Graham Potter masih belum mampu membawa Chelsea kembali ke jalur kemenangan. Keadaan itu membuat Mikel Arteta turut prihatin akan tekanan yang ditujukan pada pelatih Chelsea itu.
Sejak menunjuk Graham Potter sebagai pengganti Thomas Tuchel, Chelsea belum menunjukkan grafik yang menanjak. Dalam 33 laga bersama Potter, The Blues mengalami 14 kali kemenangan, 8 imbang, dan menelan 11 kekalahan.
Saat ini Chelsea belum beranjak dari peringkat ke-10 Premier League. Nasib mereka di Liga Champions pun terancam tersingkir, usai kalah 0-1 dari Borussia Dortmund di babak 16 besar leg pertama.
Keadaan ini membuat banyak pihak menekan Graham Potter. Mikel Arteta yang kini memuncaki klasemen Liga Inggris bersama Arsenal, menaruh atensi pada kondisi rekan seprofesinya itu.
“Tentu saja, kami adalah kolega. Saya sangat berempati, karena saya paham bagaimana rasa penderitaan itu,” kata Arteta seperti yang dikutip dari mirror.co.uk
Arteta pernah berada di situasi serupa pada musim 2021/22. Bagaimana suporter The Gunners kerap mengintimidasinya imbas hasil Arsenal di aal musim yang kurang memuaskan.
“Tapi, internal klub saat itu sangat mendukung saya. Pada akhirnya Anda harus memenangkan pertandingan. Jika tidak, pastinya Anda tidak akan lanjut [dipecat],” imbuhnya.
Di sisi lain, Graham Potter mengiyakan rapor jeblok Chelsea adalah mutlak tanggung jawabnya.
“Hasilnya tidak cukup baik, dan kami semua sangat kecewa akan hal itu. Tapi, kami akan coba memperbaikinya,” kata Potter.
Selanjutnya, Chelsea akan menjamu Leeds pada lanjutan Liga Inggris pada Sabtu (4/3/2023). Ini jadi momentum bagi Potter untuk mengembalikan kepercayaan diri pemainnya.
ARTICLE TERKINI
Article Category : All Supersoccer
Article Date : 02/03/2023
Source:Mirror.co.uk
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :