Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Son Heung Min

Bintang asal Korea Selatan itu jadi pemain Asia pertama yang meraih penghargaan topskor Liga Primer.

Bintang Tottenham Hotspur menceritakan bagaimana pengalaman pahit di awal-awal kariernya, dengan ia mengungkapkan pernah ditolak oleh Portsmouth dan Blackburn pada 2009 silam.

Di dua klub tersebut, yang kala itu masih bermain di Liga Primer, Son mengikuti trial tapi tidak lolos dan harus kembali ke Hamburg, di mana ia akhirnya menembus tim senior pada 2010.

“Saya tidak memiliki teman di sana, keluarga saya juga tidak ikut, dan saya juga tidak bisa berbahasa Inggris,” ujar Son dalam wawancaranya dengan Daily Mail.

“Saya tidak tahu satu kata pun. Saya sendirian dan saya takut. Pada waktu itu sangat sulit.”

“Saya menjalani trial di Portsmouth dan juga di Blackburn. Mereka kemudian memberikan saya tempat untuk tinggal di sebuah wisma. Namun, saya masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Itu menjadi kenangan pertama saya tentang Inggris, dan itu cukup buruk.”

Setelah tiga musim membuktikan dirinya di tim utama Hamburg, Son akhirnya direkrut oleh Bayer Leverkusen sebelum diboyong oleh Tottenham Hotspur pada musim panas 2015.

Pada musim 2021/22, pemain internasional Korea Selatan itu berhasil meraih gelar topskor – bersama dengan bintang Liverpool Mohamed Salah – dengan 23 golnya dan membantu The Lilywhites finis di tempat terakhir zona Liga Champions.

Ia pun mengaku terinspirasi oleh rekan satu timnya, Harry Kane, dengan sang winger melihat bagaimana perjuangan pemain internasional Inggris tersebut untuk menjadi yang terbaik.

“Yang saya lakukan adalah terus berlatih setiap hari, setiap sesi dan saya berusaha untuk terus belajar,” imbuhnya.

“Lihatlah Harry [Kane]. Saya melihatnya berlatih dan dia mencetak gol dari mana-mana, itu luar biasa. Saya ingin berada di level itu dan saya telah melakukan beberapa hal bagus.”

“Saya telah mencetak beberapa gol, tapi itu bukan berarti segalanya, kan? Sepakbola lebih dari itu.”

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Soccer

Article Category : News

Article Date : 18/06/2022

Supersoccer
Admin Soccer
Supersoccer
Admin Soccer
Penulis artikel dan analis sepak bola yang siap ngasih lo kabar terbaru dari liga lokal sampai turnamen internasional. Skor, gosip transfer, sampai analisis pertandingan gue tulis dengan cepat dan tajam. Buat gue, sepak bola itu kombinasi drama, strategi, dan emosi yang nggak ada duanya. Superfriends yang nggak mau ketinggalan momen panas di lapangan hijau wajib mantengin update gue. Semua info gue sajikan biar lo selalu jadi yang paling update.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Ukuran Lapangan Futsal Mini vs Standar FIFA, Apa Bedanya?

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Peluang Como 1907 ke Liga Champions Gede Banget! Itu Kata Opta Loh

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Profil Hector Souto: Karier, dan Kiprahnya di Dunia Futsal

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Juventus Mau Rekrut Lewandowski! Jadi Partner Dusan Vlahovic Nih?

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive