Pada pekan ke-27, Tottenham melanjutkan perjalanan menuruni klasemen Premier League. Tanpa sadar, mereka lagi duduk di peringkat ke-16 dan sudah dekat jurang degradasi.
Hari Minggu (22/2/2026) kemarin, klub berjuluk The Lilywhites itu menelan kekalahan telak dari sang rival bebuyutan, Arsenal. Ga tanggung-tanggung, mereka kalah dengan kebobolan empat kali dan cuma bisa membalas sekali.
Hasil ini memperpanjang rekor buruk Tottenham terhitung sejak berganti tahun. Bayangin, mereka belum pernah nyatet sekalipun kemenangan di Premier League! Dengan rekor empat hasil imbang dan lima kali kalah dari sembilan pertandingan.
Jadi, jangan heran kalau lo ngeliat Tottenham ga ikutan hura-hura di papan atas klasemen. Klub yang juga sering dapet status ‘Big Six’ ini sekarang cuma berjarak empat poin dari West Ham selaku penghuni teratas zona degradasi.
Mungkinkah Tottenham Degradasi?
Lo mungkin inget sama apa yang terjadi ke Manchester United musim lalu. Mereka juga pernah sedekat itu sama zona degradasi. Tapi setidaknya, The Red Devils masih bisa nyatet beberapa hasil bagus dari awal tahun 2025.
Kemudian, pada pekan ke-27, The Red Devils udah beda 16 poin dari Ipswich yang menempati peringkat ke-18. Posisi terburuk mereka, yaitu 16, juga baru disamperin MU di tiga pekan terakhir. Degradasi tuh cuma sekadar wacana doang buat mereka waktu itu.
Buat Tottenham, setidaknya untuk saat ini, degradasi bukan wacana. Soalnya West Ham yang menghantui mereka masih bisa raup kemenangan sejak masuk 2026. Masing-masing melawan Sunderland, Burnley, dan… Tottenham.
The Lilywhites juga lagi dalam masa transisi dari Thomas Frank ke Igor Tudor. Jadi, fans Tottenham harus siap-siap buat melihat deretan hasil buruk sampai para pemain sudah klop dengan strategi terapan sang pelatih baru.
Berapa Kerugiannya Kalo Degradasi?
Pakar finansial yang sering ngomongin klub Premier League, Kieran Maguire, sempat memberikan analisa soal kemungkinan kerugian Tottenham. Sebenarnya, dia juga belum bisa matok rincian nominal duit yang berpotensi hilang.
Paling pertama, Maguire menyoroti impak terhadap pemasukan dari tiket. “Saya rasa jumlah pemasukan tiket akan terdampak dan itu bakal punya pengaruh besar dalam kehilangan pendapatan. Mereka ngehasilin 600 juta pounds musim lalu,” katanya.
Maguire juga ngasih liat dampak dari pemasukan hak siar. “Musim lalu, mereka dapet 190 juta pounds dari TV. Di Championship, walaupun dengan parachute payments, 190 juta pounds itu bisa turun hingga sekitar 45 juta pounds.”
Ditambah lagi, Tottenham juga masih punya utang yang belum dibayar dalam urusan transfer pemain. Menurut Maguire, nilainya lebih dari 300 juta pounds. “Spurs punya utang yang banyak. Satu musim di Championship tuh gak ideal buat mereka,” lanjutnya.
Kabar baiknya, Tottenham tetap masih bisa ngehasilin duit dari luar lapangan. Kompleks entertainmen yang ada di sekitaran stadion baru mereka bisa menghasilkan duit. Walaupun, mungkin, tidak akan menutup kerugiannya.
Eh, Tottenham juga masih bisa berharap dari Liga Champions juga sih walaupun dari divisi Championship. Tapi syaratnya berat, harus juara musim ini. Kira-kira mampu gak tuh?
Article Category : News
Article Date : 23/02/2026
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Maoreen Lokito
23/02/2026 at 18:32 PM