Penyerang asal Swedia itu mengungkapkan bahwa Allegri adalah salah satu penghambatnya berkembang di Turin.
Pemain yang dipinjam Tottenham Hotspur dari Juventus Dejan Kulusevski mengakui bahwa keputusannya untuk meninggalkan Turin adalah pilihan yang tepat. Ia mengklaim bahwa dirinya saat ini sedang menikmati kehidupannya di London.
Kulusevski pindah ke Spurs pada bursa transfer Januari lalu sebagai pemain pinjaman hingga akhir musim ini, dengan The Lilywhites dan Juve sepakat untuk menyertakan klausul opsi pembelian permanen sebesar €45 juta.
Setelah bergabung dengan Spurs, pemain internasional Swedia tersebut meningkat secara permainan, dengan ia mengklaim kesulitan menemukan permainan terbaiknya selama berada di bawah asuhan Massimiliano Allegri di Juve.
“Saya tidak tahu, terkadang dalam sepakbola segalanya berjalan dengan baik. Saya tidak mengubah apa pun dalam beberapa bulan ini,” ucap Kulusevski kepada La Gazzetta dello Sport.
“Saya selalu pergi dan berlatih di lapangan dengan komitmen penuh. Tetapi, di Juventus ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik meski pun saya telah mengerahkan segala kemampuan saya.”
“Saya lebih suka menatap masa depan daripada masa lalu. Tentunya, saya tidak baik-baik saja di Juve karena berbagai alasan dan ketika Anda menyadari hal-hal tidak berjalan dengan baik, sulit untuk mengubah arah di lingkungan yang sama. Keputusan untuk meninggalkan Italia adalah yang terbaik yang saya buat dalam situasi saat itu.”
“Semuanya berjalan lebih baik di Inggris. Baik di dalam atau di luar lapangan. Sekarang saya selalu ingin bermain dan meraih kemenangan untuk tim saya.”
Lebih lanjut, Kulusevski membandingkan gaya melatih Allegri dan Antonio Conte, yang saat ini menjadi manajernya di Spurs. Ia mengakui bahwa semenjak pindah ke London ia merasakan peningkatan yang lebih signifikan, baik dari segi permainan atau pun kondisi fisik.
“Sejujurnya ada. Saya tidak ingin mengatakan bahwa yang satu lebih baik dari yang lain, saya menghormati Allegri dan Conte. Mereka berdua telah memenangkan begitu banyak gelar dalam karier mereka, namun ide mereka tentang sepakbola berbeda,” imbuhnya.
“Di Tottenham, kami bekerja lebih banyak di gym dan hasilnya sekarang ini. Dunia saya telah berubah. Saya harus mengatakan bahwa saya belum pernah bertemu seseorang yang penuh motivasi seperti Conte dalam hidup saya. Ketika seseorang sepertinya berbicara kepada Anda, itu masuk ke hati Anda.”
ARTICLE TERKINI
Article Category : All Supersoccer
Article Date : 27/09/2022
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :