Sikap gelandang itu memunculkan pertanyaan buat federasi sepakbola Prancis, yang menuntut penjelasan kepadanya.
Bintang Paris Saint-Germain Idrissa Gueye telah dituduh diskriminatif oleh federasi sepakbola Prancis FFF, setelah ia tidak ingin bermain di pertandingan terakhir Les Parisiens melawan Montpellier, Minggu (15/5) WIB.
Tim asuhan Mauricio Pochettino menggunakan jersey tandang dengan nomor punggung berwarna pelangi di laga tersebut untuk melawan homophobia, dengan itu bertepatan dengan Hari Internasional 2022.
PSG turut berpartisipasi dalam kampanye itu, menuliskan dalam Twitter resmi mereka: “Pada Hari Dunia melawan Homofobia, jersey kami akan memiliki bendera pelangi, simbol perdamaian dan keragaman komunitas LGBT.”
FFF memang mewajibkan setiap tim di Ligue 1 untuk menggunakan nomor punggung berwarna pelangi pada pekan ke-37, tetapi Gueye dilaporkan dengan sengaja absen karena masalah tersebut.
Manajer Pochettino pun hanya mengungkapkan bahwa pemain internasional Senegal itu menepi karena alasan pribadi.
Dan kini, Gueye telah dimintai penjelasan lebih lanjut tentang sikapnya tersebut oleh FFF.
“Tidak adanya dia [Gueye melawan Montpellier]…secara luas telah dianggap sebagai penolakan untuk berpartisipasi dalam kampanye,” ujar dewan Etika FFF dalam pernyataan yang dirilis APF.
“Satu dan dua hal, agar permasalahan ini jelas, kami mengundang Anda untuk segera menjelaskan semuanya untuk menghentikan rumor ini.”
“Atau jika rumor itu benar. Kami meminta Anda untuk menyadari dampak dari tindakan Anda dan kesalahan yang sangat serius yang sudah Anda lakukan.”
“Dengan menolak untuk berpartisipasi dalam kampanye ini, Anda telah membenarkan dan juga turut melakukan perilaku diskriminatif, dan itu tidak hanya terhadap kaum LGBTQ+.”
Meski Gueye telah dianggap tidak setuju dengan ide yang dikampanyekan oleh FFF, ternyata banyak pihak yang memberikan dukungan terhadap sang gelandang.
Presiden Senegal Macky Sall juga memberikan dorongan serta dukungan kepada warga negaranya tersebut, mengklaim bahwa Gueye telah mentaati perintah ajaran agamanya.
“Saya mendukung Idrissa Gana Gueye. Keyakinan agamanya harus dihormati,” ujar sang presiden melalui media sosialnya.
Sampai saat ini Gueye belum memberikan respons terkait tuduhan FFF tersebut. Les Parisiens juga masih belum melakukan tindakan setelah kejadian tersebut.
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 19/05/2022
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Agus Samanto
11/12/2024 at 00:30 AM