Pemain sayap internasional Brasil itu mengaku bahwa Bielsa adalah sosok penting dalam perkembangan kariernya.
Raphinha mengaku sangat bersyukur pernah berada di bawah asuhan Marcelo Bielsa, yang memboyongnya dari Stade Rennais pada 2020 lalu, menjelaskan bahwa ajaran-ajaran sang manajer sangat berguna baginya untuk bisa beradaptasi di Barcelona.
DI musim panas ini pemain internasional Brasil itu pindah ke Tim Catalan setelah ditebus dari Leeds dengan biaya mencapai €65 juta (£55 juta / $66 juta).
Selama waktunya di Elland Road, Raphinha sangat terkesan dengan Bielsa – meskipun pada Februari lalu ahli taktik asal Argentina itu dipecat dan digantikan oleh Jesse Marsch.
“Dia [Bielsa] adalah pelatih yang banyak membantu saya sejak pertama kali saya tiba di Leeds United,” kata Raphinha dalam wawancaranya dengan Mundo Deportivo.
“Dia selalu menuntut lebih, selalu menuntut performa yang maksimal. Dia membantu saya masuk ke tim nasional dan membantu saya sampai ke Barca. Jika bukan karena ajarannya, baik cara bersikap sebagai sebuah tim atau individu, saya mungkin tidak akan berada di sini.”
“Selain memiliki gaya bermain yang menuntut para pemainnya untuk menghormati apa itu sepakbola, dia juga meminta anak asuhnya untuk menunjukkan performa maksimal baik di dalam latihan dan pertandingan, dia adalah orang yang penting bagi saya dan untuk karier saya, saya akan selalu mengenangnya.”
Kini, Raphinha telah berseragam Blaugrana dan ia telah melakoni debutnya saat menghajar Inter Miami enam gol tanpa balas, di mana ia mencatatkan dua asis. Terbaru, pemain berusia 25 tahun itu tampil sebagai starter saat menghadapi Real Madrid.
El Clasico yang digelar di Las Vegas itu berakhir dengan skor tipis 1-0 buat kemenangan Barca berkat gol yang dicetak oleh Raphinha lewat sepakan roketnya dari luar kotak penalti.
Setelah lebih dari satu pekan ia membela Tim Catalan, Raphinha merasakan perbedaan gaya melatih Bielsa dan bos Barca Xavi Hernandez.
“Mereka berbeda, Marcelo punya cara kerja yang unik. Ini adalah ‘Gaya Marcelo Bielsa’, sebut saja begitu,” imbuhnya.
“Setiap juru taktik pasti berbeda. Sama seperti setiap orang memiliki cara menjalani hidupnya masing-masing, setiap pemain dan setiap pelatih juga pasti berbeda ketika menjalani pekerjaannya.”
ARTICLE TERKINI
Article Category : All Supersoccer
Article Date : 28/07/2022
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :