Unit metalcore Amerika Serikat, We Came As Romans, kembali membuat pengumuman spesial. Pengumuman kali ini adalah untuk peringatan debut album mereka, To Plant A Seed yang dirilis 2009 lalu. Band ini pun menggelar tur panjang bertema judul album debutnya mulai dari 29 September hingga 7 November 2021 lalu.
Selain menggelar tur panjangnya We Came As Romans juga mengarsipkan penampilan terakhir mereka dengan membawakan setlist album tersebut di platform Veeps pada 11 November 2021 lalu.
Tak hanya itu, We Cam As Romans juga memberikan kado spesial berupa rilisan single terbaru mereka berjudul Daggers. Single terbaru ini digarap bersama Zero 9:36. Lagu ini menyusul rentetan single yang telah dikerjakan sebelumnya yakni Darkbloom pada bulan Juli 2021 dan Black Hole yang dirilis pada September lalu bersama Caleb Shomo dari Beartooth.
Daggers sendiri merupakan single yang bercerita tentang keragu-raguan terhadap diri sendiri yang disusul dengan sebuah keyakinan dan kekuatan kontrol diri yang hadir dari perasaan tersebut.
"Kami sangat bersemangat karena akhirnya bisa bawain seluruh setlist album To Plant A Seed dan memperingati ulang tahunnya," ujar sang vokalis, Dave Stephens.
Sebelumnya, band asal Michigan ini memang sudah berencana untuk menggelar satu penampilan perpisahan sebelum mempensiunkan setlist album To Plant A Seed di atas panggung.
"Berkesempatan untuk terhubung dengan banyak fans melalui musik di satu dekade terakhir adalah hal yang menakjubkan buat kami, dan itu semua dimulai dari album To Plant A Seed. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, kami juga telah merilis empat album lainnya, dan bahkan kami lagi ngerjain yang kelima," ujar gitaris Joshua Moore.
"Maka dari itu, atas dasar membawa era baru dari WCAR, kami harus mempensiunkan seluruh setlist dari album yang sudah membawa kami hingga saat ini. Semoga kalian semua bisa menyaksikan momen tersebut," pungkasnya.
Siapa We Came As Romans?
Buat yang belum tahu, We Came As Romans, yang bisa disingkat dengan WCAR, adalah sebuah band metalcore asal Troy, Michigan, Amerika Serikat. Band ini dibentuk pada tahun 2005, band ini telah melalui satu perubahan nama dan beberapa perubahan lineup. We Came As Romans beranggotakan Joshua Moore (lead guitar, backing vocal), Dave Stephens (lead vocal), Lou Cotton (rhythm guitar), Andy Glass (bass, backing vocal), dan David Puckett (drum, percussion).
Pada 2018 lalu, We Came As Romans kehilangan satu personelnya yaitu Kyle Pavone. Band ini merilis pernyataan resmi pada 25 Agustus 2018 lalu bahwa band ini merilis pernyataan di akun media sosial mereka bahwa Pavone telah meninggal pada usia 28 tahun. Kemudian tanggal 31 Agustus 2018 band ini merilis sebuah pernyataan yang mengungkapkan penyebab kematiannya sebagai overdosis obat yang tidak disengaja dan mengumumkan bahwa sebuah yayasan telah dimulai untuk menghormatinya.
Pada 11 September 2018, Dave Stephens merilis pernyataan tentang band tersebut melalui media sosial, membenarkan bahwa band tersebut tidak akan menggantikan posisi Kyle Pavone. Dave menegaskan bahwa band ini akan melakukan tur dengan Bullet for My Valentine, menghormati Kyle dan berbicara tentang yayasannya.
Yayasan Kyle Pavone ditujukan untuk melayani dan mengadvokasi komunitas musisi di saat mereka sangat membutuhkan, memberikan harapan dan sarana untuk bertahan. Dave Stephens melanjutkan dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan menggantikan Kyle Pavne, dan melanjutkan We Came As Romans dengan sisa lima orang personel.
Band ini menandatangani kontrak dengan SharpTone Records pada tahun 2016. We Came as Romans telah merilis dua EP berjudul Demonstrations (2008) dan Dreams (2008). Selain dua EP, We Came As Romans juga telah merilis lima full album, di antaranya To Plant a Seed (2009); Understanding What We've Grown to Be (2011); Tracing Back Roots (2013); We Came as Romans (2015); dan Cold Like War (2017).
Gaya musik We Came As Romans digambarkan sebagai post-hardcore dan metalcore. Lagu-lagu mereka mencakup bagian melodi dengan instrumentasi orkestra, seperti biola dan balada keyboard. We Came As Romans juga digambarkan sebagai campuran antara hardcore dan screamo.
Lirik band ini menampilkan tema positif secara keseluruhan yang membahas topik-topik seperti tujuan, harapan, persaudaraan, dan moralitas. Album self-titled tahun 2015 mereka menandai perubahan style yang nyata ke suara yang lebih ramah radio, dan telah digambarkan sebagai "alternative rock meet marketable nu metal." Menurut Kill Your Stereo, band ini terus bertumbuh dari akar metalcore mereka yang lebih berat dan bergerak ke arah metal yang lebih alternatif, arah melodi, merangkul suara yang "lebih matang".
Image source: Billboard
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 10/12/2021
4 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
GRACE JELIA PUTRI TADETE
18/05/2025 at 07:44 AM
Alriz .
26/06/2025 at 01:30 AM
Cands
24/07/2025 at 23:56 PM
tiurnatalia
25/02/2026 at 21:56 PM