Serta mengatakan Romelu Lukaku adalah alasan utama kegagalannya di Chelsea yang hanya bertahan dua tahun saja.
Timo Werner mengkritik Thomas Tuchel dan mengatakan Romelu Lukaku sebagai alasan utama kegagalannya di Chelsea. Pemain asal Jerman itu telah memberikan penilaian yang jujur dalam dua tahunnya di Premier League pasca meninggalkan Chelsea musim lalu. Werner bergabung dengan Chelsea jelang musim 2020/21. Mengawali debutnya dengan cukup baik dibawah arahan pelatih Frank Lampard. Namun penampilanya terlihat tidak konsisten dan dirinya tidak pernah bisa pulih sepenuhnya dari penurunan pertamanya di sepakbola Inggris. Hingga membuat Frank Lampard dipecat sebagai bos Chelsea pada Januari 2021 dan Tuchel dengan cepat menggantikan legenda Stamford Bridge itu. Werner kemudian berperan cukup penting saat Chelsea memenangkan Liga Champions dalam musim pertamanya. Namun Werner mengklaim Tuchel melupakan dampak yang dia berikan kepada The Blues.
Dia mengatakan kepada The Sun: "Saya menjalani enam bulan pertama yang sangat bagus di Chelsea, seperti yang diharapkan oleh para suporter dan klub dari saya. Saya mencetak gol dan memainkan permainan yang bagus.
"Ketika Anda datang dari kesuksesan yang saya miliki di Jerman atau bersama Chelsea bermain hampir di setiap pertandingan di musim pertama, menjuarai Liga Champions pada 2021, mencetak gol di semifinal melawan Real Madrid, saya membuat banyak gol.
“Kemudian semua ini sedikit dilupakan oleh manajer, itu tidak adil. Itu juga alasan saya harus kembali ke Leipzig, untuk mendapatkan kesenangan lagi.”
"Saya tidak merasakan itu lagi tetapi Anda membutuhkannya untuk sukses. Pada akhirnya seorang manajer lebih menyukai beberapa pemain daripada yang lain itu benar-benar normal dan Anda harus menerimanya. Mungkin ya, pada akhirnya saya hanya ingin keluar. "
Tuchel menghabiskan banyak uang untuk Lukaku di musim panas pertamanya sebagai pelatih. Itu membuat peluang Werner untuk tampil reguler semakin sulit dan setahun kemudian dia kembali ke Leipzig. Werner mengatakan kedatangan Lukaku tidak diragukan lagi memiliki peran dalam penampilannya. Dia menambahkan: "Masalah terbesar adalah dia menempatkan striker seperti Lukaku di depan saya pada musim kedua setelah saya memenangkan Liga Champions dengan hampir memainkan setiap pertandingan di skuad pertama.
"Itu adalah momen terberat bagi saya untuk mendapatkan seorang pemain, pemain yang sangat bagus, di depan saya seharga €120 juta. Romelu adalah seorang striker besar dan harus bermain setelah menghabiskan begitu banyak biaya dan saya merasa tidak cukup terhormat. Mungkin itu juga merupakan alasan mengapa aku mengalami pasang surut."
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 21/02/2023
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :