, narasi tentang dia bakal berubah total. Dari "UFC's hype job" jadi legitimate champion.
Untuk Gaethje, ini adalah redemption arc yang epic. Dia udah pernah gagal dapetin undisputed belt sebelumnya. "Ini definitely toward the end of my career," kata Gaethje dengan jujur. "And what a way to finish: beat Paddy, beat Ilia, and then if there's another contender, beat them and be done." Dia pengen nulis story yang inspiring.
Secara objektif, Gaethje seharusnya jadi favorit di pertarungan ini. Pengalaman, power, wrestling background, dan track record-nya melawan elite competition terlalu signifikan untuk diabaikan. Tapi MMA selalu unpredictable. Pimblett punya youth, momentum, dan hunger yang luar biasa. Plus, dia belum pernah kalah di UFC.
Yang pasti, ini bakal jadi pertarungan yang gila! Gaethje nggak pernah ngebosenin, dan Pimblett always brings the energy. Entah itu berakhir dengan knockout brutal dari Gaethje atau submission surprise dari Pimblett, Lo bakal puas.
So, mark your calendars! 24 Januari 2026, UFC 324, T-Mobile Arena, Las Vegas. Paddy Pimblett vs Justin Gaethje. Winner gets the interim belt dan jalan menuju unification fight dengan Topuria. This is going to be wild, dan Lo nggak mau kan kalau sampai miss this one? Share prediksi Lo siapa yang bakal menang di duel ini, pada kolom komentar dibawah!
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 24/12/2025
Source:https://www.espn.com/mma/ufc/story/_/id/47122547/lightweights-justin-gaethje-paddy-pimblett-scheduled-fight
15 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
AyuRL Ningtyas
26/12/2025 at 08:43 AM
Ald /
01/01/2026 at 04:43 AM
Alriz .
01/01/2026 at 04:59 AM
Andyyy y
02/01/2026 at 17:55 PM
Maoreen Lokito
02/01/2026 at 18:22 PM
Cands
02/01/2026 at 19:03 PM
MA Roz
02/01/2026 at 19:39 PM
uca aa
02/01/2026 at 19:49 PM
NIRWANTO BLUES
03/01/2026 at 19:47 PM
HERI YULI PRIANTO
03/01/2026 at 20:16 PM
ANGGIT SANTO PURNOMO
03/01/2026 at 20:33 PM
ERI MARDIANSYAH
03/01/2026 at 20:44 PM
GUGUM GUMILAR
03/01/2026 at 21:42 PM
Agil Rahmat
05/01/2026 at 10:46 AM
Yohanes Hariono
21/01/2026 at 04:53 AM