Masa depan pria asal Argentina itu di Paris dipenuhi dengan tanda tanya.
Manajer Paris Saint-Germain iri dengan perlakukan Manchester City kepada Pep Guardiola, yang tetap dipertahankan di Etihad Stadium meski berulang kali gagal merengkuh gelar Liga Champions.
PSG-nya Pochettino musim lalu tersingkir di babak 16 besar Liga Champions setelah dikalahkan oleh Real Madrid – yang pada akhirnya membawa pulang Si Kuping Lebar.
Meski pria asal Argentina tersebut berhasil merengkuh tiga trofi sejak menukangi Les Parisiens pada Januari 2021, kini masa depan Pochettino terus menjadi tanda tanya besar.
Belakangan, nama Zinedine Zidane dan Jose Mourinho ramai diperbincangkan bakal menjadi pengganti Pochettino di kursi kepelatihan Parc des Princes.
Tetapi, mantan bos Tottenham Hotspur itu tidak khawatir dengan masa depannya.
“Saya memiliki satu tahun tersisa di kontrak saya dan ada banyak rumor. Setiap minggu saya merasa seperti dipecat,” ujar Pochettino kepada Esport3.
“PSG memunculkan hal-hal seperti ini. Klub sedang mencoba menemukan kembali siapa dirinya. Presiden akan segera menjelaskan proyek barunya, tapi saya tetap tenang.”
“Untuk sampai di sana [di PSG], Anda harus menjadi pelatih yang baik dan setelah satu setengah tahun di sana, saya merasa seperti salah satu yang terbaik. Memimpin ruang ganti dengan begitu banyak bintang adalah pengalaman belajar berharga setiap hari.”
“Kami sangat dekat untuk bisa mengalahkan Madrid, atau Chelsea, City dan Liverpool. Kami melewatinya. Saya pikir kami jauh lebih unggul, tetapi kami tidak klinis di depan gawang. Jika tujuannya adalah untuk memenangkan Liga Champions, itu normal untuk menciptakan rumor semacam ini.”
Pochettino kemudian menambahkan tentang Guardiola di Man City: “Saya suka City karena mereka memberikan Guardiola kesempatan untuk membangun.”
“Mereka memberinya waktu. Di PSG, Anda juga membutuhkan itu. Dengan memberikan ketenangan pada proyek ini, kami akan bisa memenangkan Liga Champions.”
“Anda harus memberi nilai lebih pada kejuaraan dan piala [di Paris]. Liga Champions adalah kompetisi dengan pertandingan yang jumlahnya lebih sedikit.”
“Ada hal-hal yang tidak saya mengerti. Rumor dimulai setelah kami disingkirkan oleh Madrid. Kami memenangkan liga, sama halnya dengan yang dilakukan pelatih lain seperti [Laurent] Blanc atau [Carlo] Ancelotti.”
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 07/06/2022
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :