Pemain asal Brasil itu saat ini telah berusia 38 tahun, tapi ia belum merencanakan kapan dirinya bakal gantung sepatu.
Bek veteran Chelsea Thiago Silva mengungkapkan bahwa dirinya ingin bermain hingga usianya 40 tahun. Saat ini, ia sudah berusia 38 tahun, tetapi belum menunjukkan penurunan performa.
Bahkan di Stamford Bridge ia masih menjadi pilihan utama. Selain itu, Silva juga masih dipercaya untuk memperkuat tim nasional Brasil, dengan ia masuk ke tim asuhan Tite untuk jeda internasional bulan September ini.
Mantan pemain AC Milan dan Paris Saint-Germain tersebut berpeluang besar tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar. Andai tidak ada halangan buatnya, jelas Silva menjadi salah satu pilar andalan Selecao.
Saat ini, Silva tenagh memasuki tahun terakhir dalam kontraknya di Chelsea, dan ia berharap The Blues memberinya perpanjangan masa kerja di London setidaknya hingga usianya 40 tahun.
“Tujuan utama saya saat ini adalah bermain hingga usia 40 tahun. Namun, saya tidak tahu apakah masih sanggup bersaing di level tertinggi atau tidak,” ujar Silva dikutip dari Daily Mail.
“Semuanya tergantung kepada penampilan saya musim ini. Kita semua akan sama-sama melihat apa yang akan terjadi setelah Piala Dunia. Selain itu, saya juga masih berharap akan diberi kontrak baru.”
Silva bergabung dengan Chelsea pada musim panas 2020 secara gratis setelah kontraknya di PSG habis. Dan sejak tiba di London dua tahun lalu, Silva mampu menunjukkan performa yang solid di lini belakang. Ia telah bermain dalam 89 pertandingan di semua kompetisi untuk The Blues dan menorehkan lima gol serta empat assist.
Bek tersebut juga telah mempersembahkan tiga gelar untuk publik Stamford Bridge, yakni masing-masing satu trofi Liga Champions, Piala Dunia Antarklub dan Piala Super UEFA.
Ia pun bangga dengan catatannya bersama Chelsea, apalagi ia masih bisa bersaing dengan bek-bek lain di The Blues dan tetap berkontribusi untuk tim di tengah panasnya persaingan Liga Primer.
“Masih bisa bersaing di level tertinggi di usia 38 tahun merupakan hal yang sangat penting untuk saya pribadi. Apalagi, saya bermain di Liga Primer yang merupakan kompetisi tersulit,” imbuhnya.
“Di setiap akhir sesi latihan, saya selalu pulang ke rumah dan memulihkan kondisi saya semaksimal mungkin. Di sini, permainan berjalan dengan intensitas yang sangat tinggi selama 90 menit, jadi saya harus selalu siap dan tidak boleh kehilangan konsentrasi. Saya merasa masih bisa memberikan kontribusi terbaik di atas lapangan.”
ARTICLE TERKINI
Article Category : All Supersoccer
Article Date : 25/09/2022
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :