Close burger icon

Please choose one of our links :

Lionel Messi

Dalam pagelaran Piala Dunia 2026 kemarin, kita diperlihatkan bagaimana Argentina masih bergantung sama Lionel Messi. Trus, kalo doi pensiun, gimana nasib mereka?

 

Lo yang doyan nonton Argentina pasti sepakat kalau tim ini masih bergantung banget sama sang GOAT. Dan ini emang terlihat dari semua statistik yang masih didominasi sama pria berumur 39 tahun itu.

 

Nih, gue jabarin satu-satu. Messi adalah pencetak gol terbanyak Argentina (8), top assist (4), total gol & assist (12), kreasi peluang terbanyak (25) sampai dribble sukses juga punya dia loh!

 

Sebagus-bagusnya Messi, dia juga tetep bakal kalah sama yang namanya umur. Dan suatu hari nanti, doi harus gantung sepatu. Sejauh ini sih, kepergian seorang GOAT selalu bikin tim jadi goyah. Contohnya terjadi pada era Diego Maradona dan Pele.

 

Ketika Argentina Ditinggal Maradona…

 

Apa yang terjadi sama Messi sekarang kurang lebih mirip kayak Maradona dulu. Ya, Argentina juara di Piala Dunia 1986. Empat tahun berselang, mereka kembali ke final hanya untuk kalah dari Jerman Barat dengan skor 0-1.

 

Pada tahun 1994, Si ‘Tangan Tuhan’ memutuskan gantung sepatu dari panggung internasional. Dan sejak saat itu, tim berjuluk Albiceleste itu harus nunggu sampai 2014 hanya untuk sampai ke final dan baru juara di 2022.

 

Prestasi yang seret ini juga terjadi di ajang bergengsi lainnya, Copa America. Ya, sejak Maradona pensiun, Argentina juga harus nunggu sampai tahun 2021 buat juara. Walau mereka pernah nginjakkan kaki di final empat kali sebelumnya.

 

Tapi, kehilangan seorang GOAT tidak lantas jadi akhir dunia buat Argentina. Soalnya, mereka sempat juara Copa America beruntun di tahun 1991 dan 1993. Maradona belum pensiun saat itu, tapi gak disertakan. Ini nunjukin kalau tanpa GOAT, sebenarnya Argentina masih bisa aja bicara banyak.

 

Ketika Brasil Ditinggal Pele…

 

Layaknya Argentina, Brasil dulu juga punya seorang GOAT bernama Pele. Dia adalah salah satu pemain yang paling berjasa membawa Selecao menjuarai Piala Dunia tiga kali. Masing-masing di tahun 1958, 1962, dan 1970.

 

Pele memilih gantung sepatu dari Brasil satu tahun berselang. Dan negara itu mengalami paceklik gelar setelahnya. Mereka harus nunggu selama 24 tahun buat ngangkat gelar lagi, dan 19 tahun untuk menjuarai Copa America.

 

Brasil berhasil mengganti kehadiran Pele dengan sederet pemain bertalenta. Mulai dari Romario, Dunga, Rivaldo, sampai Ronaldo Nazario. Namun setelah mereka hilang, Brasil lagi-lagi kesulitan dan belum juara hingga edisi kemarin.

 

Terlalu bergantung sama pemain jagoan emang bisa jadi bumerang. Karena begitu mereka pergi, tim bisa berantakan. Mungkin, kita gak akan melihat Argentina lagi di level paling tinggi tanpa Messi. Kalo menurut lo, gimana?

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Soccer #Update Liga #Liga Internasional #Berita Bola #Industri Sepakbola #Lionel Messi

Article Category : Player & Club Of The Week

Article Date : 21/07/2026

Supersoccer
Admin Soccer
Supersoccer
Admin Soccer
Penulis artikel dan analis sepak bola yang siap ngasih lo kabar terbaru dari liga lokal sampai turnamen internasional. Skor, gosip transfer, sampai analisis pertandingan gue tulis dengan cepat dan tajam. Buat gue, sepak bola itu kombinasi drama, strategi, dan emosi yang nggak ada duanya. Superfriends yang nggak mau ketinggalan momen panas di lapangan hijau wajib mantengin update gue. Semua info gue sajikan biar lo selalu jadi yang paling update.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Player & Club Of The Week

Inter Milan Scudetto! Inilah 3 Pemain Terbaik Mereka Musim Ini

Read to Get
image arrow
image article
Player & Club Of The Week

Siapa yang Bisa Nyelametin Tottenham Setelah Igor Tudor Dipecat?

Read to Get
image arrow
image article
Player & Club Of The Week

Habis Dari Liverpool, Mohamed Salah Mau Ke Mana?

Read to Get
image arrow
image article
Player & Club Of The Week

Bodo/Glimt adalah Underdog yang Lo Butuhin di Liga Champions, Setuju?

Read to Get
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive