The Jansen, band punk rock asal kota hujan Bogor, Jawa Barat merilis lagi single mereka yang berjudul Mereguk Anti Depresan Lagi pada 30 Maret 2022 yang lalu. Lagu mereka yang baru ini dirilis dalam proses mereka menggarap album ketiga mereka, Banal Semakin Binal.
Ini jadi kabar yang terupdate dari trio punk rock ini setelah pada bulan Desember 2021 lalu mengeluarkan lagu dengan judul Dua Bilah Mata Pedang dan Sore di Kebun Raya pada bulan Februari.
Menurut Adji, salah satu personel mereka pada posisi bas, menjelaskan jika lirik Mereguk Anti Depresan Lagi adalah kolase berbagai kejadian masa lalu yang bercampur dengan perasaan-perasaan yang dirasakan selama perjalanan kehidupan. Kata-kata di dalam liriknya mungkin tidak berarti secara spesifik, tapi The Jansen berharap bisa memberikan ruang kepada pendengar untuk menafsir sehingga berarti bagi masing-masing pendengar.
Melalui single mereka ini, Mereguk Anti Depresan Lagi, The Jansen terdengar lebih ‘pelan’ jika dibandingkan beberapa karya-karya mereka sebelumnya meskipun tidak meninggalkan identitas punk rock 1970-an dan sound raw yang telah mereka bangun sejak awal perjalanan. Menurut vokalis mereka, Tata, single ini akan jadi satu dari beberapa bentuk eksplorasi bermusik yang akan mereka sajikan di dalam album ketiga mereka nanti.
Proses perekaman lagu ini mereka lakukan di Bogor, di Bens & Co. Studio bersama Deni Noviandi yang memang sering kali membantu nama-nama musisi di Bogor untuk melakukan proses rekaman. Seperti Swellow dan Texpack. Untuk artwork dari single ini dibuat oleh Amenkcoy yang menyajikan karya yang selalu dengan ciri khasnya.
Untuk video musik dari single Mereguk Anti Depresan Lagi, The Jansen mendapat kesempatan untuk menggarapnya bersama Yustinus Kristianto dari Gerombolan Struzzo, juga berkat ajang Jameson Connects Indonesia yang sempat dilangsungkan beberapa waktu lalu. Di ajang tersebut, single ini menjadi satu dari tiga single favorit setelah melalui proses penjurian dan rangkaian kegiatan.
Dalam channel YouTube demajorsTV, video musik Mereguk Anti Depresan Lagi diceritakan oleh video directornya; Yustinus Kristianto, jika video musik ini berkaitan erat dengan keseharian kita yang sering kali rasanya repetitif atau diulang dengan pola yang sama. Mengulang hari demi hari untuk sebuah tujuan yang jika kita sudah capai kita juga tidak pernah tahu akan jadi apa tujuan itu. Yustinus Kristianto mencoba menuangkan hasil diskusinya dengan The Jansen bagaimana mereka menyajikan lagu ini dari kumpulan kisah-kisah fragmentif keseharian yang mereka alami.
The Jansen dipersonili oleh Cintarama Bani Satria pada vokal dan gitar, Adji Pamungkas pada bas dan Aduy pada drum. Band punk rock ini dibentuk pada tahun 2015. Awalnya mereka menamai band mereka dengan nama The Baucherry and The Party. Tapi karena menurut mereka orang-orang sulit untuk menyebutnya, akhirnya mereka ganti nama band mereka dengan nama The Jansen. Lagu-lagu yang mereka bawakan biasanya diambil dari mereka yang membawa sebuah cerita dari deretan pengalaman-pengalaman yang pernah terjadi di hidup mereka, juga terinspirasi dari ragam keseharian era modern beserta dinamikanya. Meski begitu, mereka ingin para pendengarnya untuk mempunyai tafsirnya sendiri terhadap lagu-lagu yang mereka sajikan kepada pendengarnya.
Musik The Jansen dipengaruhi oleh band-band punk era ’70-an seperti Talking Heads, The Undertones, Ramones, The Buzzcocks, Wire, juga musik dari kompilasi legendaris Killed by Death, kancah musik C86 dan rilisan-rilisan label indie-pop Sarah Records yang juga kental dengan punk-nya.
Pada Agustus 2016, The Jansen merilis sendiri album mini debutnya yang bertajuk From Bogor to Japan dengan menggunakan label Fatamor Records dalam bentuk format kaset pita. Album penuh perdana bertajuk Present Continuous kemudian dirilis dalam format kaset pita pada 23 April 2017 oleh label lokal Bogor, Tromagnon Records. Album penuh kedua bertajuk Say Say Say dirilis dan didistribusi sendiri dalam bentuk kaset pada 6 Juli 2019 dengan menggunakan nama label Tumbila Records. Pada akhir tahun 2020, The Jansen tergabung dengan label rekaman asal Austin, Texas (AS), Grimace Records dalam mempublikasikan karya pada digital platform. Tahun 2022 ini The Jansen akan merilis album penuh ketiga yang bertajuk Banal Semakin Binal bersama label rekaman demajors.
Karya-karya The Jansen banyak mengadopsi nilai-nilai keseharian yang masih dalam konteks urbanisme atau kalangan bawah. Rata-rata di dalam karyanya mereka menceritakan kehidupan yang sudah mereka jalani, bahkan mengenai perasaan mereka saat merasa tersinggung pun pernah mereka buat dalam materi mereka.
Permainan musik The Jansen yang beraliran punk ini seperti mendengar campuran Ramones dan Sex Pistols. Ugal-ugalan dengan tempo yang liar namun tetap punya nilai yang sangat menarik untuk didengar. Pemilihan genre musik punk rock juga simply karena mereka suka dengan jenis musik ini.
The Jansen punya etos yang mereka pegang teguh, mereka membuat bukan membeli. Ideologi ini mereka ambil dari salah satu ideologi punk tentang bagaimana caranya supaya mereka tidak konsumtif tapi terus berusaha untuk produktif. Terus semangat untuk kerja karena ini adalah cara tentang bagaimana The Jansen menyiasati hidup.
Image source: Pop Hari Ini
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 26/04/2022
14 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
SARI ASTUTI
14/02/2025 at 11:49 AM
Panji Nugraha
07/04/2025 at 23:26 PM
SAWI TRI
10/04/2025 at 15:12 PM
Bur Zhan
12/04/2025 at 08:47 AM
MULYO WIDODO
08/05/2025 at 15:21 PM
Agus Samanto
26/05/2025 at 19:44 PM
SEPTIAN DWI NUGROHO
27/05/2025 at 08:59 AM
Shella Monica
30/05/2025 at 21:53 PM
Sofi .
16/06/2025 at 18:00 PM
asep syaripudin
24/09/2025 at 16:41 PM
Muhamad Saifudin
16/10/2025 at 22:08 PM
Vivi
25/10/2025 at 23:23 PM
Andyyy y
03/11/2025 at 10:07 AM
elin
04/02/2026 at 08:43 AM