Bek asal Jerman itu telah sepakat untuk bergabung dengan Los Blancos secara gratis.
Antonio Rudiger telah memutuskan untuk meninggalkan Chelsea, mengakhiri kisahnya di Stamford Bridge yang sudah berlangsung selama lima tahun.
Pemain internasional Jerman tersebut telah sepakat untuk bergabung dengan Real Madrid dengan kontrak berdurasi empat tahun dengan bayaran €6,8 juta (£5,7 juta/$7,1 juta) per musim plus bonus.
Dan baru-baru ini, Rudiger memberikan pesan perpisahan yang emosional kepada The Blues dan para penggemar klub London tersebut.
“Saya tidak suka mengucapkan selamat tinggal. Tetapi saya akan mencoba untuk membuat yang satu ini menjadi spesial, dari hati,” tulis Rudiger dalam kolomnya di The Players Tribune.
“Sebenarnya, saya harus menceritakan sebuah kisah kepada Anda sebelum menceritakan cerita luar biasa lainnya. Ini adalah sisi Afrika saya. Kita harus meluangkan waktu.”
Dalam pesan perpisahannya tersebut, Rudiger menceritakan bagaimana awalnya ia di Stamford Bridge dan seberapa besar kekagumannya terhadap bintang The Blues N’Golo Kante.
Tak hanya itu, pemain berusia 29 tahun tersebut juga merinci apa yang terjadi jelang final Liga Champions musim lalu, di mana ia dan rekan satu timnya benar-benar sangat fokus dan yakin bakal memenangkan Si Kuping Besar.
“Trofi yang saya menangkan di sini, itu pasti bagus. Tapi apa yang benar-benar membuat Chelsea menjadi tempat yang istimewa adalah persahabatan,” imbuhnya.
“Kami lebih dari sekadar rekan satu tim. Begitu banyak pemain-pemain ini - NG [Kante, Kova [Mateo Kovacic], [Hakim] Ziyech, [Romelu] Lukaku – mereka seperti saudara saya”
“Jujur, itu sangat jarang dalam sepakbola. Dan jika ada satu momen yang merangkum segalanya bagi saya, itu adalah adegan di toilet setelah kami memenangkan final Liga Champions.”
Rudiger kemudian menutup pesan panjangnya yang haru itu dengan kejadian tak mengenakkan selama berseragam Chelsea, dengan ia juga kerap kali mendapat kritik dan menjadi sasaran pelecehan dari sejumlah penggemar.
Tetapi, di samping itu ia juga mengakui bahwa dirinya merasa sangat dicintai di Stamford Bridge, sampai-sampai tidak begitu memikirkan ejekan dari para fans.
“Tapi sebenarnya, saya ingin meninggalkanmu dengan kenangan terakhir yang manis. Terkadang hal-hal yang paling berdampak pada Anda tidak semuanya baik, atau semuanya buruk. Bagi saya, memori ini hanyalah Chelsea,” tambahnya.
“Ada kebencian di dunia sepakbola, itu pasti. Itu fakta. Saya pernah mengalami yang terburuk. Tapi ada juga kegembiraan. Di Chelsea, yang mengalami keduanya dengan sangat ekstrem.”
“Ya, saya mendengar pelecehan itu. Tapi saya juga merasakan cinta. Di penghujung hari, cahaya lebih kuat dari kegelapan. Untuk itu, saya akan selalu menjadi Chelsea. Chelsea selalu ada di hati saya. Terima kasih.”
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 22/05/2022
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :