Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

De Ligt

Para pemain Die Roten yang sudah tua menjadi kendala sang bek untuk berekspresi.

Matthijs De Ligt curhat soal situasinya di Bayern Munich, dengan ia merupakan salah satu pemain muda yang baru datang ke Allianz Arena musim panas ini.

Dengan mayoritas pemain Bayern berusia lebih tua darinya, ia merasa sulit untuk mengekspresikan dirinya sebagai seorang anak muda.

Padahal, di Juventus, dia juga satu tim dengan para pemain veteran seperti Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini hingga Leonardo Bonucci. Tapi, ia merasa canggung ketika bertemu dengan para pemain senior di Bayern.

“Ketika Anda bergabung ke tim dengan para legenda sepert ini, itu menjadi sulit bagi pemain muda seperti saya dalam mengekspresikan diri,” ujar De Ligt dalam wawancaranya dengan ESPN.

“[Meski begitu] saya belajar banyak dari pemain-pemain ini dan setiap hari saya bisa mengambil banyak hal positif dari mereka, jadi saya bisa menjadi pemain yang lebih baik.”

Sebelum membela Die Roten, De Ligt sebelumnya pernah bermain untuk Juventus dan Ajax, dengan ia menjelaskan bagaimana perbedaan tim Italia dan Belanda tersebut.

“Gaya bertahannya benar-benar berbeda. Di Ajax, Anda benar-benar melakukan pressing tinggi. Anda harus mengambil risiko, namun di Juventus saya belajar hal baru lagi, di mana mereka lebih fokus pada apa yang ada di belakang Anda,” imbuhnya.

“Di Italia, tempo pertandingannya juga tidak begitu cepat. Mereka memenangkan empat Piala Dunia dengan gaya bermain seperti ini, jadi saya benar-benar memahami bahwa mereka merasa ini adalah cara yang tepat untuk memenangkan pertandingan.”

De Ligt lebih lanjut mengungkapkan bagaimana gaya kepelatihan Maurizio Sarri, yang memboyongnya ke Turin dari Ajax pada 209 lalu. Dia juga menyayangkan pemecatan sang manajer satu tahun setelah dirinya bergabung.

Sang bek mengatakan: “Saya bergabung ke Juve dengan rencana untuk memainkan sepakbola yang lebih menyerang, karena pada waktu itu Sarri adalah pelatihnya dan dia sangat terkenal di dunia sepakbola, memainkan sepakbola yang luar biasa bersama Napoli dan Chelsea.”

“Saya berharap Juve waktu itu bergaya seperti Ajax. Namun, sayangnya setelah satu tahun, dia langsung dipecat.”

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Soccer

Article Category : All Supersoccer

Article Date : 29/07/2022

Supersoccer
Admin Soccer
Supersoccer
Admin Soccer
Penulis artikel dan analis sepak bola yang siap ngasih lo kabar terbaru dari liga lokal sampai turnamen internasional. Skor, gosip transfer, sampai analisis pertandingan gue tulis dengan cepat dan tajam. Buat gue, sepak bola itu kombinasi drama, strategi, dan emosi yang nggak ada duanya. Superfriends yang nggak mau ketinggalan momen panas di lapangan hijau wajib mantengin update gue. Semua info gue sajikan biar lo selalu jadi yang paling update.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
All Supersoccer

Gol Telat Martinelli Pastikan Arsenal Bertengger Di Posisi Kedua Dan Hanya Kalah Selisih Gol Dengan Spurs Di Posisi Puncak.

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
All Supersoccer

Gol "Korean Guy" Sukses Bawa Wolverhampton Menang Dan Patahkan Rekor Tak Terkalahkan Milik Manchester City.

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
All Supersoccer

João Félix Menikmati Awal Baru Di Barcelona Setelah Gol Pertamanya Dalam Kemenagan Besa Ratas Real Betis

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
All Supersoccer

Erik Ten Hag: Rasmus Hojlund “Sangat Bersemangat” Untuk Melakukan Debut Di Old Trafford.

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive