Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

thumbnail

Author : Admin Soccer

Article Date : 07/09/2023

Article Category : News

Sepintas, permainan sepak bola terlihat mudah dan menyenangkan, ya. Pemain hanya perlu menggiring bola ke gawang lawan untuk mencetak gol. Jika salah satu tim memperoleh gol terbanyak, dalam durasi yang telah ditentukan, maka tim tersebut pemenangnya. Padahal, secara teknis, sebenarnya permainan sepak bola nggak sesimpel itu, loh!

 

Dalam sepak bola, juga ada sejumlah peraturan yang wajib diikuti oleh seluruh pemain. Tujuannya agar permainan dapat berlangsung secara rapi. Nah, peraturan sepak bola ini dibuat dan disepakati oleh organisasi sepak bola dunia, yaitu International Football Association Board (IFAB). 

 

Di artikel ini, kita akan sama-sama membahas apa saja sih peraturan dalam sepak bola. Buat kamu yang mulai tertarik dengan olahraga satu ini, harus simak sampai habis, ya! 

Peraturan terkait Lapangan Sepak Bola 

 

Sebelum memulai pertandingan, kita atau pihak penyelenggara perlu memperhatikan peraturan terkait lapangan sepak bola. Tentunya, di setiap cabang olahraga, pasti punya karakteristik arena atau lapangan bertanding masing-masing, ya. Contohnya saja antara lapangan sepak bola dengan lapangan basket. Dari ‘gawang’-nya saja sudah berbeda.

 

Ada beberapa aturan terkait lapangan sepak bola yang sesuai menurut IFAB, yakni:

1. Ukuran Lapangan

  • Dimensi: 105 x 68 meter
  • Area penalti: 40,32 x 16,5 meter
  • Jari-jari lingkaran tengah: 9,15 meter
  • Jarak titik penalti dari garis gawang: 11 meter
  • Ukuran gawang: lebar 7,32 meter x tinggi 2,44 meter
  • Perbesaran jarak lapangan: 2-5 meter

2. Ukuran Gawang

  • Lebar: 7,32 meter
  • Tinggi: 2,44 meter

3. Ukuran Area Sepak Pojok

  • Tinggi bendera sepak pojok: 1,5 meter
  • Radius lingkaran di area sepak pojok: 1 meter

4. Papan Komersial

Jarak antara garis pinggir lapangan dengan papan komersial, yaitu 1 meter. Papan komersial tidak boleh diletakkan di area gawang, area sepak pojok, dan di lapangan sepak bola.

5. Bola

  • Bola berbentuk bulat
  • Berbahan dasar dari kulit
  • Ukuran keliling bola: 68-70 cm
  • Memiliki berat antara 410-450 gram
  • Bola harus sesuai standar FIFA Quality PRO, FIFA Quality, atau IMS (International Match Standard).

Peraturan tentang Wasit 

 

Dalam sepak bola, wasit merupakan orang yang memimpin permainan. Oleh sebab itu, wasit dituntut untuk adil dan bisa memberikan keputusan yang tepat. Sehingga, tidak menguntungkan atau merugikan salah satu pihak. Wasit dalam sepak bola terbagi menjadi dua, yaitu wasit utama dan asisten wasit. Masing-masing role punya tugas yang berbeda. Lalu, apa sih perbedaannya?

1. Wasit Utama

  • Wasit utama adalah pemimpin pertandingan. Ia bertugas seorang diri dan harus menjaga otoritas serta profesionalisme selama pertandingan.
  • Wasit utama harus meniup peluit saat pertandingan dimulai, babak pertama selesai, babak kedua dimulai, dan berakhirnya pertandingan.
  • Bertanggung jawab untuk mengawasi seluruh jalannya pertandingan. Mereka harus memantau pergerakan pemain, bola, dan situasi di lapangan untuk memastikan semua aturan diikuti dengan benar.
  • Membuat keputusan mengenai pelanggaran (pemberian kartu kuning dan merah), gol, injury time, tendangan penalti, dan hal-hal lain yang terjadi selama pertandingan. Keputusan wasit utama bersifat final dan mengikat.

2. Asisten Wasit

  • Terdapat 2 asisten wasit yang bertugas sebagai hakim garis (linesman).
  • Terdapat 1 asisten wasit yang bertugas untuk mengatur papan pergantian pemain.
  • Memantau dan menentukan apakah pemain berada dalam posisi offside atau tidak, saat bola dilepaskan oleh rekan setimnya.
  • Memberi tanda apakah bola sudah keluar sepenuhnya dari lapangan atau tidak. Mereka akan mengangkat bendera secara horizontal untuk menunjukkan bahwa bola telah keluar lapangan.
  • Memberikan tanda untuk sepak pojok atau tendangan gawang. Mereka akan mengangkat bendera sesuai dengan jenis keputusan yang diambil.
  • Membantu wasit utama ketika ada keraguan apakah bola telah melewati garis gawang dan gol sudah tercipta atau tidak.

Peraturan tentang Pemain

 

Selanjutnya, kita masuk ke aturan pemain. Jumlah pemain sepak bola ada 11. Nah, dari kesebelas orang tersebut, dibagi menjadi beberapa pemain dengan tugasnya masing-masing. Tujuannya, untuk memudahkan dalam membuat strategi permainan. Berikut aturan tentang pemain sepak bola secara lebih jelas:

1. Jumlah Pemain

Jumlah pemain sepak bola dalam satu tim ada sebanyak 11 orang. Apabila jumlah pemain dalam satu tim kurang dari 7 orang karena alasan tertentu (misalnya: cedera atau mendapatkan kartu merah), maka permainan akan dihentikan dan tim tersebut dinyatakan kalah.

2. Pemain Pengganti

Jumlah pemain pengganti tergantung dari jenis pertandingan yang dimainkan..

  • Pertandingan internasional antar negara: 11 pemain cadangan.
  • Pertandingan liga domestik: 5 pemain cadangan.

3. Pergantian Pemain

Jumlah pergantian pemain dalam sebuah pertandingan ada sebanyak lima kali. Tiga kali saat waktu normal dan dua kali saat memasuki babak tambahan waktu.

4. Keselamatan

  • Dilarang menggunakan perhiasan.
  • Meninggalkan seluruh barang dan alat elektronik di dalam loker.

5. Pakaian

  • Baju (jersey) lengan pendek atau lengan panjang
  • Celana pendek
  • Kaos kaki
  • Sepatu
  • Shin guards (pelindung kaki)
  • Sarung tangan (khusus kiper)

6. Warna Baju

Warna baju yang dipakai kedua tim di lapangan harus berbeda. Misalnya, tim A menggunakan baju berwarna kuning dan tim B menggunakan baju berwarna hijau.  

Peraturan seputar Offside 

 

Aturan offside dalam sepak bola adalah salah satu aturan yang sering kali menimbulkan perdebatan, karena memerlukan pemahaman yang baik untuk diimplementasikan dengan benar. Menurut IFAB, seorang pemain dikatakan offside ketika bagian kepala, tubuh, dan kaki telah melewati garis terakhir pertahanan yang dibuat oleh tim lawan. 

 

Hal yang perlu diperhatikan, kamu bisa dikatakan offside ketika aktif maupun tidak aktif di area pertahanan lawan. Contoh:

  • Saat kamu sedang tidak aktif mengejar bola, namun posisi tubuh sudah melewati posisi pemain lawan terakhir di garis pertahanan, maka kamu dinyatakan offside.
  • Saat kamu aktif mengejar bola, namun posisi tubuh sudah melewati posisi pemain lawan terakhir di garis pertahanan, maka kamu juga dinyatakan offside.

 

Nah, aturan offside ini bertujuan untuk mencegah "pemanfaatan" posisi pemain yang terlalu dekat dengan garis gawang lawan, dan menciptakan keuntungan yang tidak adil. Namun, aturan ini memerlukan pemahaman dari setiap pemain dan penilaian yang akurat dari wasit dan asisten wasit untuk diimplementasikan dengan benar.

Peraturan terkait Pelanggaran Pemain

 

Meskipun terdapat aturan-aturan sepak bola yang wajib dipatuhi oleh seluruh pemain, tapi pasti ada saja celah untuk berbuat curang. Akibatnya, terjadilah pelanggaran dalam permainan. Di sepak bola sendiri, ada dua jenis sanksi yang diberikan oleh wasit saat pemain melakukan pelanggaran, yakni kartu kuning dan kartu merah. Apa sih bedanya?

1. Pemberian Kartu Kuning

Kartu kuning diberikan ketika pemain melakukan pelanggaran ringan, seperti:

  • Menghalangi atau mencegah lawan untuk mengambil bola dengan tangan atau tubuh.
  • Menjatuhkan lawan atau menghalangi gerakan mereka.
  • Tendangan keras atau tekel yang tidak berpotensi membahayakan lawan.
  • Tendangan keras atau tekel yang mungkin memiliki intensitas tinggi tetapi tidak secara signifikan membahayakan pemain lawan.
  • Pelanggaran teknis seperti mengganggu waktu saat bola mati atau melanggar aturan pergantian pemain.
  • Reaksi berlebihan terhadap keputusan wasit atau permainan.
  • Mengejek atau meremehkan lawan atau wasit.
  • Berbicara atau bertindak secara tidak sportif.
  • Membuka baju dan celana saat selebrasi gol.
  • Membuang-buang waktu dengan cara yang jelas dan berulang-ulang, seperti saat mengambil tendangan sudut atau lemparan.

2. Pemberian Kartu Merah 

Sementara itu, kartu merah diberikan kepada pemain yang melakukan pelanggaran berat, seperti:

  • Pelanggaran yang dianggap kasar dan berpotensi membahayakan atau melukai lawan.
  • Tendangan atau tekel keras yang memiliki intensitas tinggi dan membahayakan pemain lawan.